Keutamaan Membaca Sholawat – Keutamaan Sholawat Menurut Dalil yang Shahih


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Keutamaan Membaca Sholawat – Keutamaan Sholawat Menurut Dalil yang Shahih.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,
Sebetulnya banyak sekali bahasan tentang Sholawat. Ada Kitab khusus yang berkenaan dengan itu, yaitu Kitab Jalaa’ul Al Afhaam Fishsholaati ‘Alaa Khoiril Anaam yang ditulis oleh Imaam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah رحمه الله. Kitab itu tebal, sehingga tidak mungkin kita bahas satu per satu baik huruf maupun halamannya dalam waktu yang singkat, oleh karena itu pembahasan akan kita ambil dari Kitab At Ta’addub Ma’a Rosuulillaahi Fi Dhou’i Al Kitaabi Was Sunnah (Sopan Santun terhadap Rosuulullooh Menurut Al Qur’an dan As Sunnah) yang ditulis oleh Syaikh Hasan Nur Hasan.
.
Dalam Kitab tersebut, Syaikh Hasan Nur Hasan menulis, bahwa bila dibagi-bagi bahasannya, maka tidak akan kurang dari 5 bahasan yakni:
.
1. Pengertian Sholawat atas Nabi صلى الله عليه وسلم secara bahasa maupun secara istilah
2. Hukum Syar’ie dalam mengucapkan Sholawat atas Nabi صلى الله عليه وسلم
3. Redaksi-Redaksi yang terdapat dalam riwayat-riwayat mana yang mengajarkan tentang Sholawat atas Nabi صلى الله عليه وسلم.
Kita tahu bahwa Sholawat itu adalah Ibadah. Karena merupakan Ibadah, maka tidak bolehmengarang sendiri. Harus ada contoh atau tuntunannya dari Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dan contoh itu sudah ada dan sudah lengkap, serta contoh itu juga harus lah menurut Hadits-Hadits Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم yang shohiih.
4. Kapan dan dimana kita disyari’atkan mengucapkan Sholawat itu.
5. Pahala dan apa yang akan kita dapat, kalau kita mengucapkan Sholawat.
.
Bahasannya mungkin tidak dapat selesai dalam satu kali tulisan, tetapi bisa dalam beberapa kali. Namun dalam mengkaji Ilmu memang harus bersabar dan kontinyu, dan insya Allooh bahasan akan kita sederhanakan agar praktis dan dapat diketahui serta dengan mudah diamalkan apa yang menjadi Syari’at dan Sunnah Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم berkenaan dengan Sholawat.
.
Pengertian Sholawat
.
Sholawat dalam bahasa Arab adalah Ash Sholat (الصلاة). Tetapi pengertian umum di negeri kita Indonesia ini, Sholat adalah sholat lima waktu, yaitu yang disebut juga dengan Ash Sholawat Al Maktuubah (الصلوات المكتوبة), atau Sholawat Al Mafruudhoh (الصلوات المفروضة).
.
Sedangkan yang berkenaan dengan bahasan kita, yaitu Ash Sholat (Sholawat), biasanya ada kalimat berikutnya yaitu “’Alaa”, menjadi: Ash Sholaatu ‘Alan Nabi (الصلاة على النبي), Ash Sholaatu ‘Alar Rosuulillaah صلى الله عليه وسلم الصلاة على رسو الله)), atau Ash Sholawatu ‘Alan Nabi (الصلوات على النبي), Ash Sholawatu ‘Alar Rosuulillaah صلى الله عليه وسلم (الصلوات على رسول الله).
Tetapi, dalam bahasa Indonesia biasanya digunakan kata: Sholawat.
.
Dalam bahasa Arab, Al Imaam Al Jauhary, Imaam Fairuz Abadiy dan Imaam-Imaam yang lain menyebutkan bahwa yang dimaksud Ash Sholat (Sholawat) secara bahasa, artinya adalahDo’a (Permohonan).
Dalam kamus yang lain, Sholawat juga berarti:
–          Du’aa (Permohonan)
–          Rohmah (Kasih Sayang)
–          Istighfaar (Permohonan ampun kepada Allooh سبحانه وتعالى)
–          Ta’dziim (Pengagungan, penghormatan, sanjungan)
.
Maka, para ‘Ulama menyatakan bahwa Ash Sholat (Sholawat) bermakna gabungan, yaitu bisa bermakna: Do’a, Kasih Sayang, Permohonan Ampun dan Pengagungan atau Permohonan Barokah dari Allooh سبحانه وتعالى.
.
Yang paling sering kita pahami adalah Sholat itu berarti Do’a. Bahwa Sholat lima waktu, misalnya, diartikan sebagai Do’a. Karena memang bila kita renungkan, bahwa Sholat lima waktu itu sejakTakbiirotul Ihroom sampai dengan Salaam isinya adalah Do’a. Bahkan selesai sholat pun, kita masih berdo’a Astaghfirullooh, Astaghfirulloooh, Astaghfirullooh, dan seterusnya. Itu semua adalah Do’a.
.
Adapun pengertian Sholat (Sholawat) atas Nabi صلى الله عليه وسلم, menurut para ‘Ulama maksudnya adalah: “Sanjungan yang baik dari Allooh سبحانه وتعالى kepada Rosuululloohصلى الله عليه وسلم”.
Maka kalau kita membaca dalam Al Qur’an Surat Al Ahzaab (33) ayat 56:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
Artinya:
Sesungguhnya Allooh dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Maksudnya adalah bahwa Allooh سبحانه وتعالى menyanjung, memuji Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Itulah seperti yang dikatakan oleh Al Imaam Fairuuz Aabaadiy.
.
Oleh Imaam yang lain, yaitu Al Imaam Al Jurjaani dalam Kitabnya At Ta’rifaat, beliau mengatakan:
Sholawat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم maksudnya adalah memohon kepada Alloohسبحانه وتعالى agar mengagungkan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم baik di dunia maupun di akhirat.”
.
Beberapa penjelasan, misalnya adalah perkataan para ‘Ulama yang lain yaitu Al Qodhy Ismaa’iil Al Jahdzomiy, beliau menukil perkataan Abul ‘Aaliyah رحمه الله (sala seorangTaabi’iin), bahwa Sholawat Allooh سبحانه وتعالى kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, maksudnya adalah memuji (menyanjung)Allooh سبحانه وتعالى memuji, menyanjung Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Tetapi Sholawat Malaikat kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, maksudnya adalah mendo’akan.
.
Imaam Adh Dhohaak, beliau dari kalangan Ahli Tafsir Al Qur’an dan beliau juga adalah Ahli Hadiits, beliau mengatakan: “Allooh سبحانه وتعالى mengucapkan sholawat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, maksudnya adalah Allooh سبحانه وتعالى melimpahkan kasih sayang-Nya kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Dan kalau Malaikat mengucapkan sholawat atas Rosuulullooh  صلى الله عليه وسلم maksudnya adalah mendo’akan.”
.
Lalu kata beliau lagi, “Sholat Allooh سبحانه وتعالى kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, artinya adalah Pemberian ampunan kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, sedangkan dari Malaikat maknanya adalah berdo’a.”
.
Kesimpulannya:
Sholawat Allooh سبحانه وتعالى terhadap Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, maknanya adalah: Sanjungan, Kasih-Sayang, Ampunan.
Sholawat Malaikat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, maknanya adalah: Mendo’akan.
.
Perkataan Imaam yang lainnya, yaitu Al Imaam Al Haliimiy, penulis Kitab Al Minhaaj, yang diringkas oleh Al Imaam Al Baihaqy رحمه الله dalam Kitab Syu’abul ‘Iimaan, beliau mengatakan: “Kalau kita mengucapkan “Alloohumma Sholli ‘alaa Muhammad”, artinya Sholawat kita kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم itu bermakna: Mendo’akan untuk Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلمsupaya Allooh سبحانه وتعالى mengagungkan, meninggikan derajat Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan memohon semua itu dari Allooh سبحانه وتعالى.”
.
Jadi, bukan berarti kita yang mengagungkan, meninggikan derajat Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, karena kita tidak bisa melakukan semua itu.
.
Hanya Allooh سبحانه وتعالى yang bisa melakukannya. Dengan demikian, yang benar adalah: Kita memohon kepada Allooh سبحانه وتعالى : “Ya Allooh, agungkanlah dan tinggikanlah derajat serta berikanlah ampunan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.”
.
Imaam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah رحمه الله dalam Kitabnya yakni Kitab Jalaa’ul Al Afhaam Fishsholaati ‘Alaa Khoiril Anaam, beliau mengatakan:
.
Sholawat yang diperintahkan kepada kita adalah memohon, meminta kepada Allooh سبحانه وتعالى yaitu tentang apa yang Allooh سبحانه وتعالى beritakan bahwa Allooh سبحانه وتعالى mengucapkan sholawat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, Malaikat mengucapkan sholawat atas Rosuululloohصلى الله عليه وسلم. Berita ini adalah memohon supaya Allooh سبحانه وتعالى menyanjung, menyatakan, menampakkan keutamaan, kemuliaan dan mendekatkan Rosuulullooh  صلى الله عليه وسلم dengan Allooh سبحانه وتعالى.”
.
Karena itu, Sholawat yang dimaksudkan bahwa didalamnya mengandung berita sekaligus permohonan (do’a) itu mempunyai 2 (dua) perkara:
.
1. Bahwa Sholawat kita adalah menyanjung, menyebut berbagai kemuliaan dan keutamaan, serta menginginkan dan mencintai Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, dan berharap yang demikian pula dari Allooh سبحانه وتعالى.
Dengan demikian maka ada 2 makna yaitu: Allooh سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia (Alloohسبحانه وتعالى) mengucapkan Sholawat dan kita hendaknya juga mengucapkan Sholawat, sebagaimana hal itu telah diperintahkan-Nya dalam Surat Al Ahzaab (33) ayat 56.
2. Dari kita juga disebutkan Sholawat, adalah agar kita memohon kepada Allooh سبحانه وتعالى supaya Dia (Allooh سبحانه وتعالى) mengucapkan Sholawat yang artinya adalah menyanjung, mengagungkan, memuliakan serta meninggikan derajat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم.
.
Kesimpulan:
Yang dimaksudkan dengan Sholawat adalah:
.
1. Sholawat dari Allooh سبحانه وتعالى kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم
2. Sholawat dari Malaikat kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم
3. Sholawat dari kita (manusia) kepada Rosuullooh صلى الله عليه وسلم.
.
Hukum Ber-Sholawat
.
Landasannya adalah firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Al Ahzaab (33) ayat 56, sebagaimana telah dijelaskan diatas. Yaitu Allooh سبحانه وتعالى dan Malaikat memberikan sholawat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan memerintahkan kita (manusia) agar juga ber-sholawat kepada beliau صلى الله عليه وسلم.
Bahkan bukan hanya ber-sholawat, tetapi juga merupakan Salam untuk beliau صلى الله عليه وسلم.
.
Jadi ada 2 bahasan yaitu Sholawat dan Salam. Tentang Salam, kita lebih mengenalnya sepertiAssalamu’alaikum, Assalamu’alaika, Assalamu ‘alan Nabiy Warohmatulloohi Wabarokaatuhu. Itu lebih kita kenal dan mudah dipahami, maka hal ini tidak akan dibahas secara panjang lebar. Namun demikian, insya Allooh tetap akan kita bahas.
.
Karena Allooh سبحانه وتعالى memberikan sholawat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, serta memerintahkan kepada orang-orang yang beriman supaya juga mengucapkan sholawat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.
.
Dengan demikian, kita harus meyakini bahwa mengucapkan Sholawat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم adalah perintah Allooh سبحانه وتعالى. Bahkan juga merupakan perintah Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Oleh karena itu, bila ada orang yang menyatakan bahwa ia tidak suka dan benci Sholawat, maka itu adalah Salah dan berarti ia bukanlah Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah.
.
Karena Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah itu meyakini kebenaran Al Qur’an dan Hadiits.
Al Qur’an memerintahkan, lalu Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم pun memerintahkan. Hal ini menunjukkan bahwa Sholawat itu DIAJARKAN.
.
Karena diajarkan, maka Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah meyakini bahwa Sholawat itu adalah Ibadah.
Oleh karena merupakan Ibadah, maka kita tidak boleh menggunakan hawa-nafsu atau perasaan atau emosi.
Kalau ada orang yang tidak suka “ber-sholawat sesuai dengan sholawat yang banyak beredar di masyarakat”, maka orang tersebut dikatakan “Kamu benci sholawat ya?”, “Kamu bukan Ahlus Sunnah..” dan seterusnya.

 Padahal, hendaknya caci maki tersebut ditahan terlebih dahulu, jangan emosional, tetapi hendaknya dipahami mengapa orang tersebut enggan mengucapkan “sholawat sebagaimana yang banyak beredar di masyarakat (seperti: sholawat Nariyah, sholawat Badriyah dll)”.

Hal tersebut adalah karena orang tersebut tidak mau mengucapkanSholawat yang redaksinya tidak ada tuntunannya dari Rosuulullooh  صلى الله عليه وسلم atau Sholawat yang tidak Syar’ie sebagaimana yang banyak beredar di masyarakat. Jadi jangan disalah pahami. Bukannya karena dia tidak mau ber-sholawat, tetapi Redaksi Sholawat itu harus lah sesuai tuntunan dan contoh dari Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Jadi dia tidak mau ber-sholawat dengan redaksi sholawat hasil “karangan manusia”, karena Sholawat itu adalah Ibadah, maka Redaksi (kata-kata) Sholawat itu HARUSLAH yang sesuai dengan Hadits yang Shohiih karena itulah yang berasal dari Wahyu.

Oleh karena itu, sebelum mencaci maki seseorang yang tidak mau ber-“sholawat sebagaimana sholawat yang beredar di masyarakat”, hendaknya dipahami dahulu dengan ‘Ilmu (dien) apa alasannya sehingga dia tidak mau bersholawat dengan redaksi sholawat-sholawat  buatan manusia yang tidak ada landasan dalilnya sama sekali.
.
Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah meyakini bahwa orang yang membenci ber-Sholawat kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم itu bisa menjadi Kufur, karena berarti ia melawan firman Allooh سبحانه وتعالى.
.
Hendaknya kita menjadikan Sholawat kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم adalah perintah Allooh سبحانه وتعالى, berarti merupakan bagian dari Syari’at Islam, bagian dari Sunnah Rosuul صلى الله عليه وسلم dan bagian dari Ibadah, dimana dengannya kita mendekatkan diri kepada Allooh سبحانه وتعالى.
.
Perkataan Para ‘Ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah
.
Al Imaam Abu Bakr Al ‘Aamiry, beliau mengatakan: “Ada pun hukum mengucapkan Sholawat atas Rosuul صلى الله عليه وسلم adalah Wajib dengan Ijma’. Jadi Ahlus Sunnah meyakininya sebagai Ijma’. Maka Al Qur’an memerintahkan, As Sunnah memerintahkan dan Ijma’ (kesepakatan para ‘Ulama) juga mengatakan bahwa Sholawat atas Rosuul صلى الله عليه وسلم itu Wajib hukumnya.”
.
Berarti orang yang tidak ber-sholawat kepada Rosuul صلى الله عليه وسلم itu bisa dikenakan hukum berdosa. Mengapa disebut Wajib? Karena perkara Sholawat itu telah diperintahkan berdasarkan ayat yang mulia seperti telah dijelaskan diatas yakni dalam QS. Al Ahzaab (33) ayat 56.
.
Akan tetapi Sholawat atas Rosuul صلى الله عليه وسلم itu tidak ditentukan waktunya maupun bilangannya. Berarti tidak boleh ada orang yang membuat ketetapan sendiri bahwa Sholawat itu hendaknya dilakukan pada malam Jum’at dengan sekian kali jumlahnya, dan seterusnya. Karena ketetapan seperti itu tidak ada. Sholawat adalam Ibadah, jadi harus berlandaskan kepada daliil yang shohiih. Tidak boleh kita mengamalkan sesuatu yang tidak ada landasannya dari Wahyu sama sekali.
.
Al Imaam As Sakhoowiy رحمه الله, menukil dari guru beliau yang bernama Al Haafidz Ibnu Hajar Al Asqolaany رحمه الله (Imaam dari madzab Asy Syaafi’iy), kata beliau: “Hukum Sholawat atas Nabi itu ada 10 pendapat:
1. Anjuran (Mustahabbah)
2. Wajib secara umum, tanpa ada batas, minimal satu kali.
3. Wajib satu kali seumur hidup, seperti mengucapkan kalimat Asyhaadu ‘alaa Illaaha Illallooh wa asyhaadu anna Muhammadur Rosuulullooh.
Artinya, kalau ada orang yang seumur hidupnya mengucapkan sholawat kepada Rosuul صلى الله عليه وسلم itu sekali-kalinya, maka ia tidak berdosa. Karena ia telah pernah mengucapkan Sholawat atas Rosuul صلى الله عليه وسلم.
4. Wajib minimal dalam satu kali duduk ketika orang mengakhiri sholat antara ia mengucapkanTasyaahud dan Salaam.
5. Wajib hanya dalam Tasyaahud, sedangkan diluar Tasyaahud maka sholawat itu tidak Wajib. Semua sholawat diluar Tasyaahud adalah Sunnah.
6. Wajib dalam sholat, tetapi tidak  ada ketentuan tempatnya (Yang ini sudah terangkum dalam pendapat ke-4 diatas). 
7. Sholawat hendaknya diperbanyak, tanpa boleh menentukan jumlah (banyak) bilangannya.
8. Wajib ketika disebut nama Muhammad (Rosuulullooh). Setiap kita mendengar nama Nabi (Rosuul) Muhammad disebut, maka kita wajib mengucapkan Sholawat.
9. Wajib dalam satu kali Majlis (duduk), kita hendaknya mengucapkan sholawat atas Rosuul صلى الله عليه وسلم adalah satu kali. Kalau Majlis (duduknya) berulang-ulang, maka Sholawatnya juga berulang-ulang.
10. Wajib dalam setiap berdo’a. Do’a akan menjadi “mandul”, bila tidak disertai ucapan Sholawat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Maka, adab dalam berdo’a adalah:
–          Memuji Allooh سبحانه وتعالى
–          Beristighfar
–          Mengucapkan Sholawat atas Rosuul صلى الله عليه وسلم lalu berdo’a (atau do’anya ditutup dengan Sholawat atas Rosuul صلى الله عليه وسلم).
.
Kalau dicermati, sebenarnya 10 pendapat tersebut adalah saling melengkapi. Tetapi dalam pelaksanaannya, sesuai dengan Hadits-Hadits Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, maka sesungguhnya Sholawat itu ada dalam setiap pendapat tersebut.
.
Menumbuhkan Motivasi
.
Hendaknya kita menumbuhkn motivasi dalam diri kita bahwa kita cinta untuk mengucapkanSholawat dan tidak bakhil (kikir), maka dibawah ini akan disampaikan berbagai daliil dan nashyang mendorong seseorang untuk rajin dan tidak bakhil dalam mengucapkan Sholawat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dalam bentuk menjelaskan keutamaannya.
.
Keutamaan mengucapkan Sholawat antara lain adalah sebagai berikut:
.
Menurut Imaam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah رحمه الله dalam Kitabnya: “Sesungguhnya orang yang memohon agar Allooh سبحانه وتعالى memberi sholawat kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلمadalah termasuk do’a yang paling besar dan paling bermanfaat bagi diri orang tersebut, baik di dunia maupun di akhirat.”
Dalam Hadits Riwayat Imaam Muslim no: 939, dari Shohabat Abu Hurairoh رضي الله عنه, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Artinya:
Barangsiapa yang mengucapkan sholawat atasku satu kali, maka Allooh akan balas dengan sepuluh kali lipat.”
Dalam Hadits Riwayat Imaam Muslim no: 875, dari Shohabat bernama ‘Abdullooh bin Amru bin Al ‘Ash رضي الله عنه, ia berkata: “Aku mendengar Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,
إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا
Artinya:
Jika kalian mendengar mu’adzin (– mengucapkan adzan – pent.), maka katakanlah seperti yang diucapkan oleh mu’adzin. Kemudian ucapkanlah oleh kalian sholawat atasku. Barangsiapa yang mengucapkan sholawat atasku satu kali, maka Allooh akan membalas (pahala) sholawat atasnya sepuluh kali lipat.
.
Dalam Hadits Riwayat Imaam At Turmudzy no: 2457, lalu beliau berkata bahwa Hadits ini Hasan Shohiih, demikian pula Syaikh Nashiruddin Al Albaany berkata bahwa Hadits ini Hasan, dari Shohabat Ubay bin Ka’ab رضي الله عنه, beliau berkata,
 يا رسول الله إني أكثر الصلاة عليك فكم أجعل لك من صلاتي ؟ فقال ما شئت قال قلت الربع قال ما شئت فإن زدت فهو خير لك قلت النصف قال ما شئت فإن زدت فهو خير لك قال قلت فالثلثين قال ما شئت فإن زدت فهو خير لك قلت أجعل لك صلاتي كلها قال إذا تكفى همك ويغفر لك ذنبك
Artinya:
Ya Rosuulullooh, sesungguhnya aku memperbanyak sholawat atasmu, berapa banyak yang harus aku ucapkan sholawat atas engkau itu?
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab, “Semaumu”.
Lalu aku (Ubay bin Ka’ab رضي الله عنه) berkata, “Apakah seperempat?”
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab, “Semaumu, kalau engkau tambah maka itu lebih baik.”
Aku (Ubay bin Ka’ab رضي الله عنه) bertanya, “Bagaimana kalau setengah?”
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab, “Semaumu, kalau engkau tambah, maka itu lebih baik.”
Aku (Ubay bin Ka’ab رضي الله عنه) bertanya lagi, “Bagaimana kalau dua pertiga?”
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab, “Semaumu, kalau engkau tambah, maka itu lebih baik.”
Kata Ubay bin Ka’ab رضي الله عنه, “Aku jadikan sholawat semua untukmu ya Rosuulullooh.”
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab, “Insya Allooh Ta’alaa ucapan yang engkau ucapkan itu akan mencukupi kemauanmu.
.
Demikianlah, barangsiapa yang mengucapkan Sholawat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, maka Allooh سبحانه وتعالى akan memberi kecukupan atas apa yang menjadi kegundahan dalam hidupnya.
Bahkan dalam sabda Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم selanjutnya: “Dosamu pun akan diampuni.”
Maka bagi siapa yang memiliki banyak problem dalam hidupnya, maka Sholawat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم pun ternyata merupakan bagian dari solusi baginya.
.
Lalu dalam Hadits Riwayat Al Imaam ‘Abdur Rozzaq رحمه الله no: 3114, dari Shohabat Ya’qub bin Tholhah At Taimy رضي الله عنه, beliau berkata, “Aku mendengar Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,
أتاني آت من ربي فقال لا يصلي عليك عبد صلاة إلا صلى الله عليه عشرا قال فقال رجل يا رسول الله إلا أجعل نصف دعائي لك قال إن شئت قال ألا أجعل كل دعائي لك قال إذا يكفيك الله هم الدنيا والآخرة
Artinya:
Telah datang kepadaku seseorang yang datang dari Allooh (– maksudnya: Malaikat – pent.),dan berkata, “Siapa saja dari hamba Allooh yang mengucapkan Sholawat atasmu, maka Allooh akan membalas Sholawat itu sepuluh kali lipat.”
Lalu ada orang yang datang dan berkata kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, “Ya Rosuulullooh, kalau aku jadikan setengah doaku untukmu, bagaimana?
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab, “Jika engkau mau.”
Orang itu bertanya lagi, “Bagaimana kalau semua do’a itu untukmu, ya Rosuulullooh?
.
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab, “Kalau semua itu engkau lakukan, maka Allooh akan memberimu kecukupan dari apa yang engkau gundahkan di dunia maupun dalam perkara akhirat.”
..
Dalam Hadits yang disebutkan oleh Al Mundziriy رحمه الله dalam Kitab At Targhiib Wat Tarhiibno: 1657, dari Shohabat Anas bin Maalik رضي الله عنه, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,
من ذكرت عنده فليصل علي ومن صلى علي مرة صلى الله عليه بها عشرا
Artinya:
Barangsiapa yang aku disebut disisinya, kemudian orang itu mengucapkan sholawat atasku satu kali, maka Allooh akan gandakan sepuluh kali lipat.”
.
Dalam Hadits Riwayat Imaam Ahmad dalam Musnad-nya no: 12017, dan menurut Syaikh Syu’aib Al Arnaa’uth bahwa Hadits ini adalah Shohiih dengan Sanad yang Hasan, dari Shohabat Anas bin Maalik رضي الله عنه, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,
من صلى علي صلاة واحدة صلى الله عليه عشر صلوات وحط عنه عشر خطيئات
Artinya:
Barangsiapa yang mengucapkan sholawat atasku satu kali, maka akan Allooh lipatgandakan sepuluh kali dan Allooh hapus sepuluh kesalahan.
.
Juga dalam Hadits Riwayat Imaam An Nasaa’i dalam As Sunnan Al Kubro no: 9890, dishohiihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albaany dalam Shohiih At Targhiib Wat Tarhiibno: 1657, dari Shohabat Anas bin Maalik رضي الله عنه, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,
من صلى علي صلاة واحدة صلى الله عليه عشر صلوات وحط عنه بها عشر سيئات ورفعه بها عشر درجات
Artinya:
Barangsiapa yang mengucapkan sholawat atasku satu kali, maka akan Allooh lipat-gandakan menjadi sepuluh kali dan dihapus sepuluh kejelekan, dan ditinggikan derajatnya sepuluh derajat.”
.
Dan dalam Hadits Riwayat Imaam Al Bukhoory dalam Kitab Al ‘Aadaabul Mufrood no: 642, menurut Syaikh Nashiruddin Al Albaany Hadits ini adalah Hasan, dari Shohabat Anas dan Maalik bin Aus Al Hadatsaan رضي الله عنهما,
أن النبي صلى الله عليه و سلم خرج يتبرز فلم يجد أحدا يتبعه فخرج عمر فاتبعه بفخارة أو مطهرة فوجده ساجدا في مسرب فتنحى فجلس وراءه حتى رفع النبي صلى الله عليه و سلم رأسه فقال أحسنت يا عمر حين وجدتني ساجدا فتنحيت عني ان جبريل جاءني فقال من صلى عليك واحدة صلى الله عليه و سلم عشرا ورفع له عشر درجات
Artinya:
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم keluar untuk buang air besar. Tidak ada yang mengikuti beliau صلى الله عليه وسلم, akhirnya ‘Umar bin Khoththoob رضي الله عنه yang mengikutinya sambil membawa air satu bejana untuk bersuci bagi Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Ketika itu beliau صلى الله عليه وسلم menundukkan kepala, lalu ‘Umar bin Khoththoob رضي الله عنه berdehem (memberi isyarat), sambil duduk dibelakang beliau صلى الله عليه وسلم. Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم kemudian mengangkat kepalanya, dan bersabda,
Bagus sekali engkau wahai ‘Umar. Dalam keadaan aku mencari air, engkau membawakan aku air. Jibril datang kepadaku dan mengatakan, “Barangsiapa yang mengucapkan sholawat atasku satu kali, maka Allooh akan lipat-gandakan menjadi sepuluh kali, dan Allooh akan angkat derajatnya sepuluh derajat.”
.
Masih banyak lagi Hadits-Hadits yang sama dan mirip dengan Hadits diatas, yang memberikan petunjuk kepada kita bahwa Sholawat atas Rosuul صلى الله عليه وسلم itu demikian tinggi nilainya, mudah untuk diamalkan tetapi sangat besar pahala dan keutamaannya.
.
Lalu dalam Hadits Riwayat Imaam Ahmad no: 1664, menurut Syaikh Syuaib Al Arnaa’uth Hadits ini adalah Hasan Lighoirihi:
عن عبد الرحمن بن عوف قال : خرج رسول الله صلى الله عليه و سلم فتوجه نحو صدقته فدخل فاستقبل القبلة فخر ساجدا فأطال السجود حتى ظننت ان الله عز و جل قد قبض نفسه فيها فدنوت منه فجلست فرفع رأسه فقال من هذا قلت عبد الرحمن قال ما شأنك قلت يا رسول الله سجدت سجدة خشيت ان يكون الله عز و جل قد قبض نفسك فيها فقال ان جبريل عليه السلام أتاني فبشرني فقال ان الله عز و جل يقول من صلى عليك صليت عليه ومن سلم عليك سلمت عليه فسجدت لله عز و جل شكرا
Artinya:
Dari Shohabat ‘Abdurrohman bin ‘Auf رضي الله عنه, beliau berkata, “Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم keluar menuju ke tempat shodaqoh, lalu masuk kemudian menghadap Kiblat dan sujud dan memanjangkan sujudnya. Aku mengira bahwa Allooh سبحانه وتعالى telah mencabut nyawanya disaat sujud, maka aku mendekatinya dan duduk, maka tiba-tiba Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم mengangkat kepalanya dan bertanya, “Siapa ini?”
Aku menjawab, “’Abdurrohmaan.”
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bertanya, “Apa urusanmu?”
Aku menjawab, “Ya Rosuulullooh, engkau sujud dengan sujud dimana aku takut Allooh سبحانه وتعالى telah mencabut nyawamu.”
Maka beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Sesungguhnya Jibril datang kepadaku membawa berita gembira dan berkata,“Sesungguhnya Allooh berfirman, barangsiapa yang mengucapkan sholawat atasmu, wahai Muhammad, dan mengucapkan salam padamu, maka aku (Jibril) pun memberi sholawat dan salam untuk orang itu. Maka aku sujud kepada Allooh سبحانه وتعالى sebagai bagian dari syukurku kepada-Nya.”
.
Juga dalam suatu Hadits sebagaimana dinukil oleh Al Jahdhomy dalam Kitab beliau bernamaFadhlus Sholaat ‘Alan Nabiy no:10, dengan derajat Hasan Lighoirihi, dari Shohabat ‘Abdurrohmaan bin Auf  رضي الله عنه,
عن ابن عوف قال : كان لا يفارق فئ النبي صلى الله عليه وسلم بالليل والنهار خمسة نفر من أصحابه أو أربعة لما ينوبه من حوائجة قال فجئت فوجدته قد خرج فتبعته فدخل حائطا من حيطان الأسواف فصلى فسجد سجدة أطال فيها فحزنت وبكيت فقلت لأرى رسول الله صلى الله عليه وسلم قد قبض الله روحه قال فرفع رأسه وتراءيت له فدعاني فقال : مالك قلت يا رسول الله سجدت سجدة أطلت فيها فحزنت وبكيت وقلت لأرى رسول الله صلى الله عليه وسلم قد قبض الله روحه قال : ( هذه سجدة سجدتها شكرا لربي فيما آتاني في أمتي من صلى علي صلاة كتب الله له عشر حسنات )
Artinya:
Ada 5 orang atau 4 orang sahabat yang tidak pernah berpisah dari fa’i (– harta rampasan perang – pent.) baik di malam hari maupun di siang hari, karena bergiliran memenuhi kebutuhan.”
Beliau (‘Abdurrohman bin Auf) berkata, “Aku datang dan menemui Rosuulullooh صلى الله عليه وسلمtetapi beliau telah keluar, maka aku ikut dan masuklah pada suatu ladang, sehingga beliau صلى الله عليه وسلم sholat dengan sujud yang beliau صلى الله عليه وسلم panjangkan. Sehingga aku sedih dan menangis dan berkata, ‘Aku melihat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم telah dicabut nyawanya oleh Allooh سبحانه وتعالى .
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sujud ini kulakukan sebagai syukurku kepada Robb-ku, disebabkan datangnya pada dalam ummatku, “Barangsiapa yang mengucapkan sholawat atasku satu kali, maka Allooh سبحانه وتعالى akan mencatat untuknya sepuluh kebajikan.”
.
Lalu dalam suatu Hadits sebagaimana dinukil oleh Al Jahdhomy dalam Kitab beliau bernamaFadhlus Sholaat ‘Alan Nabiy no: 978, dari Shohabat ‘Abdullooh bin Abi Tholhah dari ayahnya رضي الله عنهما, beliau berkata,
خرج علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم والبشر يرى في وجهه فقلنا يا رسول الله نرى البشر في وجهك فقال إنه أتاني الملك فقال إن ربك يقول يا محمد أما يرضيك إلا يصلي عليك أحد من أمتك إلا صليت عليه عشرا ولا يسلم عليك إلا سلمت عليه عشرا
Artinya:
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم keluar kepada kami dengan terlihat pada wajahnya sangat berseri-seri.
Maka kami katakan, “Ya Rosuulullooh, kami melihat pada wajah engkau terdapat sesuatu perkara yang menggembirakan.”
Maka Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab, “Ya, karena telah datang kepadaku Malaikat yang mengatakan, “Wahai Muhammad, sesungguhnya Robb-mu (Allooh سبحانه وتعالى) berfirman, “Apakah engkau ridho wahai Muhammad, karena jika ada seseorang dari ummatmu mengucapkan sholawat atasmu, maka Aku akan mengucapkan kepadanya sepuluh kali. Kalau orang itu mengucapkan salam kepadamu satu kali, maka Aku akan mengucapkan kepadanya sepuluh kali.”
.
Demikianlah, begitu banyak dalil yang memberikan petunjuk kepada kita agar kita bergiat serta memperbanyak mengucapkan Sholawat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, karena demikian banyak pahala dengan ucapan Sholawat tersebut.
.
Adapun Imaam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah رحمه الله didalam Kitabnya, menjelaskan bahwa ada 19 (Sembilan belas) faedah dan keuntungan dari mengucapkan Sholawat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم tersebut, yaitu:
  1. Berarti kita melaksanakan apa yang menjadi perintah Allooh سبحانه وتعالى
  2. Kita bersesuaian dengan Allooh سبحانه وتعالى, walaupun Sholawat Allooh سبحانه وتعالى kepada Rosuul صلى الله عليه وسلم itu berbeda arti dengan Sholawat kita kepada Rosuul صلى الله عليه وسلم, tetapi Allooh سبحانه وتعالى mengucapkan Sholawat dan kita pun mengucapkan Sholawat.
  3. Bersesuaian dengan Malaikat, yang juga mengucapkan Sholawat kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم.
  4. Kita akan mendapatkan 10 kali Sholawat dari kita yang sekali mengucapkan Sholawattersebut.
  5. Kita akan ditingkatkan menjadi 10 (sepuluh) derajat lebih tinggi dengan sekali ber-sholawat.
  6. Kita dicatat mendapat 10 (sepuluh) kebajikan dari sekali ber-Sholawat.
  7. Kita dihapus 10 (sepuluh) kesalahan, setiap kali kita mengucapkan Sholawat.
  8. Bila orang berdo’a kepada Allooh سبحانه وتعالى, maka diharapkan dengan mengucapkan Sholawat atas Rosuul صلى الله عليه وسلم, maka do’anya akan di-ijabah (dikabulkan) oleh Allooh سبحانه وتعالى
  9. Menyebabkan orang mendapatkan Syafa’at dari Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم  (atas izin Allooh سبحانه وتعالى) di akherat
  10. Menjadi penyebab pengampunan dosa dari Allooh سبحانه وتعالى
  11. Menyebabkan Allooh سبحانه وتعالى memberikan kecukupan kepada orang yang ber-Sholawat.
  12. Menyebabkan orang dekat dengan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم di akherat
  13. Menyebabkan langgengnya (kekalnya) cinta seseorang kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم
  14. Menyebabkan seseorang senang kepada manusia, yaitu mencintai sesama orang yang juga mencintai Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم
  15. Penyebab terbukanya pintu hidayah bagi orang yang mengucapkan Sholawat. Bahkan hatinya menjadi hidup, peka (sensitif) terhadap hal-hal yang baik.
  16. Termasuk mengucapkan dan menyebutkan nama orang yang membacakan Sholawat itu sendiri.
  17. Merupakan ucapan dari rasa syukur karena Allooh سبحانه وتعالى memberikan kepada kita sehat wal afiyat, kesempatan, rizqy dan seterusnya; yang mana Allooh سبحانه وتعالى memerintahkan kita untuk ber-Sholawat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم
  18. Mengandung ingatan, rasa terimakasih, dan pengakuan bahwa Allooh سبحانه وتعالى memberi kenikmatan anugerah kepada hamba-Nya dengan cara Allooh سبحانه وتعالى mengutus Rosuul-Nya صلى الله عليه وسلم. Dengan diutusnya Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, maka kita ber-Sholawatdan akhirnya kita pun mendapatkan berbagai kebaikan.
  19. Sholawat kepada Rosuulullooh  صلى الله عليه وسلم merupakan do’a dari hamba kepada Allooh سبحانه وتعالى. Do’a yang merupakan permintaan dan do’a yang merupakan ibadah.
.
Mudah-mudahan setelah penjelasan diatas, kita terbangkit untuk selalu mengucapkan Sholawatatas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Adapun Redaksi Sholawat, mana yang shohiih dan mana yang tidak, insya Allooh akan dibahas pada pertemuan yang akan datang.
.
Alhamdulillah, kiranya cukup sekian dulu bahasan kita kali ini, mudah-mudahan bermanfaat. Kita akhiri dengan Do’a Kafaratul Majlis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Jakarta, Senin malam, 7 Jumadil Awwal 1432 H  –  11 Maret 2011

 

.

Oleh:  Ust. Achmad  Rofi’i, Lc.
Sumber: ustadzrofii.wordpress.com

Inilah 18 Fadhilah Sholawat yang Luar Biasa


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Inilah 18 Fadhilah Sholawat yang Luar Biasa.

Pengertian dari membaca sholawat yaitu memberi keberkahan, kemuliaan, kesejahteraan dan rahmat pada nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan pengikutnya, dimana tujuan kita agar mendapatkan pahala dan kebaikan selama didunia dan dihari kiamat kelak. Tetapi Sholawat juga berarti berdoa memberi kemuliaan dan memuji nama yang maha sempurna Allah SWT agar kita selalu dekat dengannya sehingga ketika kita membutuhkan bantuannya dalam keadaan terdesak maka tak akan ada yang mustahil baginya untuk dapat menolong kita.

Nabi Muhammad SAW bersabda : “Apabila salah satu diantara kamu (manusia) membaca sholawat, sebaiknya diawali dengan mengagungkan nama Allah ta’ala dan memujinya , setelah itu barulah membaca sholawat kepada nabi , setelah itu barulah dapat berdoa sesuai doa yang dinginkan ( HR.Ahmad, Abu dawud dan tirmidzi)”

Fakta dari fadhilah sholawat

Berikut adalah beberapa fakta mengenai fadhilah sholawat :

1. Membaca sholawat dapat menggantikan shadaqah bagi orang orang yang hidup dalam garis kemiskinan dan tidak mampu bershadaqah.

2. Dimudahkan jalan menuju kematian yang baik dan tidak menderita kesusahan atau ketika sakaratul maut (Sholawat dibaca sebanyak 10 kali setelah sholat maghrib)

3. Terhindar dari rasa gelisah, kekhawatiran, kepanikan, kecurigaan dan rasa kebingungan akibat masalah yang sedang dihadapi

4. Dapat dibukakan pintu rejeki seluas luasnya dan dilapangkan segala urusan dunia tanpa ada masalah (Membaca sholawat dibaca sebanyak banyaknya setiap hari )

5. Dapat menghapus dosa dosa kecil yang disengaja atupun tidaak sengaja yang telah berlangsung lama atau baru ( sholawat dibaca 80 kali pada hari jumat setelah sholat ashar)

6. Dapat terhindar dari tipu muslihat dan godaaan setan atau jin kafir yang hanya menggiring kita pada perbuatan dosa yang nantinya akan merugikan pihak lain

7. Dapat terhindar dari hasutan, gunjingan buruk atau fitnah dari orang orang yang memiliki fikiran jahat yang didalam hati mereka dipenuhi rasa iri, dengki dan amarah (Sholawat dapat dibaca sebanyak 1000 kali). (baca : fitnah dalam islam)

8. Dapat diberikan keselamatan oleh Allah SWT terhadap bencana alam atau bencana lain yang dihasilkan dari perbuatan jahat manusia ( sholawat dapat dibaca sehabis shalat fardhu sebanyak 3 kali)

9. Dapat mendatangkan rahmat dan hidayah bagi orang orang yang membaca sholawat dengan hati yang ikhlas dan tidak terburu buru ( sholawat dapat dibaca 10 kali setiap hari)

10. Dapat mendapatkan jodoh yang baik dan cepat aats ketetapan daan ketentuan dari Allah SWT ( sholawat dapat dibaca 100 kali setiap hari )

11. Dapat menyembuhkan penyakit ringan dan penyakit menular (sholawat dibaca sebanyak 7 kali setiap hari setelah menjalankan sholat 5 waktu)

12. Diterangkan pikiran, ditenangkan hati dan dicarikan jalan keluar pada setiap masalah yang sedang dihadapi (sholawat dibaca 3 kali setelah menjalankan sholat 5 waktu)

13. Agar memiliki cara berfikir yang cerdas, sabar dan penuh ide baru yang bermanfaat bagi banyak orang ( sholawat dibaca sebanyak 1000 kali )

14. Agar dipandang baik oleh umum misalnya lebih dihargai, dihormati dan disayangi banyak orang (sholawat dibaca sebanyak 11 kali setiap sholat lima waktu)

15. Mendapat pertolongan dari Allah SWT disaat kesusahan yang terdesak atau pada saat tidak ada (sholawat dibaca sebanyak banyaknya diberbagai kesempatan)

16. Apa yang dilakukan dan direncanakan agar berakhir dengan keberhasilan asalkan yang dilakukan sesuai dengan kaidah islam dan tidajk merugikan pihak manapun.

17. Akan diberikan berbagai macam kesenangan, kebahagiaan dan ketenangan hati didunia dan akhirat (sholawat dibaca sebanyak 1000 kali pada malam jumat )

18. Terhindar dari penyakit hati yang menimbulkan dosa misalnya sifat dendam, iri dan menyebarkan keburukan orang lain dan lain lain (sholawat dibaca sebanyak 41 kali setiap hari setelah sholat 5 waktu).

Anjuran Membaca Doa diawali Dengan Sholawat
Bagaimana jika berdoa dengan memuji nama Allah SWT tetapi tidak membaca sholawat pada Nabi Muhammad SAW ?

Agar doa atau sholawat diterima dan dikabulkn oleh Allah SWT hendaknya memanjatkan doanya dengan tata cara yang santun dan sesuai dengan kaidah islam yakni memulainya dengan memuji nama Allah SWT kemudian melanjutkan dengan membaca sholawat dengan hati ikhlas dan tidak terburu buru.

Doa yang dilakukan dengan memuji nama Allah SWT namun tidaak mermbaca sholawat untuk kemuliaan nabi Muhammad SAW, dianggap orang yang sedang berdoa tersebut terburu buru dan tidak benar benar dalam kondisi yang konsentrasi.

Dengan kata lain orang tersebut lebih mengutamakan keinginan duniawinya daripada mendekatkaan diri pada Allah dan Rasullulah SAW. Kejadian yang sangat disayangkan tersebut sesuai dengan pernyataan Rasullah SAW bahwa; ” dia mendengar ada seseorang yang sedang berdoa memuji nama allah namun tanpa membaca sholawat , maka nabi mengatakaan bahwa orang itu terburu buru.”

Inilah sabda nabi Muhammad tentang sholawat “Bagi siapa yang membaca sholawat kepadaku walau cuma satu kali maka allah SWT akan membalas kebaikan kepadamu sepuluh kali dan sepuluh derajat ” ( HR. Muslim : 408 dan pernah dinyatakan oleh Imam bukhori dalam adabul Mufrad , Ibnu abu syaibah, Ismaili dan sanad ma’lul)”

Maka dari itu ada hadist yang menunjukkan keutamaan bersholawat kepada nabi Muhammad SAW dan anjuran untuk memperbanyak membaca sholawat tersebut. Karena itulah mengapa Allah ta’ala turunlah sebuah rahmat , sebuah pengampunan, pahala yang besar bagi siapa saja yang membaca sholawat.

Inilah hadistnya : “Sesungguhnya Allah dan malaikat malaikatnya bersholawat untuk nabi. Hai orang orang yang beriman bersholawatlah selalu untuk nabi Muhammad dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al- ahzab 33:56 )”

Sholawat untuk memuliakan Nabi terakhir Muhammad SAW agar seluruh umat muslim selalu ingat bahwa dialah nabi terakhir yang wajib dimuliakan sampai akhir jaman. Membaca sholawat ternyata sangat berperan besar dihari kiamat nanti, karena membaca sholawat merupakan sebuah doa yang berjalan pada kebaikan dan kebenaran yang sebenarnya untuk mengingatkan pada semua muslim didunia bahwa allah satu satunya tuhan tuhan pencipta alam dan Rasullullah adalah utusan allah SWT yang terakhir hingga hari kiamat tiba. Sosoknya wajib kita muliakan dan kita beri rahmat melalui sholawat agar menjadi sauri tauladan bagi seluruh umat manusia khususnya kaun muslim.

Masih ada kejadian diluar nalar yang perlu diwaspadai yaitu munculnya aliran sesat yang mengaku sebagai tuhan alam semesta yang menjelma menjadi manusia , ada juga yang mengaku jelmaan nabi setelah nabi muhammad SAW. maka dari itu membaca sholawat adalah jalan terbaik untuk mengukuhkan dan memperkuat keimanan seseorang terhadap kepercayaan adanya allh SWT yang sebenarnya nyata seta percaya dengan hadist hadist nabi bahwa Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir sampai akhir jaman.

Hari Jumat Penuh Berkah untuk Bersholawat

Membaca sholawat bisa dilakukan kapan saja dan hari apa saja karena didalam islam semua hari adalah baik dan diciptakan allh SWT dengan memiliki keistimewaannya sendiri sendiri. Jika ada perintah Allah untuk manusia bersholawat pada hari jumat itu dikarenakan sudah ketetapannya dan kita tidaklah bisa mengubahnya, dialah yang maha tinggi dengan segala yang dikehendakinya dan pada dasarnya Ketetapan allah SWT adalah ketetapan dari baginda Rasullulah SAW juga .

Rasullulah bersabda bahwa ” perbanyaklah sholawat kepadaku pada setiap hari jumat, karena pada hari itulah sholawat umatku akan diperlihatkan dengahn jelas padaku pada setiap hari jumat , dan barang sipa yang banyak bersholawat kepadaku maka dialah yang paling dekat denganku ketika hari kiamat tiba.” (HR. Baihaqi didalam sunan al- kibro)”

Inilah yang termasuk sholawat nabi yang bisa diamalkan dan dibaca sesuai dengan keinginan kita tetapi tetap pada tujuan untuk mermuliakan dan mensejahterakan nabi Muhammad SAW, keluarga beserta pengikut setianya , Membaca sholawat juga mempunyai tujuan agar senantiasa memperkuat keimanan kita dan mendapatkan berkah, pahala serta kebaikan dari Allah SWT.

  1. Sholawat Jibril
  2. Sholawat Nariyyah
  3. Sholawat An-Nabiyyul Ummi
  4. Sholawatb Al-Qadril Azhim
  5. Sholawaat Rau’ufurahhim
  6. Sholawat Sa’adatud – Darain
  7. Sholawat Kamaliyah
  8. Sholawat Basyairul khairat
  9. Sholawat Ibrahimiyah
  10. Sholawat Badawiyah
  11. Sholawat Munjiyat dan lain lain.
  12. Sholawat Khusus yang didapat dari Guru

Membaca sholawat dengan sungguh sungguh, dengan hati yang ikhlas dan tidak terburu buru serta semata mata hanya mengharapkan ridho , pengampunan, berkah dan pahala dari Allah SWT, maka apa yang kita inginkan akan menjadi prioritas utama Oleh allah SWT untuk segera dikabulkan.

Memahami tentang Sholawat lebih baik ketika usia dini

  • Alangkah besar manfaat yang akan didapat jika tentang pengertian sholawat di ketahui dan dipahami oleh anak anak usia dini. Diusia dewasanya nanti tentang sholawat bukan tidak mungkin sudah mendarah daging dalam keimannanya dan bisa menjadi kebiasaan yang terpuji untuk selalu membaca sholawat dihari hari kehidupan yang sedang dijalaninya.
  • Memberi pemahaman dan pengertian yang benar tentang sholawat pada anak anak diusia dini sebaiknya ditempat ibadah misalnya saat ada pengajian dan mempraktekan kalimah kalimah doa sholawat setelah melakukan sholat 5 waktu atau ketika disekolah sedang ada pelajaran Agama Islam.
  • Membentuk kepercayaan dan memperkuat keimanan terhadap kaidah islam sejak usia dini lebih manjur untuk menciptakan pribadi seseorang menjadi lebih baik dan mandiri selama apa yang diajarkan adalah kebenaran dan kebaikan, misalnya memberi pemahaman tentang manfaat sholawat dan membiasakan diri untuk selalau membaca kalimat tersebut dalam keadaan apapun.

Sumber: dalamislam.com

Keutamaan Bacaan Sholawat Nabi


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Keutamaan Bacaan Sholawat Nabi.

Sholawat Nabi – Shalawat merupakan bentuk jama’ dari kata shalat yang berarti do’a, rahmat, berkah, serta inayah. Sebagai hamba Allah yang beriman hendaknya kita memperbanyak shalawat kepada junjungan Nabi agung Muhammad SAW.

Anjuran untuk memperbanyak shalawat juga telah Allah tegaskandalam firmannya pada Surat Al-Ahzab ayat 56 yang menyatakan bahwasanya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi, maka dari itu orang-orang yang beriman juga hendaknya bershalawat serta mengucapkan salam penghormatan untuk Nabi.

Dari ayat tersebut menjelaskan bahwa shalawat bukan hanya sekedar ucapan terima kasih kepada Nabi saja, melainkan juga menjdi ibadah yang utama.

Allah SWT menyebutkan bahwa Allah sendiri bershalawat kepada Nabi, kemudian memerintahkan para malaikatnya ikut bershalawat kepada Nabi, baru kemudian Allah memerintahkan hambaNya untuk ikut bershalawat kepada Nabi juga. Allah bershalawat kepada Nabi dapat diartikan bahwa Allah mencurahkan rahmat kepadanya.

Sedangkan malaikat bershalawat kepada Nabi berarti malaikat mendoakan Nabi agar mendapat rahmat dari Allah serta memintakan ampunan. Sementara itu, jika orang-orang mukmin bershalawat kepada Nabi itu berarti mereka berdoa supaya diberi rahmat.

Shalawat sendiri merupakan ibadah yang tidak mengenal batas alam, jarak, maupun waktu. Artinya, jika kita bershalawat maka akan menembus langit yang sangat jauh, didengar malaikat, kemudian turut mengucapkan do’a bagi orang yang mebacanya.

Nabi Muhammad SAW juga bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam tirmidzi bahwasanya manusia yang paling layak berkumpul dengan Nabi Muhammad yaitu orang yang paling banyak bershalawat kepadanya.

Keutamaan Membaca Shalawat Nabi

Agama Islam memberikan kemudahan ibadah yang besar kepada umatnya. Salah satu kemudahan tersebut yaitu dengan bershalawat.

Shalawat kepada Nabi sendiri merupakan salah satu bentuk ibadah yang paling agung. Dengan bershalawat berarti kita mengucapkan rasa terimakasih kepada Nabi.

Dengan begitu malaikat pun akan turut serta mendoakannya. Shalawat sangat baik diucapkan dalam setiap hembusan nafas ataupun cukup membacanya di dalam hati saja.

Shalawat akan memberikan keutamaan serta kebaikan yang besar bagi para pembacanya. Berikut ini beberapa keutamaan shalawat Nabi yang dapat Anda peroleh.

1. Merupakan Tanda Cinta Seorang Muslim Kepada Rasulullah
Bentuk kecintaan seseorang terhadap Rasulnya dapat dibuktikan dengan seberapa banyak Ia mengucapkan shalawat.

Semakin banyak Ia mengucapkan shalawat berarti menandakan semakin dalam kecintaannya terhadap Rasul Allah.

Sebagaimana para ulama mengatakan bahwa barangsiapa yang mencintai sesuatu, maka Ia akan sering menyebutnya.

2. Diutamakan Saat Kiamat
Salah satu keutamaan membaca shalawat secara terus-menerus yaitu akan diutamakan orang yang membaca tersebut saat hari kiamat kelak.

Hal ini sesuai dengan hadits nabi yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Mas’ud yang menyatakan bahwa orang yang paling utama di hari kiamat kelak adalah mereka yang lebih banyak membaca shalawat kepada Nabi.

3. Mendatangkan Rahmat Dan Karunia Allah SWT
Seperti yang sudah kita ketahui bahwasanya doa dapat mendatangkan rahmat serta karunia Allah SWT. Shalawat sendiri merupakan suatu ucapan doa.

Maka dari itu, seseorang yang bershalawat juga senantiasa mengundang kedatangan rahmat serta karunia dari Allah SWT.

4. Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT
Allah pernah memerintahkan kepada Nabi musa untuk memperbanyak shalawat agar Allah senantiasa lebih dekat kepadanya.

5. Diangkat 10 Derajat Dan Dihapus 10 Keburukan
Barangsiapa yang mengamalkan shalawat 1 kali saja, maka Allah akan mengangkat derajat orang tersebut sebanyak 10 kali dan juga menghapuskan 10 kali kesalahannya.

Jika Anda secara terus-menerus bershalawat kepada Nabi, tentu akan banyak kesalahan yang dihapuskan dan juga pengangkatan derajat berkali-kali lipat.

6. Shalawat Merupakan Bentuk Ketaatan Kepada Perintah Allah
Allah telah memerintahkan hambaNya untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad melalui firmanNya pada surat Al-Ahzab ayat 51 yang menyatakan bahwa Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi, maka dari itu orang-orang yang beriman juga hendaknya bershalawat serta mengucapkan salam penghormatan untuk Nabi.

Berdasarkan firman Allah tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwasanya dengan kita banyak membaca shalawat itu berarti kita sedang mengimplementasikan ketaatan kita kepada perintah Allah SWT.

7. Diharapkan Dikabulkannya Do’a Apabila Didahului Dengan Sholawat
Sebuah do’a yang diawali dengan bacaan shalawat akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah. Hal ini disebabkan karena shalawat dapat mengantarkan do’a-do’a hambanya menuju langit.

Seorang sahabat Nabi bernama Ummar bin Khatab mengatakan bahwa Ia pernah mendengar bahwasannya sebuah do’a akan tertahan diantara langit dan bumi, do’a tersebut tidak akan dapat naik sampai dibacakannya shalawat kepada Nabi.

Selain itu, setiap orang yang mengawali dan mengakhiri do’anya dengan shalawt dan taslim kepada Rasulullah, maka do’a tersebut sangan mustajab karena banyaknya keberkahan shalawat yang menyertainya.

8. Mendapatkan Syafa’at Dari Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wasalam
Shalawat tidak hanya mendatangkan kebaikan bagi yang membacanya pada saat Ia di dunia saja, melainkan juga dapat mendatangkan syafa’at Nabi Muhammad kelak di hari kiamat.

Syafa’at dari Nabi Muhammad senantiasa dapat meringankan siksaan kita di hari akhir kelak.

9. Shalawat Merupakan Sebab Diampuninya Dosa-Dosa
Shalawat juga dapat memberikan pengampunan dosa bagi mereka yang membacanya. Tak hanya dosa-dosa kecil saja, shalawat juga memberikan pengampunan terhadap dosa-dosa besar jika didasari dengan kecintaan, keimanan, serta keikhlasannya dalam membaca shalawat.

10. Mendatangkan Pujian Dari Penduduk Langit
Sebagaimana yang kita tahu bahwasanya shalawat tidak mengenal batas alam maupun jarak. Maka dari itu, saat seseorang bershalawat kepada Nabi maka para malaikat dan juga penduduk langit lainnya ikut mendengar dan turut memberikan do’a dan pujian kepada orang yang membacanya.

Demikian beberapa ulasan mengenai keutamaan shalawat Nabi yang dapat Anda peroleh. Dengan membaca shalawat secara rutin, keutamaan shalawat dapat Anda rasakan tidak hanya di dunia saja melainkan juga saat di akhirat nanti.

Hal ini disebabkan karena shalawat juga melibatkan Allah beserta malaikatNya dan Nabi Muhammad SAW langsung membalasnya. Membaca dan mengamalkan shalawat akan memberikan manfaat dan dapat menuntun Anda pada jalan kebaikan.

Oleh karena itu, ucapkanlah shalawat kapanpun dan dimanapun. Disaat kita senggang, disaat kita sedang melakukan kegiatan, atau disaat apapun usahakan untuk menyempatkan membaca shalawat.

Karena jika kita melupakan shalawat, itu berarti kita telah melupakan nabi Muhammad dan keliru dari jalan syurga, sebagaimana telah dijelaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majjah.

Sumber: diarymuslim.net

6 Manfaat dan Keutamaan Shalawat


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! 6 Manfaat dan Keutamaan Shalawat

UMAT Islam dianjurkan untuk membaca shalawat untuk Nabi Tercinta shallallahu’alaihi wasallam. Shalawat ini memiliki banyak manfaat dan keistimewaan baik didunia maupun di akhirat. Apa saja manfaatnya?

Berikut ini 6 manfaat dan keutamaan shalawat:

1. Sebagai implementasi/perwujudan perintah Allah ta’ala untuk banyak-banyak bershalawat dan bertaslim untuk Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.

Allah ta’ala berfirman :

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi, ‘Hai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS.Al Ahzab : 56)

2. Shalawat merupakan salah satu sebab terkabulnya doa seorang hamba jika ia mengawali doanya dengan shalawat.

Dalam sebuah atsar disebutkan :

“Doa seorang hamba tertahan diantara langit dan bumi, tidak terangkat kelangit sampai engkau bershalawat untuk Nabi shallallahu’alaihi wasallam.”

Setiap orang yang mengawali doanya dengan shalawat dan taslim untuk Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, dan juga mengakhiri doanya dengannya, maka doa tersebut sangatlah mustajab/dikabulkan oleh Allah dikarenakan banyaknya keberkahan shalawat tersebut.

3. Dengan shalawat, lisan senantiasa basah dengan menyebut sang kekasih tercinta, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.

4. Shalawat mendatangkan ketenangan jiwa dan pikiran serta kelezatan iman dan ketaatan/ibadah.

5. Shalawat memenuhi majelis/perkumpulan dengan cahaya rahmat,dan keberkahan. Setiap majelis yang didalamnya disebutkan nama Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, maka majelis itu akan dipenuhi oleh cahaya (iman), akan dihadiri dan diliputi oleh para malaikat, cahaya (rahmat) akan terus menerus turun didalamnya, serta semua amalan baik didalamnya langsung akan diangkat kepada Allah ta’ala.

6. Shalawat selalu mengingatkan diri kita terhadap Rasulullah yang tercinta, sehingga dapat meninggikan semangat beribadah, dan berakhlak dengan akhlak yang mulia, serta berjihad/bersungguh-sungguh dalam hidup ini dengan setinggi-tingginya jihad sebagaimana jihadnya Nabi kita shallallahu’alaihi wasallam.

Sumber: wahdah.or.id

Inilah 11 Kedahsyatan Membaca Shalawat Nabi, Wajib Anda Tahu !


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Inilah 11 Kedahsyatan Membaca Shalawat Nabi, Wajib Anda Tahu !

Di antara keutamaan membaca shalawat kepada Nabi SAW adalah sebagai berikut:

1. Allah akan membaca shalawat kepadanya sebanyak sepuluh kali lipat.

Rasulullah bersabda:”Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali saja, maka Allah akan membacakan shalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR Muslim).

2. Rasulullah SAW akan membaca shalawat untuk dirinya.

“Barangsiapa membaca shalawat untukku, maka shalawatnya akan sampai kepadaku, dan aku akan membaca shalawat untuk dirinya. Selain itu akan dituliskan sepuluh kebaikan untuk dirinya.” (aHR Thabrani).

3. Para malaikat akan membaca shalawat untuknya.

“Barangsiapa membaca shalawat untukku, maka para malaikat akan senantiasa membaca shalawat untuknya selama orang tersebut membaca shalawat untukku.” (HR Ahmad, Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Majah).

4. Barangsiapa membaca shalawat untuk Nabi, maka ia akan diangkat derajatnya, ditambah kebaikannya dan dihapuskan keburukannya.

“Sesungguhnya Malaikat telah menemuiku, lalu berkata, ‘Wahai Muhammad, tidakkah engkau merasa senang bahwa Tuhanmu yang Mahaagung telah berfirman, ‘Tidak seorang pun dari umatmu yang membaca shalawat 1 kali, kecuali Aku akan membaca shalawat Sepuluh kali lipat untuknya. Dan tidak seorang pun dari umatmu yang membaca salam sekali untukmu, kecuali Aku akan membaca salam 10 kali lipat untuknya.” (HR Ibnu Hibban).

5. Ia bagaikan memerdekakan sepuluh hamba sahaya yang dimerdekakannya karena Allah SWT.

“Barangsiapa membaca shalawat satu kali untukku, maka Allah akan menuliskan sepuluh kebaikan untuknya, menghapuskan sepuluh keburukan darinya, mengangkat sepuluh derajat baginya, dan ia bagaikan (memerdekakan ) sepuluh hamba sahaya.” (HR Ibnu Abi Ashim).

6. Membaca shalawat merupakan sebab diampuninya dosa-dosa yaitu berdasarkan keimanan seorang mukmin, kecintaannya dan keikhlasannya dalam membaca shalawat untuk Rasulullah.

“Wahai Abu Kahil, barang siapa membaca shalawat untukku setiap hari sebanyak tiga kali dan setiap malam sebanyak tiga kali, karena cinta dan rindu kepadaku, maka Allah SWT mewajibkan atas diri-Nya untuk mengampuni dosa-dosanya pada malam dan hari tersebut.” (HR Ibnu Abi Ashim dan Ath-Thabrani).

7. Membuat shalawat memintakan ampun bagi yang membacanya dan menemaninya dalam alam kuburnya.

Rasul bersabda: “Tidak seorang hamba pun yang membaca shalawat satu kali untukku, kecuali malaikat akan keluar dengan shalawat tersebut dan menghadap kepada Dzat Yang Mahapengasih. Lalu ia berkata, “Wahai Tuhan kami, Mahaluhur Engkau.” Kemudian Allah SWT berfirman: “Pergilah dengan shalawat tersebut ke kubur hamba-Ku, dan mintakanlah ampunan untuknya dan tenangkanlah jiwanya.”

8. Beliau akan memberikan syafaat kepada orang yang membacanya.

” ……. Dan barangsiapa membaca sgalawat untukku, maka aku akan memberikan syafaat kepadanya pada hari Kiamat.” (HR Abu Daud)

9. Dapat menjauhkan seseorang yang membacanya dari kefakiran, mendapatkan limpahan kebaikan dan keberkahan.

Dari Al-Hafizh Abu Musa Al Maldini dengan sanadnya dari Sahl bin Sa’ad, ia berkata Pada suatu ketika , salah seorang sahabat menghadap Rasulullah SAW dan mengadu kepada beliau tentang kefakiran yang dideritanya, kesempitan hidup dan kesulitan mata pencahariannya.

Kemudian beliau menasehatinya. “Apabila kamu masuk ke rumahmu, maka ucapkanlah salam, baik di dalamnya ada orang atau tidak. Lalu ucapkanlah salam untukku dan bacalah ‘Qul huwallaahu ahad’ satu kali.”

Setelah itu, orang tersebut mengamalkan nasehat beliau dan Allah pun melancarkan rezekinya, hingga meluber (memberi berkah) kepada para tetangga dan kerabat-kerabatnya.

10. Mereka yang sering membaca shalawat akan menjadi orang yang paling utama dalam pandangan Rasulullah SAW.
“Orang yang paling utama bagiku pada hari kiamat nanti adalah mereka yang paling banyak membaca shalawat untukku.” (HR Tirmidzi).

11. Keberkahan dan kebaikannya akan melimpah pada orang yang membaca shalawat tersebut, kepada anak-anaknya hingga kepada cucu-cucunya.

“Membaca shalawat untuk Rasulullah akan melimpahkan keberkahan pada orang yang membaca shalawat, anak-anaknya dan cucu-cucunya.” (al-Hadist)

 

Sumber : Misteri Bulan Sya’ban oleh Sayyid Muhammad Alawy Al Maliki Al-Hasani

Makna Shalawat [Nya] Allah Kepada Nabi-Nya


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Makna Shalawat [Nya] Allah Kepada Nabi-Nya

(Syekh. Umar bin Abdullah al-Muqbil hafidzahullah)

Pertanyaan:

Bagaimana kaifiyat shalawat-Nya Allah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Dan apa hikmah perkataan kita ‘’Shallallahu ‘alaihi wa sallam (Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada beliau) atau Allahumma shalli wa sallim ‘ala Muhammad (Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada [nabi] Muhammad)?
Serta, mengapa kita memohon kepada Allah untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam?
Terimakasih atas jawaban dan penjelasannya

Jawaban:

الحمد لله وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده وبعد.

Alhamdulillahi wahdah, wash Shalatu Was Salamu ‘ala man Laa Nabiyya ba’dah, wa ba’d

Pendapat yang paling rajih (kuat) wallahu a’lam adalah, makna shalawat-Nya Allah kepada Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pujian-Nya kepada beliau di majelis yang mulia di hadapan para Malaikat-Nya, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya dari Abul ‘Aliyah ar-Riyahi, dan ini pulalah yang dirajihkan oleh Ibnul Qayyim dan ulama lainnya rahimahumullah.

Adapun hikmah dari upacan kita, “Allahumma shalli ‘ala Muhammad . . . .dst), yakni meminta kepada Allah untuk bershalawat kepada Nabi, ada beberapa (hikmah) diantaranya;

1. Karena Allah memerintahkan hal itu, melalui firman-Nya (dalam surat al-Ahzab ayat 56):

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا [٣٣:٥٦]

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

2. Tidak satupun manusia di atas bumi ini melainkan pada dirinya terdapat karunia agung melalui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebab Beliau merupakan sebab dikeluarkannya manusia kegelapan kepada cahaya dan terselamatkannya mereka dari neraka, sebagaimana firman Allah Ta’ala;

هُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ عَلَىٰ عَبْدِهِ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ لِّيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَإِنَّ اللَّهَ بِكُمْ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ [٥٧:٩]

Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al-Quran) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu.

رَّسُولًا يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِ اللَّهِ مُبَيِّنَاتٍ لِّيُخْرِجَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ قَدْ أَحْسَنَ اللَّهُ لَهُ رِزْقًا [٦٥:١١]

(Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya.

Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya.

Selain itu terdapat pula fadhilah yang agung dan pahala yang besar dalam bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan para ulama telah menulis karya yang banyak dalam masalah. Diantaranya, yang terbaik adalah apa yang ditulis oleh al-‘Allamah Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullah yang berjudul, Jilaul Afham Fi Fadhlish Shalati Was Salam ‘ala Muhammad Khairil Anam.

Saya wasiatkan kepadamu wahai saudaraku untuk membaca nya dan mengambil faidah darinya. Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai penolong sunnah Nabi-Nya .

Sumber : wahdah.or.id

Fatwa Syekh DR. Umar bin Abdillah al-Muqbil dalam almoslim.net/node/89979

Manfaat Dan Keistimewaan Shalawat Nabi ﷺ


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Manfaat Dan Keistimewaan Shalawat Nabi ﷺ.

MANFAAT DAN KEISTIMEWAAN SHALAWAT

Shalawat untuk Nabi Tercinta shallallahu’alaihi wasallam memiliki banyak manfaat dan keistimewaan baik didunia maupun diakhirat.Diantara manfaat/keistimewaan shalawat yang dapat didapatkan didunia adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai implementasi/perwujudan perintah Allah ta’ala untuk banyak-banyak bershalawat dan bertaslim untuk Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.

Allah ta’ala berfirman :

إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين ءامنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

Artinya : “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi,Hai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (QS.Al Ahzab : 56)

2. Shalawat merupakan salah satu sebab terkabulnya doa seorang hamba jika ia mengawali doanya dengan shalawat.

Dalam sebuah atsar disebutkan :

الدعاء موقوف بين السماء والأرض لا يصعد منه شيء حتى تصلي على نبيك

Artinya : “Doa seorang hamba tertahan diantara langit dan bumi ,tidak terangkat kelangit sampai engkau bershalawat untuk Nabi shallallahu’alaihi wasallam”. 1

Setiap orang yang mengawali doanya dengan shalawat dan taslim untuk Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam,dan juga mengakhiri doanya dengannya,maka doa tersebut sangatlah mustajab/dikabulkan oleh Allah dikarenakan banyaknya keberkahan shalawat tersebut. 2

3. Dengan shalawat,lisan senantiasa basah dengan menyebut sang kekasih tercinta,Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.

4. Shalawat mendatangkan ketenangan jiwa dan pikiran serta kelezatan iman dan ketaatan/ibadah.

Hal ini kami merasakannya sendiri ketika banyak-banyak mengucapkan shalawat dan taslim untuk Nabi dan penyejuk hati kita,Muhammad shallallahu’alaihi wasallam.

5. Shalawat memenuhi majelis/perkumpulan dengan cahaya rahmat,dan keberkahan.

Setiap majelis yang didalamnya disebutkan nama Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam,maka majelis itu akan dipenuhi oleh cahaya (iman),akan dihadiri dan diliputi oleh para malaikat,cahaya (rahmat) akan terus menerus turun didalamnya,serta semua amalan baik didalamnya langsung akan diangkat kepada Allah ta’ala. 3

6. Shalawat selalu mengingatkan diri kita terhadap Rasulullah yang tercinta,sehingga dapat meninggikan semangat beribadah,dan berakhlak dengan akhlak yang mulia,serta berjihad/bersungguh-sungguh dalam hidup ini dengan setinggi-tingginya jihad sebagaimana jihadnya Nabi kita shallallahu’alaihi wasallam.

KEUTAMAAN SHALAWAT YANG DISEBUTKAN IBNUL QAYIM rahimahullah

Diantara manfaat dan keistimewaan shalawat lain yang disebutkan oleh Ibnul Qoyim rahimahullah adalah sebagai berikut :

1. Shalawat merupakan salah satu sebab terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan dunia serta mensucikan hati seorang muslim.

2. Shalawat adalah salah satu sebab ditambahkannya cahaya bagi seorang muslim ketika ia melintasi shirat diatas neraka jahannam yang gelap gulita diakhirat kelak.

3. Shalawat dapat menyebabkan adanya pujian dan sanjungan dari penduduk langit dan bumi terhadap orang yang mengucapkannya.

4. Shalawat adalah penyebab adanya berkah dalam diri orang yang mengucapkannya,juga adanya berkah dalam amal perbuatan dan umurnya.

Ini disebabkan,karena orang yang bershalawat untuk Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pada hakikatnya adalah orang yang berdoa kepada Allah subhaanahu wa ta’ala agar Dia memberikan keberkahan dan rahmat kepada beliau dan keluarganya.Doa yang seperti ini adalah doa yang sangat mustajab.Dan balasan Allah untuk orang yang mengucapkannya adalah sesuai dengan apa yang ia telah lakukan (yaitu bershalawat untuk Nabi shallallahu’alaihi wasallam –pent-).

Diantara keistimewaan-keistimewaan lainnya adalah :

5. Dengan bershalawat berarti anda telah memperdengarkan kepada para malaikat dan hamba-hamba Allah yang shalih perkataan yang membahagiakan jiwa dan menyenangkan pendengaran mereka,dan barangsiapa yang memasukkan kebahagiaan dan kegembiraan kedalam hati manusia dengan ucapan shalawat untuk Nabi shallallahu’alaihi wasallam,Allah akan memberikan kebahagiaan baginya didunia ataupun diakhirat,karena balasan/ganjaran suatu amalan sesuai dengan jenis amalan perbuatan yang telah dilakukan.

6. Bershalawat dapat menambah keimanan,semakin seorang hamba memperbanyak shalawat maka semangat dan derajatnya semakin terangkat,sebaliknya semakin lisan seorang hamba malas mengucapkan shalawat dan taslim untuk Nabi shallallahu’alaihi wasallam,maka ia akan merasakan adanya kurangnya iman dan kelalaian dalam dirinya,sebab itu hendaknya ia banyak-banyak berzikir mengingat Allah ta’ala dan bershalawat untuk Nabi tercinta shallallahu’alaihi wasallam.

7. Dengan memperbanyak shalawat berarti seorang hamba telah menyiapkan amalan-amalan shalih sebagai bekalnya pada hari dimana saat itu ia akan bahagia dengan apa yang telah ia kerjakan berupa amal kebaikan dan ketaatan/ibadah.

Seorang hamba tidaklah memahami hakikat masalah ini kecuali jika ia telah melihat semua amal baiknya terpampang didepan kedua matanya dihari kiamat kelak.Kita memohon kepada Allah Yang Maha Mulia agar menganugerahkan keutamaan tersebut kepada kita semua.

8. Shalawat merupakan salah satu sebab untuk mendapatkan rahmat Allah ta’ala.Siapa saja yang bershalawat memuji Nabi shallallahu’alaihi wasallam didunia niscaya Allah dan para malaikatNya akan memujinya pula,serta akan mendapatkan rahmat dan berkah Allah jalla wa’ala.

9. Ucapan shalawat dan salam untuk Nabi shallallahu’alaihi wasallam merupakan sebab kekalnya dan bertambahnya cinta seorang muslim terhadap Nabinya,karena semakin seseorang sering menyebut-nyebut orang yang ia cintai beserta kebaikan-kebaikannya,akan semakin bertambah pula kecintaan dan kerinduannya terhadapnya,sebaliknya jika ia enggan menyebut-nyebut beliau shallallahu’alaihi wasallam atau hanya sedikit menyebut beliau maka tentu imannya berkurang ,namun apabila ia kembali memperbanyak shalawat maka imannya akan kembali bertambah.

Semua yang telah disebutkan,hanyalah beberapa manfaat/keistimewaan yang dapat kita petik (dari memperbanyak shalawat) ,seandainya manfaat dan keistimewaan shalawat ini ditulis dalam sebuah buku yang berjilid-jilid,mungkin hal tersebut hanya dapat memenuhi sedikit saja kesempurnaan dalam menyebutkan hak-hak Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dan kemuliannya.Kita memohon kepada Allah subhanahu wata’ala agar menganugerahkan kepada kita semua semua manfaat shalawat tersebut baik didunia maupun diakhirat kelak.


1 . HR.AtTirmidzy dari hadis Umar bin AlKhaththab radhiyallahu’anhu (386).AlAlbany berkata : “shahih lighairihi” (hadisnya shahih karena ada jalur hadis lain yang menguatkannya).lihat : Shahih Targhib wa tarhib (1676)

2 . Pent. : Dalam hadis lain,dari Fadhaalah bin ‘Ubaid radhiyallahu’anhu berkata : bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mendengar seseorang berdoa dalam shalatnya namun tidak memuji Allah dan tidak pula bershalawat untuk Nabi shallallahu’alaihi wasallam,maka beliaupun bersabda :عجل هذا -ثم دعاه فقال له أو لغيره-: إذا صلى أحدكم فليبدأ بتمجيد ربه عز وجل والثناء عليه ثم يصلي على النبي صلى الله عليه وسلم, ثم يدعو بعد بما شاء .

Artinya : “Orang ini terlalu tergesa-gesa” – lalu beliau memanggil orang tersebut,dan bersabda kepadanya atau kepada orang lain disampingnya- : “Jika salah seorang diantara kalian berdoa maka hendaknya memulainya dengan pujian dan sanjungan terhadap Rabbnya subhaanahu wa ta’aala,lalu mengucapkan shalawat untuk Nabi shallallahu’alaihi wasallam,kemudian baru berdoa dengan apa yang ia kehendaki”. (HR.Abu Daud : 1481 dan AtTirmidzy : 3476 dengan sanad shahih)

3 . Pent. : Sebaliknya kalau dalam suatu majelis tidak disebutkan shalawat untuk Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam maka tidak akan ada rahmat didalamnya.Dalam suatu hadis, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda : ما جلس قوم مجلسا ثم تفرقوا ولم يذكروا الله و لم يصلوا على النبي صلى الله عليه وسلم إلا كان عليهم من الله تره إن شاء عذبهم وإن شاء غفر لهم .

Artinya : “Tidaklah suatu kaum bermajelis,lalu mereka bubar dalam keadaan belum berzikir mengingat Allah dan bershalawat untuk Nabi shallallahu’alaihi wasallam melainkan mereka akan mendapatkan kerugian dan penyesalan dari Allah ta’ala,jika Dia berkehendak,Dia akan mengazab mereka,atau memberikan ampunan untuk mereka” (HR.AtTirmidzy (3380),dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu’anhu ,dan ia berkata : hasan shahih,,juga diriwayatkan Ahmad dalam Musnadnya (9842) dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya (2) serta dinilai shahih oleh AlAlbany dalam Silsilah Shahihah (73),dan Shahih Tirmidzy (629).

 

Sumber : wahdah.or.id

Inilah Bacaan Sholawat Yang Benar


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat !

☝️KONSULTASI – BACAAN SHOLAWAT YANG BENAR 🤔
.
📝Pertanyaan: Shalawat seperti apa yang benar ketika kita mendengar nama Rasulullah sedang disebutkan?
.
✏️Jawaban: Setiap kita diperintahkan untuk bersholawat kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam, hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala;

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat bersholawat atas Nabi shalallaohu alaihi wasallam, wahai orang-orang yang beriman bersholawatlah kalian kepada Nabi shalallalohu alaihi wasallam.” 📚(QS. Al-Ahzab: 56)
.
🍃Melalui hadits tersebut menegaskan bahwa sebelum Allah memerintahkan untuk bersholawat kepada Nabi saw, lalu bagaimana sholawat yang sesuai dengan sunah atau yang diajarkan Nabi saw hal ini sebagaimana hadits yang bersumber dari Musa ibn thalhah

عن موسى بن طلحة، عن أبيه، قال: أتى رجل النبي صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم ، فقال: سمعت الله يقول(إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ) الآية، فكيف الصلاة عليك؟ فقال: “قلِ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَعَلى آلِ مُحَمَّد، كَمَا صَلَّيتَ عَلَى إبْرَاهيمَ إنَّكَ حَميدٌ مَجيدٌ، وَبَارك عَلَى مُحَمَّد وَعَلى آلِ مُحَمد، كَمَا بَارَكتَ عَلَى إبْرَاهيمَ إنكَ حَمِيد مَجِيدٌ”.

🍃Dari Musa ibn thalhah dari ayahny, dia berkata ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw dan berkata kepada nabi saw “Aku mendengar firman Allah “sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bersholawat atas Nabi.., dan seterusnya…
.
🍃kemudian orang tersebut meneruskan perkataannya, bagaimana bersholawat atas anda? Maka Nabi shalallahu alaihi wasallam menjawab, katakanlah “

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَعَلى آلِ مُحَمَّد، كَمَا صَلَّيتَ عَلَى إبْرَاهيمَ إنَّكَ حَميدٌ مَجيدٌ، وَبَارك عَلَى مُحَمَّد وَعَلى آلِ مُحَمد، كَمَا بَارَكتَ عَلَى إبْرَاهيمَ إنكَ حَمِيد مَجِيدٌ

🍃Kemudian jika kita mendengar nama Nabi shalallahu alaihi wasallam disebutkan, kita diperintah untuk bersholawat. Dan sholawat dalam keadaan seperti ini boleh dengan kalimat yang singkat, misalnya,

صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ

“Semoga Allah melimpahkan sholawat dan salam atasnya.”
.
☝🏼Atau dengan lafazh

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ

“Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan salam atasnya.”
.
📝 Dijawab Oleh : Tim Lajnah Ilmiyah Fajri FM 💐💐💐

Sumber : peduli.fajrifm.com