Jumlah Minimal dalam Memperbanyak Bacaan Shalawat Nabi


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Kisah Keajaiban Sholawat: Jumlah Minimal dalam Memperbanyak Bacaan Shalawat Nabi.

Adalah—Allahu yarham—ibu Nyai Hj. Shofiyah Umar, sesepuh Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta, dikenal sebagai orang yang ahli membaca shalawat.

Satu hari beliau terlihat murung, seperti ada yang menyuntuki pikirannya. Seorang santri yang dekat dengannya sempat menanyakan ada apa gerangan yang menjadikan beliau tampak murung di pagi hari.

Dengan suara pelan dan raut wajah yang murung beliau menjawab, “Aku malu. Sudah jam setengah delapan pagi tapi aku baru membaca shalawat delapan ribu lima ratus kali. Aku malu sama Rasulullah.”

Demikianlah Nyai Shofiyah Umar. Setiap harinya tak kurang dari lima belas ribu kali beliau bershalawat kepada Baginda Rasulullah Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa salam. Hingga bila dirasa hari telah siang namun juga dirasa shalawat yang dibaca belum seberapa maka beliau akan gundah, merasa malu terhadap Rasulullah.

Nyai Shofiyah Umar bukanlah satu-satunya orang yang memperbanyak bacaan shalawat. Ada banyak orang saleh di masa lalu yang berwirid dengan membaca puluhan ribu shalawat kepada Rasulullah.

Di dalam kitab Afdlalus Shalawât ‘alâ Sayyidis Sâdât Syekh Yusuf bin Ismail An-Nabhani menuturkan beberapa amalan yang dilakukan oleh para ulama jaman dahulu dalam bershalawat. Syekh Nuruddin As-Syuni berwirid dengan membaca shalawat sebanyak 10.000 kali setiap harinya.

Sementara Syekh Ahmad Az-Zawawi membaca 40.000 shalawat setiap harinya. Kepada Syekh Nabhani beliau pernah mengatakan, “thariqah kami adalah memperbanyak membaca shalawat sampai Rasulullah duduk bersama kami dalam keadaan terjaga dan kami mendampingi beliau sebagaimana para sahabat beliau. Kepada beliau kami menanyakan perihal urusan agama dan perihal berbagai hadits yang dianggap lemah oleh para ahli hadits, dan kami mengamalkan apa yang disampaikan Rasulullah perihal hadits-hadits dlaif tersebut. Bila itu semua tak terjadi pada kami maka itu berarti kami bukan orang yang memperbanyak bacaan shalawat kepada Bagianda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (Yusuf bin Ismail An-Nabhani, Afdlalus Shalawat ‘ala Sayyidis Sadat, Jakarta, Darul Kutub Islamiyah, 2004, hal. 34).

Apa yang mereka lakukan ini bukan tanpa dasar. Ada banyak sabda Rasulullah yang menganjurkan umatnya untuk memperbanyak membaca shalawat kepada beliau. Sebagian sabda beliau bahkan tak hanya memberikan perintah, tapi juga menuturkan keutamaannya.

An-Nabhani adalah salah satu ulama yang banyak berbicara tentang hadits-hadits shalawat. Di dalam kitabnya itu ia menuturkan beberapa sabda Rasulullah tentang shalawat di antaranya sebagai berikut:

أكثروا من الصلاة علي فأن أول ما تسألون في القبر عني

Artinya: “Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku. Sesungguhnya yang pertama kali ditanyakan kepada kalian di kubur adalah tentang aku.”

الصلاة علي نور يوم القيامة عند ظلمة الصراط فأكثروا من الصلاة علي

Artinya: “Bershalawat kepadaku adalah cahaya di hari kiamat di saat gelapnya shirat. Maka perbanyaklah membaca shalawat kepadaku.”

من عسرت عليه حاجته فليكثر من الصلاة علي فانها تكشف الهموم والغموم والكروب وتكثر الأرزاق وتقضي الحوائج

Artinya: “Barang siapa yang susah memenuhi hajatnya maka perbanyaklah membaca shalawat kepadaku. Karena sesungguhnya shalawat dapat menyingkap keresahan, kegundahan, dan kesempitan serta dapat memperbanyak rezeki dan menunaikan kebutuhan-kebutuhan.”

ان أنجاكم يوم القيامة من أهوالها أكثركم علي صلاة في دار الدنيا

Artinya: “Orang yang paling selamat di antara kalian dari kedahsyatan hari kiamat adalah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku di antara kalian.”

Masih ada banyak sabda Rasulullah yang menganjurkan umatnya untuk memperbanyak bacaan shalawat kepada beliau. Banyak pula ulama yang membahas perihal ini di dalam kitab-kitab karya mereka.

Pertanyaannya kemudian adalah berapa jumlah minimal seseorang dapat dikatakan telah memperbanyak bershalawat kepada nabi?

Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Imam Sya’rani di dalam kitabnya Kasyful Ghummah menuturkan bahwa sebagian ulama berpendapat bilangan minimal dalam memperbanyak shalawat kepada Nabi adalah 700 kali di tiap siang hari dan 700 kali di tiap malam hari. Sedangkan ulama lainnya mengatakan minimal 350 kali di waktu siang dan 350 kali di waktu malam.

Sementara Syekh Abu Thalib Al-Makki di dalam kitab Qûtul Qulûb menyebutkan bahwa jumlah minimal dalam memperbanyak membaca shalawat adalah 300 kali di siang dan malam hari. Beliau mengatakan:

وليكثر من الصلاة على النبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ في يوم الجمعة وليلتها وأقل ذلك أن يصلّي عليه صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثلاثمائة مرة

Artinya: “Dan hendaknya memperbanyak bershalawat kepada Nabi di hari dan malam Jumat. Jumlah minimal dalam memperbanyak membaca shalawat adalah tiga ratus kali.” (Abu Thalib Al-Makki, Qûtul Qulûb, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, 2016, jil. I, hal. 121)

Siapa pun yang hendak melanggengkan memperbanyak bacaan shalawat dapat mengambil salah satu dari berbagai pendapat di atas. Berapa pun jumlah yang kita pilih, sebanyak apa pun shalawat yang kita wiridkan, tentunya semua itu sebagai satu jalan untuk menuju keridhaan Allah di samping juga sebagai tanda cinta kepada baginda Rasulullah Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Wallahu a’lam.

Sumber: NUonline

Sholawat : Keutamaan Sholawat, Bacaan Sholawat dan Artinya Sholawat


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Sholawat : Keutamaan Sholawat, Bacaan Sholawat dan Artinya Sholawat.

Sholawat Nabi merupakan salah satu amal yang harus dilakukan oleh setiap umat Islam. Sebagai bentuk ibadah kepada Allah sekaligus sebagai bukti kecintaan kita kepada Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Keutamaan sholawat Nabi sungguh luar biasa. Melalui artikel ini, kita berusaha menyajikannya disertai contoh-contoh bacaan sholawat Nabi untuk diamalkan sehari-hari.

Pengertian Sholawat

Sholawat secara bahasa merupakan bentuk jamak dari sholla yang artinya doa. Secara istilah, sholawat merupakan doa dan pujian untuk Nabi.

Sholawat ada tiga macam. Pertama, sholawat dari Allah. Kedua, sholawat dari malaikat. Ketiga, sholawat dari manusia atau umatnya.

Menurut Ibnu Katsir, sholawat dari Allah artinya adalah pemberian rahmat dan kemuliaan. Jika dari malaikat, artinya adalah memohonkan ampunan. Dan jika dari umatnya artinya adalah doa agar beliau dilimpahi rahmat dan kemuliaan.

Imam Nawawi menjelaskan bahwa sholawat dari Allah berarti menambah kemuliaan. Ada pula ulama yang menjelaskan bahwa Allah bersholawat kepada Nabi Muhammad artinya Allah memujinya di hadapan malaikat-malaikat-Nya.

Keutamaan Sholawat Nabi

Membaca sholawat Nabi memiliki banyak keutamaan. Di antaranya:

1. Allah memerintahkan hambaNya untuk bersholawat
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan hambaNya untuk bersholawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dia berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzaab: 56)

2. Allah bersholawat untuk Nabi Muhammad
Berbeda dengan perintah lainnya yang Allah memerintahkan saja, sholawat ini luar biasa. Dia memerintahkan sekaligus melakukannya juga. Sebagaimana surat Al Ahzab ayat 56 di atas.

Dan seperti penjelasan sebelumnya, Allah bersholawat untuk Nabi Muhammad maknanya Dia memuliakannya di depan para malaikat dan memberinya rahmat.

3. Malaikat bersholawat untuk Nabi Muhammad
Sebagaimana ayat 56 dari Surat Al Ahzab di atas, para malaikat juga bersholawat untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Yang artinya, malaikat memohonkan ampunan untuk beliau.

4. Siapa bersholawat satu kali, Allah membalasnya 10 kali
Di antara keutamaan sholawat, siapa yang bersholawat kepada Nabi Muhammad sekali, Allah bersholawat kepadanya 10 kali.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

“Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bersholawat kepadanya sepuluh kali” (HR. Muslim)

Sholawat dari Allah ini artinya adalah pemberian kebaikan. Sebagaimana hadits lain:

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ مَرَّةً وَاحِدَةً كَتَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ بِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ

“Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, niscaya Allah Azza wa Jalla mencatat untuknya sepuluh kebaikan” (HR. Ahmad)

5. Bersholawat satu kali, dihapus 10 dosa
Keutamaan lainnya yang sangat luar biasa, siapa yang bersholawat satu kali, Allah akan menghapus sepuluh dosanya.

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحَطَّ عَنْهُ عَشْرَ خَطِيئَاتٍ

“Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bersholawat kepadanya sepuluh sholawat dan menghapus darinya sepuluh dosa” (HR. Ahmad)

6. Bersholawat satu kali, diangkat 10 derajat

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

“Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bersholawat kepadanya sepuluh sholawat, menghapus darinya sepuluh dosa dan mengangkat derajatnya sepuluh derajat.” (HR. An Nasa’i)

7. Mendapat syafaat Rasulullah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan memberikan syafa’at kepada umatnya di akhirat nanti. Siapakah yang paling berhak dengan syafaa itu? Yang paling berhak adalah yang paling banyak bersholawat kepada beliau.

أَوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً

“Orang yang paling berhak mendapatkan syafa’atku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku” (HR. Tirmidzi)

8. Menjadi orang paling dekat dengan Nabi
Orang yang memperbanyak sholawat juga akan semakin dekat kedudukannya dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

“Perbanyaklah bersholawat kepadaku pada hari Jumat, karena sesungguhnya sholawat umatku diperlihatkan kepadaku pada setiap hari Jumat. Siapa saja yang paling banyak sholawatnya, maka ia menjadi orang yang paling dekat kedudukanya dariku” (HR. Baihaqi)

9. Memudahkan terkabulnya doa
Doa memiliki syarat dan adab agar dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di antara adab berdoa agar lebih dikabulkan Allah adalah bersholawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi waallam.

كل دعاء محجوب حتى يصلي على محمد

“Setiap doa akan terhalang hingga diucapkan sholawat kepada Muhammad” (HR. Thabrani)

10. Dimasukkan ke dalam surga
Orang yang banyak membaca sholawat akan dimudahkan untuk masuk surga. Sebaliknya, orang yang disebut nama Nabi Muhammad namun tidak bersholawat kepada beliau, orang itu akan disimpangkan dari jalan surga.

مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَخَطِئَ الصَّلاةَ عَلَيَّ ، خَطِئَ طَرِيقَ الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang aku disebutkan di sisinya lalu ia tidak mengucapkan sholawat kepadaku, maka ia akan disimpangkan dari jalan surga” (HR. Thabrani)

Hakikat Sholawat

Di antara misionaris ada yang berupaya untuk menyebarkan syubhat terkait sholawat. Mereka mengatakan kepada umat Islam terutama yang masih awam, “Kalian bersholawat meminta agar Nabi Muhammad mendapat keselamatan, berarti belum ada jaminan keselamatan. Jika Nabi saja belum ada jaminan keselamatan, bagaimana mungkin bisa memberikan jaminan keselamatan kepada kalian?”

Hal seperti itu adalah syubhat yang mereka lontarkan. Agar umat Islam yang masih awam menjadi ragu-ragu dengan agamanya.

Mereka tidak tahu atau pura-pura tidak tahu bahwa hakikat sholawat bukanlah karena Nabi Muhammad belum mendapat jaminan keselamatan lantas didoakan agar selamat. Namun seperti telah dijelaskan di atas, sholawat itu adalah doa agar beliau dilimpahi rahmat dan kemuliaan. Beliau pasti mendapat keselamatan. Beliau pasti mendapat rahmat. Beliau pasti mendapat kemuliaan. Sebab beliau adalah hamba Allah yang paling dicintai-Nya.

Namun, kitalah umat yang membutuhkan keselamatan dan rahmat sehingga dengan bersholawat kepada beliau, kita dibalas Allah dengan sholawat dalam arti diselamatkan, diampuni dosa kita dan diangkat derajat kita.

Ibaratnya, kemuliaan Rasulullah adalah sebuah wadah yang telah penuh sempurna. Ketika kita bersholawat, kita menuangkan air ke wadah tersebut dan jatuhnya kepada kita. Kita bersholawat kepada beliau, kebaikan dan hasilnya kembali kepada kita.

Bacaan Sholawat Nabi

Bacaan sholawat Nabi banyak macamnya. Ada yang pendek, ada yang panjang. Jadi tidak harus kita membaca sholawat yang panjang-panjang, khususnya jika kita orang awam yang memiliki banyak kesibukan. Bacaan sholawat yang pendek pun bisa kita amalkan.

Berikut ini adalah contoh-contoh bacaan sholawat:

1. Sholawat ketika mendengar nama Nabi Muhammad disebut

sholawat-nabi

صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Semoga shalawat dan salam dari Allah atasnya (Rasulullah)”

atau

اَللَْهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ

“Ya Allah limpahkanlah sholawat kepadanya”

2. Sholawat paling ringkas

banner-keajaiban-sholawat-800

صَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Semoga shalawat dari Allah atas (Nabi) Muhammad”

3. Sholawat ringkas untuk beliau dan keluarganya

sholawat-nabi (1)

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ

“Ya Allah, berikanlah rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad”

4. Sholawat tasyahud

Sholawat ini diajarkan Rasulullah sendiri dan diriwayatkan Imam Bukhari. Sholawat ini juga menjadi sholawat saat tasyahud dalam sholat.

sholawat-nabi-muhammad

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia

Masih banyak bacaan sholawat lain, baik dalam hadits maupun yang disusun oleh para ulama. Semoga kita semua dimudahkan Allah untuk membiasakan bersholawat dan kelak mendapat syafaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber: bersamadakwah.net

Shalawat Asyghil


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Kisah Keajaiban Sholawat: Sholawat Asyghil : Inilah Sejarah Sholawat Asyghil.

Sholawat Asyghil merupakan bentuk sholawat yang populer dibaca oleh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat NU dan kalangan pesantren. Hampir dalam setiap istighasah, sholawat ini termasuk bacaan utama yang harus dikumandangkan secara berjemaah.

Disebutkan bahwa pertama kali yang membaca sholawat Asyghil ini adalah Imam Ja’far Assadiq (w. 138 H). Beliau biasa membaca sholawat ini saat malakukan doa qunut shalat Subuh. Namun kemudian sholawat ini masyhur dengan sebutan Sholawat Habib Ahmad bin Umar Alhinduan Ba ‘Alawy (w.1122 H). Hal ini karena sholawat ini termasuk bacaan sholawat yang dihimpun dalam kitabnya Alkawakib Almudhi’ah fi Zikris Shalah ‘ala Khairil Bariyyah.

Selain untuk memohonkan sholawat dan salam atas Nabi Saw, keluarga dan sahabatnya, sholawat ini bertujuan meminta kepada Allah agar kita diselamatkan dari kejahatan orang-orang yang zalim. Berikut lafadz sholawat Asyghil;

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَي الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammad wa asyghilidz dzolimin bidz dzolimin wa akhrijna min bainihim salimin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

“Ya Allah, berikanlah sholawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zalim dengan orang zalim lainnya. Selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan limpahkanlah sholawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau.”

Semoga bermanfaat dan mendapat keberkahan. Aamiin.

Wallahu A’lam

Sholawat Asyghil : Inilah Sejarah Sholawat Asyghil


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Kisah Keajaiban Sholawat: Sholawat Asyghil : Inilah Sejarah Sholawat Asyghil.

Sholawat Asyghil merupakan bentuk sholawat yang populer dibaca oleh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat NU dan kalangan pesantren. Hampir dalam setiap istighasah, sholawat ini termasuk bacaan utama yang harus dikumandangkan secara berjemaah.

Disebutkan bahwa pertama kali yang membaca sholawat Asyghil ini adalah Imam Ja’far Assadiq (w. 138 H). Beliau biasa membaca sholawat ini saat malakukan doa qunut shalat Subuh. Namun kemudian sholawat ini masyhur dengan sebutan Sholawat Habib Ahmad bin Umar Alhinduan Ba ‘Alawy (w.1122 H). Hal ini karena sholawat ini termasuk bacaan sholawat yang dihimpun dalam kitabnya Alkawakib Almudhi’ah fi Zikris Shalah ‘ala Khairil Bariyyah.

Selain untuk memohonkan sholawat dan salam atas Nabi Saw, keluarga dan sahabatnya, sholawat ini bertujuan meminta kepada Allah agar kita diselamatkan dari kejahatan orang-orang yang zalim. Berikut lafadz sholawat Asyghil;

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَي الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammad wa asyghilidz dzolimin bidz dzolimin wa akhrijna min bainihim salimin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

“Ya Allah, berikanlah sholawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zalim dengan orang zalim lainnya. Selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan limpahkanlah sholawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau.”

Semoga bermanfaat dan mendapat keberkahan. Aamiin.

Wallahu A’lam

Ini Hukum Shalawat Saat Khatib Khutbah Jum’at


Ini Hukum Shalawat Saat Khatib Khutbah Jum’at, Ketika mendengarkan khutbah kita dianjurkan untuk diam dan mendengarkan materi yang disampaikan khatib. Meskipun materi yang disampaikan khatib tidak dipahami dan tidak begitu jelas suaranya, kita dianjurkan mendengar saja. Hal ini sebagaimana dijelaskan Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in:

وسن (إنصات) أي سكوت مع إصغاء (لخطبة) ويسن ذلك وإن لم يسمع الخطبة

Artinya, “(Kita) disunahkan diam saat khatib khutbah, maksudnya diam sambil mendengarkan. Ini disunahkan sekalipun tidak terdengar suara khatib.”

Anjuran diam dan mendengarkan khatib ini merujuk pada hadits yang menyatakan bahwa pahala orang yang mengerjakan shalat Jumat akan hilang bila berbicara saat khutbah, meskipun menyuruh orang lain diam.

Rasulullah bersabda:

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ أَنْصِتْ وَالْإِمَامِ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ

Artinya, “Apabila kamu berkata kepada temanmu padahal saat itu imam sedang khutbah dengan ucapan ‘diamlah’, maka kamu kehilangan pahala,” (HR Bukhari dan Muslim).

Kendati diam disunahkan saat khatib khutbah, tetapi para ulama masih menganjurkan agar bershalawat kepada Nabi bila khatib menyebut nama Nabi Muhammad atau sifatnya. Shalawat di sini dibolehkan selama tidak berlebihan dan suara tidak terlalu keras.

Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in menjelaskan:

ويسن تشميت العاطس والرد عليه ورفع الصوت من غير المبالغة بالصلاة والسلام عليه صلى الله عليه وسلم عند ذكر الخطيب اسمه أو وصفه

Artinya, “Disunahkan menjawab orang yang bersin dan mengeraskan suara dengan catatan tidak berlebihan saat bershalawat kepada Nabi SAW ketika khatib menyebut nama dan sifatnya.”

Para ulama masih membolehkan shalawat kepada Nabi saat khatib berkhutbah. Shalawat ketika itu boleh dengan suara keras, tapi jangan berlebihan dan terlalu keras agar tidak menganggu kosentrasi orang lain. Bershalawatlah sewajarnya.

Shalawat kepada Nabi sangatlah dianjurkan, terutama bila ada orang yang sedang menyebut nama beliau. Karena dalam hadits dikatakan:

اَلْبَخِيْلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ

Artinya, “Orang pelit itu adalah orang yang enggan bershalawat ketika disebut namaku di dekatnya,” (HR At-Tirmidzi).

Sebab itu, ketika khatib menyebut nama nabi Muhammad, kita tetap dianjurkan shalawat dengan suara pelan dan tidak berlebih-lebihan. Wallahu a’lam.

Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat !

Sumber : NUonline

Yuk Bershalawat, Apapun Keinginan Kita Inshaa Allah Terkabul


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Yuk Bershalawat, Apapun Keinginan Kita Inshaa Allah Terkabul.

Dulu saya lagi naek motor, berenti. Saya liat Bilboard iklan HP. Sadar ga pengen cuma liat, maka saya jadiin shalawat dan doa.

Saya parkir, saya buka helm. Terus saya samperin tuh tiang bilboard. Saya tempelin tangan saya ke tiang bilboard. Saya katakan ke Allah, “Yaa Allah… HP apapun yang diiklankan, kirim ke saya…”

Bertahun-tahun kemudian, hp-hp baru saya sadari, datang terus. Hehehe. iPhoneX… Hihihihi. Datang aja. Ga pake beli. Waktu ke Hongkong, S8 Note dianterin sama kawan-kawan Hongkong. Ke saya. Saya ga terkejut. Sudah biasa. Heheheh. Tapi kemudian jadi terkejut. Hehhee. Ga jadi ga terkejut. Sebab kata kawan-kawan Hongkong, “Titip ya Stadz. Punya Habib Nabil al Musawa.”

Hahhahhaha. .

Ya gapapa juga. Cukup satu hp mah, hehehhehehe. Tapi nih, kalo mau “iseng”, asli, datang juga tuh Note8. Kan udah di tangan, walo titipan. Shalawatin aja. Doa, sambil baca shalawat. Yakin, bakal datang. Nah, kalo udah datang, kasih dah siapa yang pantas dan layak dikasih. Jangan sampe laper dunia juga. Dunia mah secukupnya aja.

Ok. Nih video, doa dah. Shalawat. Shalawatnya jangan 100 dah. Apalagi kalo judulnya supaya bisa kuliah di Luar Negeri. Jangan 100 lah shalawatnya. Tapi 1000 gitu loh. Selamat bershalawat ya. Berkah. Bisa membuat doa dengan izin Allah, kekabul.

Sumber: yusufmansur.com

Amalan Shalawat 1000 X, Dahsyat dan Ampuh


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Amalan Shalawat 1000 X, Dahsyat dan Ampuh.

Amalan 1000 shalawat itu keren banget, loh! Buat diamalin sendiri dan dibagikan. Karena bisa, mencakup tiga hal: shalawat, salam, dan keberkahan.

Kemudian dipanjangin sedikit buat diamalatkan kepada: istri-istri Rasul, keluarga Rasul, turunan-turunan Rasul dan seluruh umatnya Rasul. Kira-kira jadi bunyinya begini:

Wait. Tunggu sebentar deh.

Atau istri gak apa-apa gak disebut. Masuk di kelompok “keluarga”. Dengan membatin demikian, maka, plus masukin “orang-orang tua” ke “keluarga”.

Ok. Ini bunyinya: اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وآله وأصحابه وأمته أجمعين

Supaya kembalinya ke kita, banyak. Seabrek-abrek.

1000 itu, banyak. Kapan aja. Bebas. Dan santai aja. Jangan kayak kejar target. Diresapin. Supaya dapat 3 hal tersebut di atas, sebagai kembalian doa dari malaikat. Apalagi ini kembalian doa ke Nabi. Subhaanallaah! maasyaaAllah besarnya!

Dan bukan untuk sendiri. Tapi untuk keluarga, turunan, dan siapa yang membersamai kita hingga akhir zaman.

Dari tahun 1999, sampai dengan tahun 2018 kemarin itu, testimoninya gila-gilaan, loh!

Kalo baca untuk Nabi doang, kembalinya buat diri kita seorang. Karena setiap doa, untuk yang lain, malaikat akan mendoakan yang serupa. Jadi jangan sampe deh singkat-singkat shalawatnya.

Jangan hanya: صل الله على محمد

Rugi! Sebab gak ada yang kesebut dari keluarga, turunan, dan yang membersamai kita. Sayang, kan. Padahal kembalian shalawat, bukan hanya doa balik dari Malaikat. Tapi dari Allah dan Rasul-Nya langsung.

Sayang kalo keluarga, turunan, dan yang membersamai kita, gak disebut dan gak kesebut, oleh Allah, malaikat-malaikat, dan Nabi.

Ayo dah mulai 1 Januari 2019 ini kita shalawatan minimalnya 1000 kali.

Sampai sini dulu, pekan depan, abis 7 hari berturut-turut kita shalawatan 1000 kali, saya bakalan lanjutin.

Amalin yah, makasih.

Salam, Yusuf Mansur.

Sumber: yusufmansur.com

Ustadz Yusuf Mansur, Shalawat itu Amalan Hebat


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Ustadz Yusuf Mansur, Shalawat itu Amalan Hebat

Sholawat emang dahsyat dan hebat, itulah manfaat mengamalkan menurut Ustadz Yusuf mansur. Sudah banyak pecinta dan pengamal sholawat yang merasakan keajaiban sholawat, berikut petikannya.

Bila hari-hari biasa, kalau kita bershalawat, shalawat itu dianter ke Rasul via malaikat-malaikat Allah. Kalau hari Jum’at, dianter langsung. Hitungan malam Jum’at itu dimulai Kamis maghrib. Jadi, langsung aja geber-geberan shalawat. Tebus kelalaian di hari-hari biasa mulai maghrib ini sampai dengan Jum’at maghrib nantinya.

Benar-benar dibanyakin tuh shalawatnya, tapi baca dengan penuh cinta, dengan mencoba menimbulkan rasa rindu. Bayangin, kelak saat kita di Padang Makhsyar, saat semua Nabi, menyeru umatnya untuk mencari Nabi Muhammad SAW, bergabung bersamanya…

Kita-kita yang rajin bershalawat untuknya malah disenyumin Nabi Muhammad SAW, disalamin Nabi Muhammad SAW, dan ikut berbaris di belakangnya seraya menanti hisab yang sudah diringankan seringanringannya sebab Nabi bersama kita.

Shalawat itu doa. Sedang kalo doa, kembali lagi pada yang mendoakan. Kiranya, kalau mendoakan Nabi? Doa buat Nabi, kembali ke kita. Wow.

Shalawat pun amalan hebat. Gak perlu wudhu, gak perlu niat. Walau tentu kalau wudhu jauh lebih baik dan hebat sebab Allah pun bershalawat.

Para malaikat pun bershalawat. Penghuni alam semesta, semua cinta Nabi. Semua bershalawat, kecuali mereka yang kafir, bodoh, dan malas.

Dengan shalawat, doa pun menjadi makbul sebab sebelum dan sesudah berdoa kita menyebut nama Rasul dengan penuh pemuliaan dan penghormatan.

Allah paling suka hamba-hamba-Nya mencinta yang dicintai-Nya. Allah paling demen sama hamba-hamba-Nya yang mendoakan kekasih-Nya. Sesiapa yang berdoa dengan menyebut nama Muhammad, sholla ‘alaih, maka doa itu sungguh tak terhalang.

Yah, kayak di dunia, kita menyebut pejabat atau orang berkuasa, yang jadilah kemudian urusan jadi mulus. Apalah lagi menyebut nama Nabi?

Seorang kawan diberhentiin polisi. Salah jalan. Dia buka kaca, tanpa ba-bi-bu, dia bilang, “Maaf Pak… Mau jemput Yusuf Mansur.…”

Polisi yang sudah bersiap-siap nilang, denger nama saya disebut, dan dia cinta sama saya, malah senyum, “Salam sama Ustadz, ya!”

Kawan ini kemudian berlalu. Selamet. Gak ditilang. Tapi, don’t try at home, hehehe. Sebab banyak polisi yang jadi followers, ketebak entar.

Apa pesan moral yang bisa ditangkap? Dari kisah sebagian dari mereka yang menyebut nama Yusuf Mansur?

Maka, nyebut nama Yusuf Mansur, yang dhaif, banyak diprotes, banyak dicaci, gak semua suka, udah segitunya. Gimana lagi nyebut nama Rasul?

Berdoalah kepada Allah, yang Allah bahkan menulis di Al Qur’an-Nya, bahwa Allah mencintai Nabi- Nya dan mencintai yang mencintai Nabi-Nya.

Berdoalah kepada Allah. Secara, bahwa sesiapa yang mencintai Nabi-Nya, akan diampuni dosa-dosanya, diangkat derajatnya, dikabul doanya…

Petugas imigrasi bandara, bertanya kepada tamu dari luar negeri, “Where will you tinggal di Jakarta?” sambil bolak balikin paspor.

Tamu-tamu Yusuf Mansur dari luar-luar negeri, yang udah paham, nyebut, “Yusuf Mansur…” Petugas, subhaanallaah, langsung senyum…

“Ooohhh… Tamunya Yusuf Mansur…”. Jebrat jebret, distempel itu paspor, dan langsung gak pake ditanya-tanya lagi. “Silakan,” penuh ramah.

Bayangkan jika Yusuf Mansur yang dhaif, lemah, ikut mendampingi tamu tersebut? Kayak apa kemudahan dan kelancarannya?

Maka sekarang bayangkan, jika di antrian hisab di yaumil hisab, bahkan sejak di Padang Makhsyar, kita sudah bersama Nabi? Benar-benar bersama Nabi.

Yaa Allah, saya nangis beneran ngebayanginnya. Di Padang Makhsyar, yang matahari sejengkal dari kepala, ditemani Nabi.

Kayak apa kemudahan yang bisa kita dapatkan dari penjaga-penjaga hisab yang bengis dan tak kenal ampun? Sedang kita tahu dosa kita begitu banyak?

Bershalawatlah sebanyak-banyaknya. Sebut nama Nabi sepenuh-penuhnya rasa cinta dan rindu. Kamis maghrib waktu yang mustajab.

Kamis maghrib sudah dihitung hari Jum’at. Sudah akan berlipat-lipat fadhilah, pahala, kebaikan bershalawat.

Yaa Rasul, salam ‘alaik… Yaa Nabi, salam ‘alaik… Allahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad, wa ‘alaa aalih.

Bershalawatlah sebanyak-banyaknya. Buat yang gak mampu sebanyak-banyaknya, bacalah 100. Seratus insyaaAllah udah dihitung banyak. Aamiin.

Asal seratus itu dibaca dengan menyertakan hati. Berharap bisa berjumpa dengan Nabi. Berharap bisa duduk satu surga bersama Nabi. Yaa Allah…

Dan berdoalah. Secara berdoa juga diperintah oleh Allah dan sangat dianjurkan oleh Nabi. Berdoalah. Untuk urusan apa aja. Dunia dan akhirat.

Jangan lupa doain saya. Nitip banget doain saya juga keluarga saya. Plus doa untuk Indonesia dengan seluruh rakyatnya.

Yaa Rasul… Innii musytaaq ilaik. Sungguh saya ini rindu melihatmu, Yaa Rasul… Meski mata belum pernah melihatmu…

Maafkan jika saya menyebut-nyebut nama Yusuf Mansur di dalam pengajaran hikmah. Semoga kawan-kawan dapat memahami hal tersebut sebagai ibrah. Gak ada maksud lain.

Tolonglah untuk dewasa, arif, dan cerdas. Liat substansi dan hikmah. Maafkan cara saya yang mungkin salah dalam mengajar. Sungguh, saya bukan siapa-siapa.

 

Sumber: yusufmansur.com

Belum Baca Sholawat? Yuk Intip Kedahsyatan dan Keutamaan Shalawat


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Belum Baca Sholawat? Yuk Intip Kedahsyatan dan Keutamaan Shalawat

Jangan remehkan bacaan Shalawt atas Nabi Muhammad saw, juga jangan meremehkan atau menghina para pembaca Shalawat di majelis-majelis ta’lim atau di mana pun.

Cobalah perhatikan dan cobalah pelajari sejumlah hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan-keutamaan dan manfat-manfaat membaca shalawat.

Dari hadits-hadits dan penjelasan para Ulama akan dapat kita ambil pengertian dan pemahaman betapa besar manfaat membaca shalawat bagi para pembacanya itu sendiri.

Maka berdasar kepada hadits-hadits Nabi dan penjelasan para Ulama dapat kita simpulkan bahwamanfaat bershalawat adalah sebagai berikut:

1. Pembaca shalawat Nabi memperoleh limpahan rahmat dan kebaikan dari Allah SWT.

2. Pembaca shalawat Nabi diangkat ( ditinggikan ) derajatnya dan dihapuskan dosa-dosa kejahatan dan kesalahannya.

3. Pembaca shalawat Nabi memperoleh pengakuan kesempurnaan iman, jika membacanya 100 ( seratus ) kali.

4. Membaca shalawat Nabi dapat menjauhkan kerugian, penyesalan, dan dimasukan ke dalam golongan orang-orang yang shaleh.

5. Membaca shalawt Nabi berarti mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.( Taqarrub ilallah).

6. Membaca shalawat Nabi akan memperoleh pahala seperti pahala memerdekakan budak ( hamba sahaya ).

7. Dengan banyak-banyak membaca shalawat dapat memperoleh Syafa’at di hari kiamat.

8. Banyak membaca shalawat Nabi akan memperoleh penyertaan dari Malaikat Rahman.

9. Banyak membaca shalat Nabi berarti menjalin komunikasi yang akrab dengan Nabi, sebab jika seseorang bershalawat dan mengucapkan salam kepada Nabi, maka shalawat dan salamnya itu akan disampaikan oleh Malaikat kepada Nabi.

10. Dengan banyak membaca Shalawat Nabi bisa membuka kesempatan untuk bertemu dengan Nabi, berdasar keterangan para Ulama.

11. Membaca Shalawt Nabi dapat menghilangkan kesusahan, kegundahan dan kebingungan, serta melapangkan rizqi.

12. Pembaca Shalawat Nabi akan dilapangkan dada ketika menghadapi berbagai masalah. Hal ini jika seseorang membaca shalawat 100 ( seratus ) kali secara mudawamah.

13. Dengan banyak membaca shalawat Nabi akan dapat menghapuskan dosa. Hal ini jika seseorang membiasakannya membaca tiga kali setiap hari pada setiap ba’da shalat wajib, karena dengan membaca shalawat akan mendapatkan 10 pahala kebaikan, dan inilah yang akan menghapuskan dosa-dosa kita.

14. Membaca shalawat Nabi dapat menggantikan shadaqah bagi orang yang tidak sanggup bershadaqah.

15. Membaca shalawat Nabi sebanyak-banyaknya dapat melipatgandakan pahala yang diperoleh. UmatIslam biasanya memperbanyak membaca shalawat di hari Jum’at. Di kampung-kampung mereka mengadakan pembacaan maulid Barzanji sebagai trik mudah agar bisa bershalawat sebanyak-banyaknya di malam Jum’at.

16. Dengan banyak membaca Shalawt Nabi bisa mendekatkan kedudukan kepada Rasulullah di hari qiamat.

17. Shalawat Nabi menjadikan sebab do’a diterima oleh Allah.

18. banyak-banyak membaca shalawat Nabi ketika di dunia dapat membebaskan diri dari kebingungan di hari kiamat. Sebaliknya apabila seseorang pelit membaca shalawat kepada Nabi, maka ia akan menghadapi kebingungan dan ketakutan dalam mahkamah di padang Mahsyar.

19. Membaca shalawat Nabi berarti memenuhi satu hak Nabi, atau menunaikan satu tugas ibadah yang diperintahkan atas ummatnya. Apabila seseorang tidak mau bershalawat, ia berarti enggan memenuhi hak Nabi yang telah diperintahkan oleh Allah Swt.

20. Banyak membaca shalawat Nabi adalah indikator seseorang mencintai Nabi Muhammad.

21. Membaca shalawat Nabi bisa menjadi sebab dikabulkan segala kebutuhannya.

Sumber: Rangkuman dari berbagai sumber

Hukum Sholawat dan Keutamaan Shalawat kepada Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Hukum Sholawat dan Keutamaan Shalawat kepada Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ.

Oleh: Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari*

Allah Ta’ala berfirman :

إنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. [1]

Ibnu Abbas ra. berkata, “Maknanya, bahwa Allah dan para malaikat-Nya memberikan barakah pada Nabi SAW”. Menurut pendapat lain, maknanya, bahwa Allah Ta’ala mengasihi Nabi SAW dan para malaikat mendoakan beliau”.

Dari ayat di atas diketahui, bahwa bershalawat untuk Nabi SAW hukumnya wajib secara global, tidak terbatas dengan waktu, karena perintah Allah Ta’ala bershalawat untuk beliau SAW, dan para Imam mengartikan perintah ini dengan wajib dan mereka telah sepakat secara ijma’.

Kewajiban bershalawat yang bisa menggugurkan dosa adalah sekali dalam seumur hidup, seperti bersyahadat dengan kenabian beliau SAW. Adapun setelah itu, maka hukumnya sunnah, dianjurkan karena termasuk sunnah-sunnahnya Islam dan syiar ahli Islam.

Sahabat-sahabat Imam Syafi’i, rahimahullah, mengatakan, “Kewajiban bershalawat yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya SAW adalah bershalawat di dalam shalat (ketika bertasyahhud). Adapun selain itu, maka tidak ada perbedaan pendapat, bahwa bershalawat itu hukumnya tidak wajib.

Disunnahkan bershalawat untuk Nabi SAW dan memperbanyak shalawat ketika berdoa, karena beliau bersabda :

اِجْعَلُونِي فِي أَوَّلِ الدُّعَاءِ وَ أَوْسَطِهِ وَفِي آخِرِهِ

“Jadikanlah saya di awal doa, di tengah-tengah doa, dan di akhir doa”.[2]

Diriwayatkan dari Umar bin Khaththab ra. berkata, “Doa dan shalawat tergantung antara langit dan bumi, maka tidak ada doa sedikitpun yang naik kepada Allah sampai dibacakan shalawat untuk Nabi SAW” (Hadis riwayat Imam Dailami).[3]

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, “Jika salah seorang diantara kamu sekalian ingin memohon sesuatu kepada Allah, maka mulailah dengan memuji Allah sesuai dengan sifat-sifat-Nya, kemudian bershalawatlah untuk Nabi SAW, kemudian memohonlah, sesungguhnya dia akan lebih pantas untuk dikabulkan doanya, demikian juga ketika masuk masjid”.[4]

Diriwayatkan dari Sayyidah Fathimah ra., bahwa Nabi SAW melakukan hal itu, demikian juga ketika menshalati janazah”. Sementara iu, diceritakan dari Abu Umamah ra., bahwa bershalawat itu hukumnya sunnah. Imam Nasa’i rahimahullah, meriwayatkan dari Aus bin Aus ra., dari Nabi SAW tentang perintah memperbanyak membaca shalawat untuk beliau SAW di hari Jumat.

Umat Islam sejak dulu telah terbiasa menulis shalawat ketika menulis surat dan menyusun buku, setelah basmalah dan hamdalah. Hal ini bukan hanya dilakukan oleh generasi pertama, hal ini dilakukan pada wilayah Bani Hasyim, kemudian dilakukan oleh masyarakat Islam di seluruh penjuru bumi. Di antara mereka ada yang mengakhiri penulisan surat dan penyusunan buku-buku mereka dengan shalawat, sesuai dengan sabda beliau SAW :

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِي كِتَابٍ لَمْ تَزَلِ الْمَلائِكَةُ تَسْـتَغْفِـرُ لَهُ مَا دَامَ اسْمِي فِي ذَلِكَ الْكِتَاب

“Barangsiapa bershalawat untukku dalam menulis surat/kitab, maka para malaikat senantiasa akan memintakan ampun untuknya, selama namaku ada di dalam surat/kitab itu”.[5]

Adapun keutamaan bershalawat untuk Nabi SAW, maka hal ini adalah sesuatu yang tidak dirahasiakan lagi bagi seorang muslim, yaitu termasuk kepentingan yang paling penting bagi orang yang ingin dekat dengan Tuhannya bumi dan langit, karena shalawat ini bisa mendatangkan segala rahasia dan segala kemenangan, dan bisa mendatangkan pahala yang paling besar dan juga syafaat-syafaat.إ

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amer ra. berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَة

“Jika kamu sekalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti apa yang dia ucapkan muadzdzin, dan bershalawatlah untukku, karena barangsiapa bershalawat untukku satu kali, maka Allah akan membalas shalawat untuknya sepuluh kali, kemudian mintalah wasilah untukku, karena wasilah itu adalah kedudukan di surga yang tidak layak kecuali untuk hamba Allah, dan saya berharap dia itu adalah saya. Maka barangsiapa memohon wasilah untukku, maka halal baginya syafaat ( pertolongan)”.[6]

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud ra., bahwa Nabi SAW bersabda:

أوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَة

“Orang yang paling dekat denganku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat untukku”.[7]

Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab ra., bahwa Rasulullah SAW telah bangun malam ketika telah lewat seperempat malam, lalu bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا اللَّهَ اذْكُرُوا اللَّهَ جَاءَتِ الرَّاجِفَةُ تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ جَاءَ الْمَوْتُ بِمَا فِيهِ جَاءَ الْمَوْتُ بِمَا فِيهِ قَالَ أُبَىٌّ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى أُكْثِرُ الصَّلاَةَ عَلَيْكَ فَكَمْ أَجْعَلُ لَكَ مِنْ صَلاَتِى فَقَالَ مَا شِئْتَ قَالَ قُلْتُ الرُّبُعَ. قَالَ مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ ». قُلْتُ النِّصْفَ. قَالَ « مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ ». قَالَ قُلْتُ فَالثُّلُثَيْنِ. قَالَ: مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ. قُلْتُ أَجْعَلُ لَكَ صَلاَتِى كُلَّهَا. قَالَ: إِذًا تُكْفَى هَمَّكَ وَيُغْفَرُ لَكَ ذَنْبُكَ

“Wahai manusia, berdzikirlah pada Allah, telah datang tiupan pertama yang diikuti dengan tiupan yang menggoncang alam, datanglah kematian dengan apa yang ada dalam kematian”. Maka bertanyalah sahabat Ubay bin Ka’ab ra., “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya memperbanyak shalawat untukmu, maka berapa kali saya harus bershalawat untukmu?”. Jawab beliau SAW, ”Sesukamu”. Kata Ubay ra, ”Kalau seperempat?”. Jawab beliau SAW, “Sesukamu, jika kamu menambahnya itu lebih baik”. Kata Ubay ra, “Sepertiganya?”. Jawab beliau SAW, “Sesukamu, jika kamu menambahnya itu lebih baik”. Kata Ubay ra., “Setengah?”. Jawab beliau SAW, “Sesukamu, jika kamu menambahnya itu lebih baik”. Kata Ubay ra., “Dua pertiga?”. Jawab beliau SAW, “Sesukamu, jika kamu menambahnya itu lebih baik”. Kata Ubay ra, “Wahai Rasulullah, maka saya jadikan semua shalawatku untukmu”. Sabda Nabi SAW, ”Kalau begitu, cukuplah keinginanmu, dan akan diampuni dosamu”.[8]

Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Jibril telah memanggil saya, lalu berkata :

مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ صَلاةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا، وَرَفَعَهُ عَشَرُ دَرَجَاتٍ

”Barangsiapa bershalawat untukmu dengan satu shalawat, maka Allah akan membalasnya dengan sepuluh shalawat dan mengangkatnya dengan sepuluh derajat”[9].

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. berkata: “Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ عِنْد قَبْرِي سَمِعْته، وَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ نَائِيًا بُلِّغْته

”Barangsiapa bershalawat untukku di makamku, maka saya mendengarnya, dan barangsiapa bershalawat untukku dari jauh, maka saya didatangkan pada shalawat itu”.[10]

Ada banyak hadis-hadis yang mencela orang yang tidak mau bershalawat untuk Nabi SAW Di antaranya adalah hadis yang diiriwayatkan dari Ja’far bin Muhammad dari ayahnya, bahwa dia berkata, ”Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ أُخْطِئَ بِهِ طَرِيْقُ الْجَنَّةِ

“Barangsiapa mendengar saya disebut di sisinya dan dia tidak mau bershalawat untukku, maka dia akan di salahkan jalannya menuju surga”. [11]

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. berkata: ”Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ نَسِيَ الصَّلاَةَ عَلَيّ نَسِيَ طَرِيْقَ الْجَنَّة

”Barangsiapa yang lupa bershalawat untukku, maka dia akan lupa jalan menuju surga”.[12]

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri ra., dari Nabi SAW bersabda:

لَا يَجْلِسُ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَا يُصَلُّونَ فِيهِ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ حَسْرَةٌ ، وَإِنْ دَخَلُوا الْجَنَّةَ لِمَا يَرَوْنَ مِنَ الثَّوَابِ

“Tidaklah suatu kaum duduk di satu majlis, lalu tidak bershalawat untuk Nabi SAW di majlis itu, maka mereka akan sangat menyesal, dan jika mereka masuk surga, tidak akan melihat pahala bershalawat”.[13]

Imam Tirmidzi, rahimahullah, menceritakan dari sebagian ahli ilmu, katanya, ”Jika seseorang membaca shalawat untuk Nabi SAW satu kali dalam majlis, maka itu sudah cukup untuk semua yang ada di majlis itu”.

Hadis-hadis tentang keutamaan bershalawat untuk Nabi SAW dan celaan bagi orang yang tidak mau bershalawat untuk beliau SAW hampir tidak bisa dihitung karena banyak sekali jumlahnya, maka dalam hadis-hadis yang telah saya sampaikan di atas adalah cukup bagi orang yang mempunyai pengertian.


*Diterjemahkan oleh Ustadz Zainur Ridlo, M.Pd.I. dari kitab Nur al-Mubin fi Mahabbati Sayyidi al-Mursalin karya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.

[1] Al Ahzab ayat 56.

[2] Hadis riwayat Imam Abdurrazzaq. Lihat Jam’ul Jawami’/Al Jami’ Al Kabir, Imam Suyuthi, Jilid 1, halaman 17810. Jami’ Al Ahadis, jilid 16, halaman 44.

[3] Jam’ul Jawami’/Al Jami’ Al Kabir, Imam Suyuthi, jilid 1, halaman 12554.

[4] Mushannaf Abdurrazzaq, jilid 10, halaman 441. Majma’ Az Zawaid Wa Manba’ Al Fawaid, Muhaqqaq, jilid 11, halaman 20.

[5] Al Mu’jam Al Kabir, Imam Thabrani, jilid 19, halaman 181.

[6] Hadis riwayat Imam Muslim, Imam Abu Dawud, Imam Nasa’i, Imam Tirmidzi, dan Imam Ahmad.

[7] Hadis riwayat Imam Tirmidzi dan Imam Ibnu Hibban.

[8] Hadis riwayat Imam Tirmidzi dan Imam Hakim.

[9] Hadis riwayat Imam Thabrani dan Imam Al Bazzar.

[10] Hadis riwayat Imam Baihaqi dan Imam Al Khathib. Lihat Fathul Bari, Imam Ibnu Hajar, jilid 10, halaman 243. Syarah Sunan Nasa’i, jilid 3, halaman 304. Faidhul Qadir, jilid 6, halaman 220.

[11] Imam Al Jahdlami, dalam buku “Fadhlush Shalati “Alan Nabi”, halaman 45.

[12] Hadis riwayat Imam Ibnu Majah dan Imam Baihaqi. Lihat “Subulul Huda War Rasyad Fi Sirati Khairil Ibad”, jilid 12, halaman 419. Asy Syifa Bi Ta’rifi Huquqi Al Musthafa, jilid 2, halaman 78. Mu’jam Ibnil Arabi, jilid 1, halaman 348.

[13] Hadis riwayat Imam Baihaqi dan Imam Nasa’i. Lihat “Syu’abul Iman”, Imam Baihaqi, jilid 3, halaman 133. Jam’ul Jawami’/Al Jami’ul Kabir, Imam Suyuthu, jilid 1, halaman 19157.

Sumber: tebuireng.online