Jumlah Minimal dalam Memperbanyak Bacaan Shalawat Nabi


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Kisah Keajaiban Sholawat: Jumlah Minimal dalam Memperbanyak Bacaan Shalawat Nabi.

Adalah—Allahu yarham—ibu Nyai Hj. Shofiyah Umar, sesepuh Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta, dikenal sebagai orang yang ahli membaca shalawat.

Satu hari beliau terlihat murung, seperti ada yang menyuntuki pikirannya. Seorang santri yang dekat dengannya sempat menanyakan ada apa gerangan yang menjadikan beliau tampak murung di pagi hari.

Dengan suara pelan dan raut wajah yang murung beliau menjawab, “Aku malu. Sudah jam setengah delapan pagi tapi aku baru membaca shalawat delapan ribu lima ratus kali. Aku malu sama Rasulullah.”

Demikianlah Nyai Shofiyah Umar. Setiap harinya tak kurang dari lima belas ribu kali beliau bershalawat kepada Baginda Rasulullah Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa salam. Hingga bila dirasa hari telah siang namun juga dirasa shalawat yang dibaca belum seberapa maka beliau akan gundah, merasa malu terhadap Rasulullah.

Nyai Shofiyah Umar bukanlah satu-satunya orang yang memperbanyak bacaan shalawat. Ada banyak orang saleh di masa lalu yang berwirid dengan membaca puluhan ribu shalawat kepada Rasulullah.

Di dalam kitab Afdlalus Shalawât ‘alâ Sayyidis Sâdât Syekh Yusuf bin Ismail An-Nabhani menuturkan beberapa amalan yang dilakukan oleh para ulama jaman dahulu dalam bershalawat. Syekh Nuruddin As-Syuni berwirid dengan membaca shalawat sebanyak 10.000 kali setiap harinya.

Sementara Syekh Ahmad Az-Zawawi membaca 40.000 shalawat setiap harinya. Kepada Syekh Nabhani beliau pernah mengatakan, “thariqah kami adalah memperbanyak membaca shalawat sampai Rasulullah duduk bersama kami dalam keadaan terjaga dan kami mendampingi beliau sebagaimana para sahabat beliau. Kepada beliau kami menanyakan perihal urusan agama dan perihal berbagai hadits yang dianggap lemah oleh para ahli hadits, dan kami mengamalkan apa yang disampaikan Rasulullah perihal hadits-hadits dlaif tersebut. Bila itu semua tak terjadi pada kami maka itu berarti kami bukan orang yang memperbanyak bacaan shalawat kepada Bagianda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (Yusuf bin Ismail An-Nabhani, Afdlalus Shalawat ‘ala Sayyidis Sadat, Jakarta, Darul Kutub Islamiyah, 2004, hal. 34).

Apa yang mereka lakukan ini bukan tanpa dasar. Ada banyak sabda Rasulullah yang menganjurkan umatnya untuk memperbanyak membaca shalawat kepada beliau. Sebagian sabda beliau bahkan tak hanya memberikan perintah, tapi juga menuturkan keutamaannya.

An-Nabhani adalah salah satu ulama yang banyak berbicara tentang hadits-hadits shalawat. Di dalam kitabnya itu ia menuturkan beberapa sabda Rasulullah tentang shalawat di antaranya sebagai berikut:

أكثروا من الصلاة علي فأن أول ما تسألون في القبر عني

Artinya: “Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku. Sesungguhnya yang pertama kali ditanyakan kepada kalian di kubur adalah tentang aku.”

الصلاة علي نور يوم القيامة عند ظلمة الصراط فأكثروا من الصلاة علي

Artinya: “Bershalawat kepadaku adalah cahaya di hari kiamat di saat gelapnya shirat. Maka perbanyaklah membaca shalawat kepadaku.”

من عسرت عليه حاجته فليكثر من الصلاة علي فانها تكشف الهموم والغموم والكروب وتكثر الأرزاق وتقضي الحوائج

Artinya: “Barang siapa yang susah memenuhi hajatnya maka perbanyaklah membaca shalawat kepadaku. Karena sesungguhnya shalawat dapat menyingkap keresahan, kegundahan, dan kesempitan serta dapat memperbanyak rezeki dan menunaikan kebutuhan-kebutuhan.”

ان أنجاكم يوم القيامة من أهوالها أكثركم علي صلاة في دار الدنيا

Artinya: “Orang yang paling selamat di antara kalian dari kedahsyatan hari kiamat adalah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku di antara kalian.”

Masih ada banyak sabda Rasulullah yang menganjurkan umatnya untuk memperbanyak bacaan shalawat kepada beliau. Banyak pula ulama yang membahas perihal ini di dalam kitab-kitab karya mereka.

Pertanyaannya kemudian adalah berapa jumlah minimal seseorang dapat dikatakan telah memperbanyak bershalawat kepada nabi?

Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Imam Sya’rani di dalam kitabnya Kasyful Ghummah menuturkan bahwa sebagian ulama berpendapat bilangan minimal dalam memperbanyak shalawat kepada Nabi adalah 700 kali di tiap siang hari dan 700 kali di tiap malam hari. Sedangkan ulama lainnya mengatakan minimal 350 kali di waktu siang dan 350 kali di waktu malam.

Sementara Syekh Abu Thalib Al-Makki di dalam kitab Qûtul Qulûb menyebutkan bahwa jumlah minimal dalam memperbanyak membaca shalawat adalah 300 kali di siang dan malam hari. Beliau mengatakan:

وليكثر من الصلاة على النبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ في يوم الجمعة وليلتها وأقل ذلك أن يصلّي عليه صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثلاثمائة مرة

Artinya: “Dan hendaknya memperbanyak bershalawat kepada Nabi di hari dan malam Jumat. Jumlah minimal dalam memperbanyak membaca shalawat adalah tiga ratus kali.” (Abu Thalib Al-Makki, Qûtul Qulûb, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, 2016, jil. I, hal. 121)

Siapa pun yang hendak melanggengkan memperbanyak bacaan shalawat dapat mengambil salah satu dari berbagai pendapat di atas. Berapa pun jumlah yang kita pilih, sebanyak apa pun shalawat yang kita wiridkan, tentunya semua itu sebagai satu jalan untuk menuju keridhaan Allah di samping juga sebagai tanda cinta kepada baginda Rasulullah Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Wallahu a’lam.

Sumber: NUonline

Hadist dan Keutamaan Membaca Shalawat Nabi


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Kisah Keajaiban Sholawat: Hadist dan Keutamaan Membaca Shalawat Nabi.

Perintah dari Allah SWT dan anjuran untuk mendawamkan shalawat dari hadits dan para ulama tentu sja memiliki keutamaan tersendiri.

Untuk memotivasi diri pribadi khususnya dan orang islam lain pada umumnya untuk menggairahkan bershalawat kepada Rasulullah SAW, berikut ini beberapa fadhilah dan keutamaan membaca Shalawat.

30 Manfaat Membaca Shalawat:

  1. Melaksanakan perintah Allah SWT.
  2. Diangkat sepurluh derajat atas kedudukannya di sisi Allah SWT.
  3. Dituliskan bagi pembaca shalawat sepuluh kebaikan dan dihapuskan sepuluh kejelekan.
  4. Memperoleh limpahan rahmat dan kebajikan dari Allah SWT.
  5. Memperoleh kebajikan, mengangkat derajat, menghapus kejahatan, kesalahan dan dosa.
  6. Memperoleh pengakuan kesempurnaan iman bila membacanya 100 kali.
  7. Menjauhkan kerugian, penyesalam dan digolongkan ke dalam golongan orang-orang shaleh.
  8. Mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  9. Memperoleh pahala seperti memerdekakan hamba sahaya.
  10. Memperoleh syafa’at dari Nabi Muhammad SAW.
  11. Memperoleh penyertaan dari malaikat rahmat.
  12. Memperoleh hubungan yang rapat dengan Nabi Muhammad SAW. Sebab jika seseprang bershalawat dan mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW, maka shalawat dan salamnya disampaikan kepada Beliau.
  13. Membuka kesempatan berkomunikasi dengan Nabi SAW dalam keadaan terjaga.
  14. Menghilangkan kesusahan, kegundaham dan melapangkan rezeki.
  15. Melapangkan dada dan hati yang sempit bila seseorang membacanya 100 kali.
  16. Menghapuskan dosa bila seseorang membacanya 3 kali setiap hari.
  17. Menggantikan sedekah bagi orang-orang yang tidak mampu bersedekah.
  18. Melipatgandakan pahala yang diperoleh terutama bila seseorang banyak membaca shalawat di hari Jumat.
  19. Mendekatkan kedudukan kepada Rasulullah SAW di Hari Kiamat.
  20. Menjadikan sebab doa kita diterima dan dikabulkan Allah SWT.
  21. Melepaskan diri dari kebingungan di Hari Kiamat.
  22. Memenuhi stu hak Rasulullah SAW atau memenuhi suatu ibadah yang diwajibkan Nabi SAW kepada umatnya.
  23. Dipandang sebagai seseorang yang mencintai Rasulullah SAW.
  24. Dikabulkan segala hajat atau kebutuhannya.
  25. Membuat orang yang membacanya menjadi ingat atas segala hal yang dilupakannya.
  26. Menghilangkan perasaan pelit.
  27. Menyelamatkan pembacanya dari kejahatan orang yang mendoakan keburukan baginya.
  28. Mengundang keberkahan
  29. Mengandung dzikir dan syukur kepada Allah.
  30. Shalawat adalah doa karena dengan membaca shalawat berarti telah memuji khalilullah dan kekasih-Nya. Dengan itu berarti telah mendoakan baik untuknya.

Begitu banyaknya khasiat membaca shalawat untuk Baginda Rasulullah SAW, jadi tunggu apalagi, mari kita bersama-sama mendawamkan / melanggengkan / rutin membacanya setiap hari dan sebanyak mungkin bahkan sebelum berdoa, sebelum tidur dan sebelum berkatifitas lainnya.

Hadits Tentang Keajaiban Membaca Shalawat
Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Imam para utusan, penutup para nabi, diutus pembawa rahmat bagi alam semesta, panglima bagi orang-orang yang memiliki muka bercahaya, pemberi syafaat bagi orang-orang yang berdosa, dan pemilik bendara pujian pada hari pembalasan. Semoga shalawat juga tercurah atas keluarganya yang bersih dan para shahabatnya.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. 33:56)
Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku sekali maka Allah akan membalasnya sepuluh kali.
Pelayan kedua wahyu, penggemar dua tanah suci, dan pecinta utusan Allah bagi bangsa jin dan manusia berkata, “risalah ini saya himpun untuk menjelaskan tentang keajaiban membawa shalawat kepada penghulu anak Adam. Saya himpun sebagai hadiah bagi para pembawa shalawat Nabi.
Saya menurunkan delapan puluh hadits tentang shalawat yang saya sertakan rujukan dan faedahnya, yang saya ringkas dari kitab “Jalaul Afham” karya Ibnu Qayyim, dan saya menambahi isinya kemudian saya beri judul “al-Arbainin Fis Shalah ala Ibnu Dzabihain”. Saya memohon kepada agar menjadikan tulisan ini sebagai perantara untuk meraih syafaat dan penjamin selamat.
Ditulis oleh: Abu Muhammad Abdul Haq al-Hasyimi 1363 H
1. Dari Abu Bakar as-Shiddiq berkata bahwa aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:
من صلي علي كنت شفيعه يوم القيامة
Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka aku akan memberinya syafaat pada hari kiamat. (Hadits riwayat Ibnu Syahiin dalam at-Targhib dan Ibnu Basykawal).
2. Dari Umar bin Khaththab dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:
من صلى عليك واحدة صلى الله عليه وسلم عشرا ورفع له عشر درجات  
Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali shalawat, maka Allah akan membalas sepuluh kali shalawat dan mengangkatnya sepuluh derajat. (Dikeluarkan Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu Abu Syaibah, al-Bazzar, Ibnu Syahiin dan al-Ismaili dengan sanad ma’lul).[1]
3. Dari Ali bin Abu Thalib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:
البخيل الذي من ذكرت عنده فلم يصل علي
Manusia bakhil adalah orang yang disebut namaku di sisinya, tetapi tidak membaca shalawat kepadaku. (Dikeluarkan Imam at-Tirmidzi dan beliau berkata bahwa hadits hasan shahih. Dan juga dikeluarkan Imam Nasa’i, Ibnu Hibban dal al-Hakim).

Sumber: duniaislamkami

Khasiat Dzikir Shalawat Shallallahu ‘Ala Muhammad


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Khasiat Dzikir Shalawat Shallallahu ‘Ala Muhammad.

Khasiat dzikir shallallahu ala muhammad

Keajaiban shalawat shallallahu ala muhammad berdasarkan keterangan dari Kitab Afdhal as-Shalawat ‘ala Sayyid as-Sadat, KaryaSyaikh Yusuf ibn Ismail an-Nabhani.

  • Imam asy-Sya’roni menyatakan: “Rasulullah saw pernah bersabda: Barang siapa membaca shalawat ini, maka ia telah membuka tujuh puluh pintu rahmat untuk dirinya dan Allah akan menitipkan cintaNya pada hati manusia sehingga mereka tidak akan marah kepadanya, kecuali orang yang menyimpan kemunafikan di dalam hatinya.”
  • Syaikina ya’ni ‘Aliya al-Khawash berkata: “Hadis ini, beserta hadis sebelumnya, yaitu sabda Nabi saw: Paling dekatnya salah seorang kamu kepadaku adalah pada saat ia mengingatku dan membacakan shalawat untukku, kami riwayatkan dari sebagian ahli ma’rifat, dari al-Khidhr as, dari Rasulullah saw. Dua hadis ini menurut kami berkualitas shahih dengan derajat keshahihan tertinggi, meskipun para ahli hadis tidak berani menetapkan kesahehannya karena rumitnya istilah yang mereka pergunakan, wallahu a’lam,
  • Rasulullah saw bersabda yang artinya: Tidak seorang pun yang membaca: Shallallahu ‘ala Muhammad (Semoga Allah memberikan rahmat Nya kepada Muhammad), kecuali bahwa manusia akan mencintainya walaupun sebenarnya mereka membencinya. Demi Allah, mereka tidak akan mencintainya kecuali setelah Allah’azza wa jalla mencintai dia.” Dan kami pernah mendengar Rasulullah bersabda dari atas mimbar: ” Barang siapa membaca shalawat ini maka ia telah membuka tujuh puluh pintu rahmat untuk dirinya.”
  • Al-Hafidz as-Sakhawi juga menukil sebuah hadis dengan sanad tersebut bahwa Imam as-Samarqandi mendengar Khidhr dan nabi Ilyas as berkata: “Adalah pada bani Israil seorang nabi yang bernama Samuel. Dia dikaruniai kekuatan untuk mengalahkan musuh. Pada suatu hari ia pergi berangkat untuk menghancurkan musuh agama-nya. Mereka (musuh-musuh- nya) berkata: “Orang ini adalah seorang penyihir; ia datang untuk mengelabui mata kita dan mencerai beraikan pasukan kita, maka hendaklah kita mengajaknya ke tepi pantai, lalu kita menghancurkannya.”Maka berangkatlah ia bersama empat puluh orang pasukan memenuhi tantangan mereka untuk bertempur di tepi pantai. Teman-temannya berkata: ” Apa yang akan kita perbuat?” “Majulah, dan bacalah: Shallallahu ‘ala Muhammad!” kata Samuel. Mereka pun menuruti nasehat- nya; maju dengan membaca shalawat. Keadaan menjadi berbalik sama-sekali; merekalah yang terdesak ke laut dan tenggelam ditelan ombak, semuanya tewas, tidak ada yang tersisa.”
  • As-Sakhawi juga telah meriwayatkan bahwa suatu hari, berangkatlah seorang laki-laki dari Syiria menuju Nabi saw Ia berkata: “Ayahku sudah lanjut usia, namun ia ingin sekali melihat wajahmu” “Bawalah ia kepadaku.” Sabda Nabi. “Tapi ia tidak bisa melihat. ” Ia mengemukakan alasan.” Katakan kepadanya, bacalah: “Shallallahu’ala Muhammad dalam tujuh malam, maka in akan bisa melihatku dalam mimpi, sehingga kamu bisa meriwayatkan hadis dari aku.” Ia pun kemudian melaksanakannya dan melihat Nabi saw dalam tidurnya, dan hadis ini diriwayatkan

Manfaat, Karomah dan Keajaiban Membaca Shalawat

  • Membaca shalawat sebagai bentuk realisasi ketaatan kepada perintah Allah Ta’ala.
  • Mennjalankan Allah dalam membaca shalawat.
  • Mencontoh / menauladani para malaikat-Nya.
  • Mendapat balasan sepuluh rahmah dari Allah setiap membaca sekali shalawat.
  • Diangkat sepuluh derajat karena membaca sekali shalawat.
  • Ditulis sepuluh kebaikan bagi yang membaca sekali shalawat.
  • Dihapus sepuluh keburukan bagi yang membaca sekali shalawat.
  • Menjadi sebab utama dikabulkan doa.
  • Menjadi sebab meraih syafaat Nabi.
  • Mendapat pengampunan dari Allah.
  • Allah akan mencukupi hidupnya dari berbagai macam keluh kesah.
  • Sebagai sebab dekatnya seorang hamba dengan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam nanti pada hari kiamat.
  • Shalawat bisa mengganti dan menduduki ibadah shadaqoh.
  • Menjadi sebab terpenuhi berbagai macam hajat kebutuhan.
  • Meraih shalawatnya Allah dan shalawatnya para malaikat atasnya.
  • Menjadi sebab seseorang meraih kesucian dan kemuliaan.
  • Orang yang gemar membaca shalawat akan mendapat kabar gembira sebelum matinya.
  • Akan meraih keamanan dan keselamatan dari rintangan hari kiamat.
  • Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam akan menjawab shalawat dan salam kepada orang-orang yang membaca shalawat dan salam kepadanya.
  • Bisa membantu seorang hamba mengingatkan sesuatu yang terlupa.
  • Menjadi sebab berkahnya suatu majlis agar tidak kembali pulang dalam keadaan merugi dan cacat.
  • Membaca shalawat mampu mengusir dan melenyapkan kemiskinan.
  • Membaca shalawat mampu menghilangkan penyakit bakhil dari seorang hamba.
  • Menjadi selamatnya seorang hamba dari doanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam yang buruk, karena beliau mendoakan celaka bagi yang mendengar nama disebut tidak membaca shalawat.
  • Membaca shalawat menjadi jalan menuju sorga.
  • Selamat dari busuknya majlis karena membaca shalawat.
  • Membaca shalawat menjadi penyempurna bagi pembicaraan pada saat berkhutbah.
  • Menjadi sebab sempurnanya cahaya seorang hamba pada saat meniti titian.
  • Membaca shalawat akan mengeluarkan seseorang dari sifat kasar dan keras kepala.
  • Menjadi sebab langgengnya pujian Allah atasnya.
  • Mendatangkan keberkahan kepada orang yang membaca shalawat.
  • Orang yang membaca shalawat akan meraih rahmat dari Allah.
  • Sebagai bukti cinta Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam secara abadi.
  • Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam akan selalu mencintai orang yang membaca shalawat.
  • Menjadi sebab seorang hamba meraih hidayah.
  • Nama orang yang membaca shalawat akan disampaikan kepada Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam
  • Menjadi sebab teguhnya kaki pada saat meniti titian.
  • Dengan membaca shalawat berarti seseorang telah menunaikan haknya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam atasnya.
  • Mengandung dzikir dan syukur kepada Allah.
  • Shalawat adalah doa karena dengan membaca shalawat berarti telah memuji khalilullah dan kekasih-Nya. Dengan itu berarti telah mendoakan baik untuknya.

______________

(Di salin dari kitab yang ditulis Abu Muhammad Abdul Haq al-Hasyimi)
Sumber: Artikel Buka Hati Menuntut Ilmu

Kumpulan Hadits Tentang Keajaiban Membaca Shalawat

Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Imam para utusan, penutup para nabi, diutus pembawa rahmat bagi alam semesta, panglima bagi orang-orang yang memiliki muka bercahaya, pemberi syafaat bagi orang-orang yang berdosa, dan pemilik bendara pujian pada hari pembalasan. Semoga shalawat juga tercurah atas keluarganya yang bersih dan para shahabatnya.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا {56}

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. 33:56)

Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku sekali maka Allah akan membalasnya sepuluh kali.

Pelayan kedua wahyu, penggemar dua tanah suci, dan pecinta utusan Allah bagi bangsa jin dan manusia berkata, “risalah ini saya himpun untuk menjelaskan tentang keajaiban membawa shalawat kepada penghulu anak Adam. Saya himpun sebagai hadiah bagi para pembawa shalawat Nabi. Saya menurunkan delapan puluh hadits tentang shalawat yang saya sertakan rujukan dan faedahnya, yang saya ringkas dari kitab “Jalaul Afham” karya Ibnu Qayyim, dan saya menambahi isinya kemudian saya beri judul “al-Arbainin Fis Shalah ala Ibnu Dzabihain”. Saya memohon kepada agar menjadikan tulisan ini sebagai perantara untuk meraih syafaat dan penjamin selamat.

Ditulis oleh: Abu Muhammad Abdul Haq al-Hasyimi 1363 H

1. Dari Abu Bakar as-Shiddiq berkata bahwa aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

من صلي علي كنت شفيعه يوم القيامة

Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka aku akan memberinya syafaat pada hari kiamat. (Hadits riwayat Ibnu Syahiin dalam at-Targhib dan Ibnu Basykawal).

2. Dari Umar bin Khaththab dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

من صلى عليك واحدة صلى الله عليه وسلم عشرا ورفع له عشر درجات

Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali shalawat, maka Allah akan membalas sepuluh kali shalawat dan mengangkatnya sepuluh derajat. (Dikeluarkan Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu Abu Syaibah, al-Bazzar, Ibnu Syahiin dan al-Ismaili dengan sanad ma’lul).[1]

3. Dari Ali bin Abu Thalib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

“البخيل الذي من ذكرت عنده فلم يصل علي”.

Manusia bakhil adalah orang yang disebut namaku di sisinya, tetapi tidak membaca shalawat kepadaku. (Dikeluarkan Imam at-Tirmidzi dan beliau berkata bahwa hadits hasan shahih. Dan juga dikeluarkan Imam Nasa’i, Ibnu Hibban dal al-Hakim).

4. Dari Ali bin Abu Thalib[2] berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

“من سره أن يكتالَ بالمكيالِ الأوفى إذا صلَّى علينا أهل البيت فليقل: اللهم صلِّ على محمدٍ النبيِّ الأمي وأزواجه أمهات المؤمنين وذريته وأهل بيته، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ”.

Barangsiapa yang ingin mendapat balasan dengan takaran yang penuh ketika membaca shalawat kepada kami, ahli bait, maka hendaknya membaca: Allahumma Shalli Ala Muhammad an-Nabi al-Ummi, Wa Azwajihi Ummahatil Mukminin Wa Dzurriatihi Wa Ahli Baitihi, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Innaka Hamidun Majid (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, seorang nabi yang ummi, kepada isteri-isterinya sebagai ibunda kaum mukminin, anak cucunya dan keluarganya sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung. (Dikeluarkan Imam an-Nasa’i)[3]

5. Hadits Dari Abu Mas’ud.

عن أبي مسعود الأنصاري أنه قال: أتانا رسول اللّه صلى الله عليه وسلم في مجلس سعد بن عبادة فقال له بشير بن سعد: أمرنا اللّه أن نصلي عليك يارسول اللّه، فكيف نصلي عليك؟ فسكت رسول اللّه صلى الله عليه وسلم حتى تمنينا أنه لم يسأله، ثم قال رسول اللّه صلى الله عليه وسلم “قولوا: اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما صليت على آل إبراهيم؛ ٌ و بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما باركت على آل إبراهيم؛ في العالمين إنك حميدٌ مجيدٌ”. والسلام كما قد علمتم

Dari Abu Mas’ud berkata: Pernah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda hadir ditengah kami sementara kami sedang berada di majlisnya Sa’ad bin Ubadah. Maka Basyir bin Sa’ad bertanya kepada beliau: Allah telah memerintahkan kepada kami bershalawat kepadamu, bagaimanakah cara bershalawat kepadamu. Abu Mas’ud berkata: Maka Rasulullah diam, sehingga kami ingin kalau sekiranya ia (Basyir bin Saad) tidak bertanya kepada beliau. Kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Ucapkanlah Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Wa Bararik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Fil Aalamina Innaka Hamidun Majid. (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim atas sekalian semesta alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia). Adapun salam sebagaimana yang kalian ketahui. ( Dikeluarkan Ahmad, Muslim, Abu Daud, an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim).

6. Dari Ibnu Abu Laila berkata bahwa Ka’ab bin Ujrah berkata: Maukah kami aku beri suatu hadiah? Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda telah hadir di tengah kami, maka kami bertanya: Kami telah mengetahui bagaimana mengucapkan salam kepadamu, tapi bagaimana membaca shalawat kepadamu. Beliau bersabda: Ucapkanlah

“اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ، اللهمَّ بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما باركت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ”.

Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid, Allahumma Bararik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid.(Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maka Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. (Dikeluarkan Bukhari dan Muslim serta Abu Daud)

7. Dari Ibnu Abu Laila berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Hadirlah kalian. Maka kamipun hadir. Ketika naik mimbar pada tangga pertama beliau mengucapkan ‘Amin’, kemudian naik mimbar pada tangga kedua beliau mengucapkan ‘Amin’. Kemudian naik mimbar pada tangga ketiga beliau juga mengucapkan ‘Amin’. Setelah usai khutbah, beliau turun dari mimbar, maka kami bertanya kepada beliau: Wahai Rasulullah kami mendengar darimu sesuatu yang belum pernah kami dengar darimu sebelumnya. Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Sesungguhnya Jibril datang kepadaku lalu berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang menemui Ramadhan namun tidak diampuni dosanya. Maka aku katakan Amin. Ketika aku naik mimbar pada tangga kedua, Jibril berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang namamu disebut namun dia tidak membaca shalawat kepadamu, maka aku katakan Amin. Ketika aku naik mimbar pada tangga ketiga, Jibril berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang menemui kedua orang tuanya dalam keadaan tua renta, atau salah satunya, namun dia tidak masuk surga. Maka aku katakan Amin. ( Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah dan al-Hakim dan beliau berkata: Sanadnya shahih).

8. Dari Abu Humaid as-Sa’idi bahwa mereka berkata: Wahai Rasulullah bagaimana kami membaca shalawat kepadamu, maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Ucapkanlah:

“اللهم صلِّ على محمدٍ وأزواجه وذريته، كما صليت على آل إبراهيم، وبارك على محمدٍ وأزواجه وذريته، كما باركت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ”.

Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa Azwaajihi Wa Dzurriyatihi, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Wa Barik Ala Muhammad Wa Azwaajihi Wa Dzurriyatihi, Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid. (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, isteri-isterinya dan anak-anak cucunya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Berkahilah Muhammad, isteri-isterinya dan anak-anak cucunya, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. (Dikeluarkan Imam Bukhari dan Muslim).

9. Abu Usaid berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Jika diantara kamu masuk masjid maka ucapkanlah shalawat dan salam kepada nabi dan bacalah:

اللهم صلي علي محمد اللَّهمَّ افتح لي أبواب رحمتك، فإِذا خرج فليقل: اللَّهمَّ إنِّي أسألك من فضلك”.

“Allahumma Shalli Ala Muhammad, Allahumma Iftah Li Abwaaba Rahmatik, ( Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, ya Allah bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu) dan jika keluar dari Masjid, hendaklah ia ucapkan “Allahumma Inni As’aluka Min Fadzlik. Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu) (Dikeluarkan Imam Muslim dan Abu Daud secara ringkas)

10. Hadits Abu Said al-Khudri

عن أبي سعيد الخدري؛ قال:- قلنا يا رسول الله! هذا السلام عليك قد عرفناه. فكيف الصلاة؟ قال ((قولوا: اللهم صل على محمد عبدك ورسولك كما صليت على آل إبراهيم. وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم)).

Dari Abu Said al-Khudri berkata bahwa kami bertanya: Wahai Rasulullah, Salam kepadamu kami telah mengetahui, maka bagaimanakah kami bershalawat kepadamu? Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Ucapkanlah: Allahumma Shalli Ala Muhammad Abdika Warasulika Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim. Wabarik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ibrahim. (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad, hamba-Mu dan utusan-Mu, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim). (Dikelurkan Bukhari)
_________________

[1] . Namun dinyatakan hasan oleh syaikh al-Bani dalam shahih Adabul Mufrad (499) dan Silsilah Hadits Shahihah (829).

[2] . Dalam Sunan Abu Daud dan Misykatul Mashabih dari Abu Hurairah.

[3] . Dalam buku aslinya, penulis menyatakan bahwa hadits ini dari Ali bin Abu Thalib yang dikeluarkan Imam Nasa’i, namun setelah kami teliti ternyata kami temukan dalam sunan Abu Daud, sunan al-Baihaqi (2686) dan Miskatul Mashabih dari Abu Hurairah.

PESUGIHAN ISLAM

Pesugihan Islam, ya kenapa kami katakan pesugihan islam, karena dalam melakukan ritual ini, anda tidak perlu datang ke mbah dukun, cukup anda menghadap Allah saja, dan dipastikan semua masalah anda beres.

Banyak saudara kita yang tersesat kejalan syaiton hanya karena ingin kaya, ingin memiliki harta berlimpah. STOP, itu hanya akan membuat kita dan keturunan kita semakin sulit dan bahkan sampai di laknat oleh ALLAH SWT.

Banyak jalan menuju Roma begitu kata pepatah, jadi bukan hanya satu jalan.

Begitu pula kita dalam menggapai kebahagiaan dan mengejar kekayaan. Jangan sampai kita lupa diri dan tersesat didalamnya hanya karena demi memiliki harta dunia ini.

Islam sudah mengajarkan cara mudah dan simple dalam menggapai itu semua. Apa Rahasianya?

Anda ingin tahu cara menjadi orang sukses? Sering membaca buku atau kata-kata motivasi namun tetap saja belum berhasil? Ingin kiat praktis yang benar-benar bisa Anda terapkan untuk sukses? Ini RAHASIA KAYA nya.

  1. JALANKAN SEMUA YANG DI PERINTAHKAN ALLAH SWT, JAUHI LARANGANNYA.
  2. BACA SHOLAWAT: صَلَّى اللهْ عَلَى مُحَمَّدْ (Shallallahu ‘Ala Muhammad) 10.000 Kali / Hari ATAU SEBANYAK YANG ANDA MAMPU.
  3. PEGANG ERAT – DUIT
    • – DOA
    • – USAHA
    • – IKHTIAR
    • – TAWAQAL

Insya Allah, hidup kita akan dilimpahi dengan keberkahan dan kesuksesan.

Keajaiban sholawat jibril, cara mengamalkan sholawat jibril, sholawat jibril 1000x, doa dan dzikir penarik rezeki dari segala penjuru, karomah shallallahu ala muhammad, keajaiban shallallahu ala muhammad, fadhilah shalawat shallallahu ala muhammad, sholawat rezeki berlimpah

Kenapa Sholawat? Berikut Penjelasan Rahasia Keajaiban dan Keutamaan Sholawat…

Membaca shalawat kepada nabi termasuk salah satu amalan yang sangat mudah dan sangat utama, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara tegas berfirman di dalam al-quran bahwa Allah sendiri dan para malaikat nya senantiasa bershalawat kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa salam.

Allah memerintahkan Kepada umat manusia untuk membaca shalawat kepada nabi Muhammad, karena Nabi Muhammad adalah Habibullah atau Kekasih Allah yang tinggi kedudukannya.

Dikisahkan ketika Nabi Adam alaihissalam hendak menikahi sayyidaina Hawa diperintahkan oleh Allah supaya memberi mas kawin kepada Hawa dengan mas kawin membaca shalawat kepada Nabi Muhammad yaitu dengan bacaan sholawat Shallallahu Ala Muhammad.

Membaca shalawat kepada nabi termasuk salah satu amalan yang sangat mudah dan sangat utama, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara tegas berfirman di dalam al-quran bahwa Allah sendiri dan para malaikat nya senantiasa bershalawat kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa salam.

Allah memerintahkan Kepada umat manusia untuk membaca shalawat kepada nabi Muhammad, karena Nabi Muhammad adalah Habibullah atau Kekasih Allah yang tinggi kedudukannya. sehingga dikisahkan ketika Nabi Adam alaihissalam hendak menikahi sayyidatina Hawa diperintahkan oleh Allah supaya memberi mas kawin kepada Hawa dengan mas kawin membaca shalawat kepada Nabi Muhammad yaitu dengan bacaan sholawat Shallallahu Ala Muhammad.

Kalimat sholawat mengandung doa permohonan kepada Allah untuk Nabi Muhammad seperti Shallallahu Ala Muhammad, Allahumma shalli Ala Muhammad dan lain sebagainya, dalam kalimat shalawat tersebut dan kalimat-kalimat sholawat lainnya pasti ada lafal Allah dan lafal Muhammad, jadi ketika seseorang membaca sholawat, Maka secara langsung akan menyebut lafal Allah dan Muhammad. Jadi tidak hanya menyebut asmaul allah saja tapi juga menyebut asma Nabi Muhammad. Berbeda dengan membaca La Ilaha Illallah. Subhanallah dan alhamdulillah, yang hanya menyebut asma Allah saja.

Semoga bermanfaat dan mendapat keberkahan. Aamiin.

Wallahu A’lam

 


#Follow News : Portal Islam | Berita Islam | Portal Berita Islam | Berita Islam Terpercaya | Berita Islam Terkini | Kabar Islam Internasional | Kabar Islam Nusantara | Kabar Islam Indonesia | Berita Palestina | Kabar Suriah | Khazanah Islam | Info Islam | Kabar Islam | Panji Islam | Dunia Islam | Islam Nusantara | Kajian Islam | Berita Islam Terbaru | Suara Islam | Media Islam | Situs Islam Terpercaya

Susah Cari Kerja, Mau Kerja Sesuai Keinginan? Ini Loh Rahasianya !


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Kisah Keajaiban Sholawat: Susah Cari Kerja, Mau Kerja Sesuai Keinginan? Ini Loh Rahasianya !

Tidak semua orang mendapatkan kemudahan dalam mencari pekerjaan. Kadang ada saja halangan yang menyebabkan seseorang tidak diterima melamar di sebuah pekerjaan. Masalah ini jika dibiarkan bisa saja akan membuat seseorang menjadi pengangguran dalam waktu yang cukup lama. Dampaknya pun akan mengurangi produktifitas dalam berkarya.

Apabila Anda termasuk orang yang susah cari kerja, sebaiknya mulai sekarang mulai instropeksi diri. Barangkali ada kesalahan yang tidak Anda sadari yang menyebabkan sulitnya mencari kerja.

Banyak jalan menuju Roma begitu kata pepatah, jadi bukan hanya satu jalan.

Begitu pula kita dalam mencari kerja, banyak cara untuk ditempuh, ya yang utama tentunya bekal ilmu sesuai dengan pekerjaan yang kita inginkan.

Islam sudah mengajarkan cara mudah dan simple dalam menggapai itu semua. Apa Rahasianya?

Anda ingin tahu cara menjadi orang sukses? Sering membaca buku atau kata-kata motivasi namun tetap saja belum berhasil? Ingin kiat praktis yang benar-benar bisa Anda terapkan untuk sukses? Ini RAHASIA KAYA – Rahasia mendapatkan pekerjaan sesuai yang kita inginkan.

  1. JALANKAN SEMUA YANG DI PERINTAHKAN ALLAH SWT, JAUHI LARANGANNYA.
  2. BACA SHOLAWAT: صَلَّى اللهْ عَلَى مُحَمَّدْ (Shallallahu ‘Ala Muhammad) 10.000 Kali / Hari ATAU SEBANYAK YANG ANDA MAMPU.
  3. PEGANG ERAT – DUIT
    • – DOA
    • – USAHA
    • – IKHTIAR
    • – TAWAQAL

Insya Allah, hidup kita akan dilimpahi dengan keberkahan dan kesuksesan.

Kenapa Sholawat? Berikut Penjelasan Rahasia Keajaiban dan Keutamaan Sholawat…

Membaca shalawat kepada nabi termasuk salah satu amalan yang sangat mudah dan sangat utama, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara tegas berfirman di dalam al-quran bahwa Allah sendiri dan para malaikat nya senantiasa bershalawat kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa salam.

Allah memerintahkan Kepada umat manusia untuk membaca shalawat kepada nabi Muhammad, karena Nabi Muhammad adalah Habibullah atau Kekasih Allah yang tinggi kedudukannya.

Dikisahkan ketika Nabi Adam alaihissalam hendak menikahi sayyidaina Hawa diperintahkan oleh Allah supaya memberi mas kawin kepada Hawa dengan mas kawin membaca shalawat kepada Nabi Muhammad yaitu dengan bacaan sholawat Shallallahu Ala Muhammad.

Membaca shalawat kepada nabi termasuk salah satu amalan yang sangat mudah dan sangat utama, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara tegas berfirman di dalam al-quran bahwa Allah sendiri dan para malaikat nya senantiasa bershalawat kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa salam.

Allah memerintahkan Kepada umat manusia untuk membaca shalawat kepada nabi Muhammad, karena Nabi Muhammad adalah Habibullah atau Kekasih Allah yang tinggi kedudukannya. sehingga dikisahkan ketika Nabi Adam alaihissalam hendak menikahi sayyidatina Hawa diperintahkan oleh Allah supaya memberi mas kawin kepada Hawa dengan mas kawin membaca shalawat kepada Nabi Muhammad yaitu dengan bacaan sholawat Shallallahu Ala Muhammad.

Kalimat sholawat mengandung doa permohonan kepada Allah untuk Nabi Muhammad seperti Shallallahu Ala Muhammad, Allahumma shalli Ala Muhammad dan lain sebagainya, dalam kalimat shalawat tersebut dan kalimat-kalimat sholawat lainnya pasti ada lafal Allah dan lafal Muhammad, jadi ketika seseorang membaca sholawat, Maka secara langsung akan menyebut lafal Allah dan Muhammad. Jadi tidak hanya menyebut asmaul allah saja tapi juga menyebut asma Nabi Muhammad. Berbeda dengan membaca La Ilaha Illallah. Subhanallah dan alhamdulillah, yang hanya menyebut asma Allah saja.

Khasiat dzikir shallallahu ala muhammad

  • Keajaiban shalawat shallallahu ala muhammad berdasarkan keterangan dari Kitab Afdhal as-Shalawat ‘ala Sayyid as-Sadat, KaryaSyaikh Yusuf ibn Ismail an-Nabhani.
  • Imam asy-Sya’roni menyatakan: “Rasulullah saw pernah bersabda: Barang siapa membaca shalawat ini, maka ia telah membuka tujuh puluh pintu rahmat untuk dirinya dan Allah akan menitipkan cintaNya pada hati manusia sehingga mereka tidak akan marah kepadanya, kecuali orang yang menyimpan kemunafikan di dalam hatinya.”
  • Syaikina ya’ni ‘Aliya al-Khawash berkata: “Hadis ini, beserta hadis sebelumnya, yaitu sabda Nabi saw: Paling dekatnya salah seorang kamu kepadaku adalah pada saat ia mengingatku dan membacakan shalawat untukku, kami riwayatkan dari sebagian ahli ma’rifat, dari al-Khidhr as, dari Rasulullah saw. Dua hadis ini menurut kami berkualitas shahih dengan derajat keshahihan tertinggi, meskipun para ahli hadis tidak berani menetapkan kesahehannya karena rumitnya istilah yang mereka pergunakan, wallahu a’lam,
  • Rasulullah saw bersabda yang artinya: Tidak seorang pun yang membaca: Shallallahu ‘ala Muhammad (Semoga Allah memberikan rahmat Nya kepada Muhammad), kecuali bahwa manusia akan mencintainya walaupun sebenarnya mereka membencinya. Demi Allah, mereka tidak akan mencintainya kecuali setelah Allah’azza wa jalla mencintai dia.” Dan kami pernah mendengar Rasulullah bersabda dari atas mimbar: ” Barang siapa membaca shalawat ini maka ia telah membuka tujuh puluh pintu rahmat untuk dirinya.”
  • Al-Hafidz as-Sakhawi juga menukil sebuah hadis dengan sanad tersebut bahwa Imam as-Samarqandi mendengar Khidhr dan nabi Ilyas as berkata: “Adalah pada bani Israil seorang nabi yang bernama Samuel. Dia dikaruniai kekuatan untuk mengalahkan musuh. Pada suatu hari ia pergi berangkat untuk menghancurkan musuh agama-nya. Mereka (musuh-musuh- nya) berkata: “Orang ini adalah seorang penyihir; ia datang untuk mengelabui mata kita dan mencerai beraikan pasukan kita, maka hendaklah kita mengajaknya ke tepi pantai, lalu kita menghancurkannya.”Maka berangkatlah ia bersama empat puluh orang pasukan memenuhi tantangan mereka untuk bertempur di tepi pantai. Teman-temannya berkata: ” Apa yang akan kita perbuat?” “Majulah, dan bacalah: Shallallahu ‘ala Muhammad!” kata Samuel. Mereka pun menuruti nasehat- nya; maju dengan membaca shalawat. Keadaan menjadi berbalik sama-sekali; merekalah yang terdesak ke laut dan tenggelam ditelan ombak, semuanya tewas, tidak ada yang tersisa.”
  • As-Sakhawi juga telah meriwayatkan bahwa suatu hari, berangkatlah seorang laki-laki dari Syiria menuju Nabi saw Ia berkata: “Ayahku sudah lanjut usia, namun ia ingin sekali melihat wajahmu” “Bawalah ia kepadaku.” Sabda Nabi. “Tapi ia tidak bisa melihat. ” Ia mengemukakan alasan.” Katakan kepadanya, bacalah: “Shallallahu’ala Muhammad dalam tujuh malam, maka in akan bisa melihatku dalam mimpi, sehingga kamu bisa meriwayatkan hadis dari aku.” Ia pun kemudian melaksanakannya dan melihat Nabi saw dalam tidurnya, dan hadis ini diriwayatkan

Manfaat, Karomah dan Keajaiban Membaca Shalawat

  • Membaca shalawat sebagai bentuk realisasi ketaatan kepada perintah Allah Ta’ala.
  • Mennjalankan Allah dalam membaca shalawat.
  • Mencontoh / menauladani para malaikat-Nya.
  • Mendapat balasan sepuluh rahmah dari Allah setiap membaca sekali shalawat.
  • Diangkat sepuluh derajat karena membaca sekali shalawat.
  • Ditulis sepuluh kebaikan bagi yang membaca sekali shalawat.
  • Dihapus sepuluh keburukan bagi yang membaca sekali shalawat.
  • Menjadi sebab utama dikabulkan doa.
  • Menjadi sebab meraih syafaat Nabi.
  • Mendapat pengampunan dari Allah.
  • Allah akan mencukupi hidupnya dari berbagai macam keluh kesah.
  • Sebagai sebab dekatnya seorang hamba dengan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam nanti pada hari kiamat.
  • Shalawat bisa mengganti dan menduduki ibadah shadaqoh.
  • Menjadi sebab terpenuhi berbagai macam hajat kebutuhan.
  • Meraih shalawatnya Allah dan shalawatnya para malaikat atasnya.
  • Menjadi sebab seseorang meraih kesucian dan kemuliaan.
  • Orang yang gemar membaca shalawat akan mendapat kabar gembira sebelum matinya.
  • Akan meraih keamanan dan keselamatan dari rintangan hari kiamat.
  • Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam akan menjawab shalawat dan salam kepada orang-orang yang membaca shalawat dan salam kepadanya.
  • Bisa membantu seorang hamba mengingatkan sesuatu yang terlupa.
  • Menjadi sebab berkahnya suatu majlis agar tidak kembali pulang dalam keadaan merugi dan cacat.
  • Membaca shalawat mampu mengusir dan melenyapkan kemiskinan.
  • Membaca shalawat mampu menghilangkan penyakit bakhil dari seorang hamba.
  • Menjadi selamatnya seorang hamba dari doanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam yang buruk, karena beliau mendoakan celaka bagi yang mendengar nama disebut tidak membaca shalawat.
  • Membaca shalawat menjadi jalan menuju sorga.
  • Selamat dari busuknya majlis karena membaca shalawat.
  • Membaca shalawat menjadi penyempurna bagi pembicaraan pada saat berkhutbah.
  • Menjadi sebab sempurnanya cahaya seorang hamba pada saat meniti titian.
  • Membaca shalawat akan mengeluarkan seseorang dari sifat kasar dan keras kepala.
  • Menjadi sebab langgengnya pujian Allah atasnya.
  • Mendatangkan keberkahan kepada orang yang membaca shalawat.
  • Orang yang membaca shalawat akan meraih rahmat dari Allah.
  • Sebagai bukti cinta Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam secara abadi.
  • Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam akan selalu mencintai orang yang membaca shalawat.
  • Menjadi sebab seorang hamba meraih hidayah.
  • Nama orang yang membaca shalawat akan disampaikan kepada Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam
  • Menjadi sebab teguhnya kaki pada saat meniti titian.
  • Dengan membaca shalawat berarti seseorang telah menunaikan haknya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam atasnya.
  • Mengandung dzikir dan syukur kepada Allah.
  • Shalawat adalah doa karena dengan membaca shalawat berarti telah memuji khalilullah dan kekasih-Nya. Dengan itu berarti telah mendoakan baik untuknya.

______________

(Di salin dari kitab yang ditulis Abu Muhammad Abdul Haq al-Hasyimi)
Sumber: Artikel Buka Hati Menuntut Ilmu

Kumpulan Hadits Tentang Keajaiban Membaca Shalawat

Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Imam para utusan, penutup para nabi, diutus pembawa rahmat bagi alam semesta, panglima bagi orang-orang yang memiliki muka bercahaya, pemberi syafaat bagi orang-orang yang berdosa, dan pemilik bendara pujian pada hari pembalasan. Semoga shalawat juga tercurah atas keluarganya yang bersih dan para shahabatnya.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا {56}

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. 33:56)

Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku sekali maka Allah akan membalasnya sepuluh kali.

Pelayan kedua wahyu, penggemar dua tanah suci, dan pecinta utusan Allah bagi bangsa jin dan manusia berkata, “risalah ini saya himpun untuk menjelaskan tentang keajaiban membawa shalawat kepada penghulu anak Adam. Saya himpun sebagai hadiah bagi para pembawa shalawat Nabi. Saya menurunkan delapan puluh hadits tentang shalawat yang saya sertakan rujukan dan faedahnya, yang saya ringkas dari kitab “Jalaul Afham” karya Ibnu Qayyim, dan saya menambahi isinya kemudian saya beri judul “al-Arbainin Fis Shalah ala Ibnu Dzabihain”. Saya memohon kepada agar menjadikan tulisan ini sebagai perantara untuk meraih syafaat dan penjamin selamat.

Ditulis oleh: Abu Muhammad Abdul Haq al-Hasyimi 1363 H

1. Dari Abu Bakar as-Shiddiq berkata bahwa aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

من صلي علي كنت شفيعه يوم القيامة

Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka aku akan memberinya syafaat pada hari kiamat. (Hadits riwayat Ibnu Syahiin dalam at-Targhib dan Ibnu Basykawal).

2. Dari Umar bin Khaththab dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

من صلى عليك واحدة صلى الله عليه وسلم عشرا ورفع له عشر درجات

Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali shalawat, maka Allah akan membalas sepuluh kali shalawat dan mengangkatnya sepuluh derajat. (Dikeluarkan Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu Abu Syaibah, al-Bazzar, Ibnu Syahiin dan al-Ismaili dengan sanad ma’lul).[1]

3. Dari Ali bin Abu Thalib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

“البخيل الذي من ذكرت عنده فلم يصل علي”.

Manusia bakhil adalah orang yang disebut namaku di sisinya, tetapi tidak membaca shalawat kepadaku. (Dikeluarkan Imam at-Tirmidzi dan beliau berkata bahwa hadits hasan shahih. Dan juga dikeluarkan Imam Nasa’i, Ibnu Hibban dal al-Hakim).

4. Dari Ali bin Abu Thalib[2] berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

“من سره أن يكتالَ بالمكيالِ الأوفى إذا صلَّى علينا أهل البيت فليقل: اللهم صلِّ على محمدٍ النبيِّ الأمي وأزواجه أمهات المؤمنين وذريته وأهل بيته، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ”.

Barangsiapa yang ingin mendapat balasan dengan takaran yang penuh ketika membaca shalawat kepada kami, ahli bait, maka hendaknya membaca: Allahumma Shalli Ala Muhammad an-Nabi al-Ummi, Wa Azwajihi Ummahatil Mukminin Wa Dzurriatihi Wa Ahli Baitihi, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Innaka Hamidun Majid (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, seorang nabi yang ummi, kepada isteri-isterinya sebagai ibunda kaum mukminin, anak cucunya dan keluarganya sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung. (Dikeluarkan Imam an-Nasa’i)[3]

5. Hadits Dari Abu Mas’ud.

عن أبي مسعود الأنصاري أنه قال: أتانا رسول اللّه صلى الله عليه وسلم في مجلس سعد بن عبادة فقال له بشير بن سعد: أمرنا اللّه أن نصلي عليك يارسول اللّه، فكيف نصلي عليك؟ فسكت رسول اللّه صلى الله عليه وسلم حتى تمنينا أنه لم يسأله، ثم قال رسول اللّه صلى الله عليه وسلم “قولوا: اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما صليت على آل إبراهيم؛ ٌ و بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما باركت على آل إبراهيم؛ في العالمين إنك حميدٌ مجيدٌ”. والسلام كما قد علمتم

Dari Abu Mas’ud berkata: Pernah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda hadir ditengah kami sementara kami sedang berada di majlisnya Sa’ad bin Ubadah. Maka Basyir bin Sa’ad bertanya kepada beliau: Allah telah memerintahkan kepada kami bershalawat kepadamu, bagaimanakah cara bershalawat kepadamu. Abu Mas’ud berkata: Maka Rasulullah diam, sehingga kami ingin kalau sekiranya ia (Basyir bin Saad) tidak bertanya kepada beliau. Kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Ucapkanlah Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Wa Bararik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Fil Aalamina Innaka Hamidun Majid. (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim atas sekalian semesta alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia). Adapun salam sebagaimana yang kalian ketahui. ( Dikeluarkan Ahmad, Muslim, Abu Daud, an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim).

6. Dari Ibnu Abu Laila berkata bahwa Ka’ab bin Ujrah berkata: Maukah kami aku beri suatu hadiah? Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda telah hadir di tengah kami, maka kami bertanya: Kami telah mengetahui bagaimana mengucapkan salam kepadamu, tapi bagaimana membaca shalawat kepadamu. Beliau bersabda: Ucapkanlah

“اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ، اللهمَّ بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما باركت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ”.

Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid, Allahumma Bararik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid.(Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maka Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. (Dikeluarkan Bukhari dan Muslim serta Abu Daud)

7. Dari Ibnu Abu Laila berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Hadirlah kalian. Maka kamipun hadir. Ketika naik mimbar pada tangga pertama beliau mengucapkan ‘Amin’, kemudian naik mimbar pada tangga kedua beliau mengucapkan ‘Amin’. Kemudian naik mimbar pada tangga ketiga beliau juga mengucapkan ‘Amin’. Setelah usai khutbah, beliau turun dari mimbar, maka kami bertanya kepada beliau: Wahai Rasulullah kami mendengar darimu sesuatu yang belum pernah kami dengar darimu sebelumnya. Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Sesungguhnya Jibril datang kepadaku lalu berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang menemui Ramadhan namun tidak diampuni dosanya. Maka aku katakan Amin. Ketika aku naik mimbar pada tangga kedua, Jibril berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang namamu disebut namun dia tidak membaca shalawat kepadamu, maka aku katakan Amin. Ketika aku naik mimbar pada tangga ketiga, Jibril berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang menemui kedua orang tuanya dalam keadaan tua renta, atau salah satunya, namun dia tidak masuk surga. Maka aku katakan Amin. ( Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah dan al-Hakim dan beliau berkata: Sanadnya shahih).

8. Dari Abu Humaid as-Sa’idi bahwa mereka berkata: Wahai Rasulullah bagaimana kami membaca shalawat kepadamu, maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Ucapkanlah:

“اللهم صلِّ على محمدٍ وأزواجه وذريته، كما صليت على آل إبراهيم، وبارك على محمدٍ وأزواجه وذريته، كما باركت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ”.

Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa Azwaajihi Wa Dzurriyatihi, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Wa Barik Ala Muhammad Wa Azwaajihi Wa Dzurriyatihi, Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid. (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, isteri-isterinya dan anak-anak cucunya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Berkahilah Muhammad, isteri-isterinya dan anak-anak cucunya, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. (Dikeluarkan Imam Bukhari dan Muslim).

9. Abu Usaid berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Jika diantara kamu masuk masjid maka ucapkanlah shalawat dan salam kepada nabi dan bacalah:

اللهم صلي علي محمد اللَّهمَّ افتح لي أبواب رحمتك، فإِذا خرج فليقل: اللَّهمَّ إنِّي أسألك من فضلك”.

“Allahumma Shalli Ala Muhammad, Allahumma Iftah Li Abwaaba Rahmatik, ( Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, ya Allah bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu) dan jika keluar dari Masjid, hendaklah ia ucapkan “Allahumma Inni As’aluka Min Fadzlik. Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu) (Dikeluarkan Imam Muslim dan Abu Daud secara ringkas)

10. Hadits Abu Said al-Khudri

عن أبي سعيد الخدري؛ قال:- قلنا يا رسول الله! هذا السلام عليك قد عرفناه. فكيف الصلاة؟ قال ((قولوا: اللهم صل على محمد عبدك ورسولك كما صليت على آل إبراهيم. وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم)).

Dari Abu Said al-Khudri berkata bahwa kami bertanya: Wahai Rasulullah, Salam kepadamu kami telah mengetahui, maka bagaimanakah kami bershalawat kepadamu? Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Ucapkanlah: Allahumma Shalli Ala Muhammad Abdika Warasulika Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim. Wabarik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ibrahim. (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad, hamba-Mu dan utusan-Mu, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim). (Dikelurkan Bukhari)
_________________

[1] . Namun dinyatakan hasan oleh syaikh al-Bani dalam shahih Adabul Mufrad (499) dan Silsilah Hadits Shahihah (829).

[2] . Dalam Sunan Abu Daud dan Misykatul Mashabih dari Abu Hurairah.

[3] . Dalam buku aslinya, penulis menyatakan bahwa hadits ini dari Ali bin Abu Thalib yang dikeluarkan Imam Nasa’i, namun setelah kami teliti ternyata kami temukan dalam sunan Abu Daud, sunan al-Baihaqi (2686) dan Miskatul Mashabih dari Abu Hurairah.

Keajaiban sholawat jibril, cara mengamalkan sholawat jibril, sholawat jibril 1000x, doa dan dzikir penarik rezeki dari segala penjuru, karomah shallallahu ala muhammad, keajaiban shallallahu ala muhammad, fadhilah shalawat shallallahu ala muhammad, sholawat rezeki berlimpah

Semoga bermanfaat dan mendapat keberkahan. Aamiin.

Wallahu A’lam

 

Pesugihan Islam Gratis AMPUH !


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Kisah Keajaiban Sholawat: Pesugihan Islam Gratis AMPUH !

Pesugihan Islam, ya kenapa kami katakan pesugihan islam, karena dalam melakukan ritual ini, anda tidak perlu datang ke mbah dukun, cukup anda menghadap Allah saja, dan dipastikan semua masalah anda beres.

Banyak saudara kita yang tersesat kejalan syaiton hanya karena ingin kaya, ingin memiliki harta berlimpah. STOP, itu hanya akan membuat kita dan keturunan kita semakin sulit dan bahkan sampai di laknat oleh ALLAH SWT.

Banyak jalan menuju Roma begitu kata pepatah, jadi bukan hanya satu jalan.

Begitu pula kita dalam menggapai kebahagiaan dan mengejar kekayaan. Jangan sampai kita lupa diri dan tersesat didalamnya hanya karena demi memiliki harta dunia ini.

Islam sudah mengajarkan cara mudah dan simple dalam menggapai itu semua. Apa Rahasianya?

Anda ingin tahu cara menjadi orang sukses? Sering membaca buku atau kata-kata motivasi namun tetap saja belum berhasil? Ingin kiat praktis yang benar-benar bisa Anda terapkan untuk sukses? Ini RAHASIA KAYA nya.

  1. JALANKAN SEMUA YANG DI PERINTAHKAN ALLAH SWT, JAUHI LARANGANNYA.
  2. BACA SHOLAWAT: صَلَّى اللهْ عَلَى مُحَمَّدْ (Shallallahu ‘Ala Muhammad) 10.000 Kali / Hari ATAU SEBANYAK YANG ANDA MAMPU.
  3. PEGANG ERAT – DUIT
    • – DOA
    • – USAHA
    • – IKHTIAR
    • – TAWAQAL

Insya Allah, hidup kita akan dilimpahi dengan keberkahan dan kesuksesan.

Kenapa Sholawat? Berikut Penjelasan Rahasia Keajaiban dan Keutamaan Sholawat…

Membaca shalawat kepada nabi termasuk salah satu amalan yang sangat mudah dan sangat utama, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara tegas berfirman di dalam al-quran bahwa Allah sendiri dan para malaikat nya senantiasa bershalawat kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa salam.

Allah memerintahkan Kepada umat manusia untuk membaca shalawat kepada nabi Muhammad, karena Nabi Muhammad adalah Habibullah atau Kekasih Allah yang tinggi kedudukannya.

Dikisahkan ketika Nabi Adam alaihissalam hendak menikahi sayyidaina Hawa diperintahkan oleh Allah supaya memberi mas kawin kepada Hawa dengan mas kawin membaca shalawat kepada Nabi Muhammad yaitu dengan bacaan sholawat Shallallahu Ala Muhammad.

Membaca shalawat kepada nabi termasuk salah satu amalan yang sangat mudah dan sangat utama, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara tegas berfirman di dalam al-quran bahwa Allah sendiri dan para malaikat nya senantiasa bershalawat kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa salam.

Allah memerintahkan Kepada umat manusia untuk membaca shalawat kepada nabi Muhammad, karena Nabi Muhammad adalah Habibullah atau Kekasih Allah yang tinggi kedudukannya. sehingga dikisahkan ketika Nabi Adam alaihissalam hendak menikahi sayyidatina Hawa diperintahkan oleh Allah supaya memberi mas kawin kepada Hawa dengan mas kawin membaca shalawat kepada Nabi Muhammad yaitu dengan bacaan sholawat Shallallahu Ala Muhammad.

Kalimat sholawat mengandung doa permohonan kepada Allah untuk Nabi Muhammad seperti Shallallahu Ala Muhammad, Allahumma shalli Ala Muhammad dan lain sebagainya, dalam kalimat shalawat tersebut dan kalimat-kalimat sholawat lainnya pasti ada lafal Allah dan lafal Muhammad, jadi ketika seseorang membaca sholawat, Maka secara langsung akan menyebut lafal Allah dan Muhammad. Jadi tidak hanya menyebut asmaul allah saja tapi juga menyebut asma Nabi Muhammad. Berbeda dengan membaca La Ilaha Illallah. Subhanallah dan alhamdulillah, yang hanya menyebut asma Allah saja.

Khasiat dzikir shallallahu ala muhammad

  • Keajaiban shalawat shallallahu ala muhammad berdasarkan keterangan dari Kitab Afdhal as-Shalawat ‘ala Sayyid as-Sadat, KaryaSyaikh Yusuf ibn Ismail an-Nabhani.
  • Imam asy-Sya’roni menyatakan: “Rasulullah saw pernah bersabda: Barang siapa membaca shalawat ini, maka ia telah membuka tujuh puluh pintu rahmat untuk dirinya dan Allah akan menitipkan cintaNya pada hati manusia sehingga mereka tidak akan marah kepadanya, kecuali orang yang menyimpan kemunafikan di dalam hatinya.”
  • Syaikina ya’ni ‘Aliya al-Khawash berkata: “Hadis ini, beserta hadis sebelumnya, yaitu sabda Nabi saw: Paling dekatnya salah seorang kamu kepadaku adalah pada saat ia mengingatku dan membacakan shalawat untukku, kami riwayatkan dari sebagian ahli ma’rifat, dari al-Khidhr as, dari Rasulullah saw. Dua hadis ini menurut kami berkualitas shahih dengan derajat keshahihan tertinggi, meskipun para ahli hadis tidak berani menetapkan kesahehannya karena rumitnya istilah yang mereka pergunakan, wallahu a’lam,
  • Rasulullah saw bersabda yang artinya: Tidak seorang pun yang membaca: Shallallahu ‘ala Muhammad (Semoga Allah memberikan rahmat Nya kepada Muhammad), kecuali bahwa manusia akan mencintainya walaupun sebenarnya mereka membencinya. Demi Allah, mereka tidak akan mencintainya kecuali setelah Allah’azza wa jalla mencintai dia.” Dan kami pernah mendengar Rasulullah bersabda dari atas mimbar: ” Barang siapa membaca shalawat ini maka ia telah membuka tujuh puluh pintu rahmat untuk dirinya.”
  • Al-Hafidz as-Sakhawi juga menukil sebuah hadis dengan sanad tersebut bahwa Imam as-Samarqandi mendengar Khidhr dan nabi Ilyas as berkata: “Adalah pada bani Israil seorang nabi yang bernama Samuel. Dia dikaruniai kekuatan untuk mengalahkan musuh. Pada suatu hari ia pergi berangkat untuk menghancurkan musuh agama-nya. Mereka (musuh-musuh- nya) berkata: “Orang ini adalah seorang penyihir; ia datang untuk mengelabui mata kita dan mencerai beraikan pasukan kita, maka hendaklah kita mengajaknya ke tepi pantai, lalu kita menghancurkannya.”Maka berangkatlah ia bersama empat puluh orang pasukan memenuhi tantangan mereka untuk bertempur di tepi pantai. Teman-temannya berkata: ” Apa yang akan kita perbuat?” “Majulah, dan bacalah: Shallallahu ‘ala Muhammad!” kata Samuel. Mereka pun menuruti nasehat- nya; maju dengan membaca shalawat. Keadaan menjadi berbalik sama-sekali; merekalah yang terdesak ke laut dan tenggelam ditelan ombak, semuanya tewas, tidak ada yang tersisa.”
  • As-Sakhawi juga telah meriwayatkan bahwa suatu hari, berangkatlah seorang laki-laki dari Syiria menuju Nabi saw Ia berkata: “Ayahku sudah lanjut usia, namun ia ingin sekali melihat wajahmu” “Bawalah ia kepadaku.” Sabda Nabi. “Tapi ia tidak bisa melihat. ” Ia mengemukakan alasan.” Katakan kepadanya, bacalah: “Shallallahu’ala Muhammad dalam tujuh malam, maka in akan bisa melihatku dalam mimpi, sehingga kamu bisa meriwayatkan hadis dari aku.” Ia pun kemudian melaksanakannya dan melihat Nabi saw dalam tidurnya, dan hadis ini diriwayatkan

Manfaat, Karomah dan Keajaiban Membaca Shalawat

  • Membaca shalawat sebagai bentuk realisasi ketaatan kepada perintah Allah Ta’ala.
  • Mennjalankan Allah dalam membaca shalawat.
  • Mencontoh / menauladani para malaikat-Nya.
  • Mendapat balasan sepuluh rahmah dari Allah setiap membaca sekali shalawat.
  • Diangkat sepuluh derajat karena membaca sekali shalawat.
  • Ditulis sepuluh kebaikan bagi yang membaca sekali shalawat.
  • Dihapus sepuluh keburukan bagi yang membaca sekali shalawat.
  • Menjadi sebab utama dikabulkan doa.
  • Menjadi sebab meraih syafaat Nabi.
  • Mendapat pengampunan dari Allah.
  • Allah akan mencukupi hidupnya dari berbagai macam keluh kesah.
  • Sebagai sebab dekatnya seorang hamba dengan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam nanti pada hari kiamat.
  • Shalawat bisa mengganti dan menduduki ibadah shadaqoh.
  • Menjadi sebab terpenuhi berbagai macam hajat kebutuhan.
  • Meraih shalawatnya Allah dan shalawatnya para malaikat atasnya.
  • Menjadi sebab seseorang meraih kesucian dan kemuliaan.
  • Orang yang gemar membaca shalawat akan mendapat kabar gembira sebelum matinya.
  • Akan meraih keamanan dan keselamatan dari rintangan hari kiamat.
  • Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam akan menjawab shalawat dan salam kepada orang-orang yang membaca shalawat dan salam kepadanya.
  • Bisa membantu seorang hamba mengingatkan sesuatu yang terlupa.
  • Menjadi sebab berkahnya suatu majlis agar tidak kembali pulang dalam keadaan merugi dan cacat.
  • Membaca shalawat mampu mengusir dan melenyapkan kemiskinan.
  • Membaca shalawat mampu menghilangkan penyakit bakhil dari seorang hamba.
  • Menjadi selamatnya seorang hamba dari doanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam yang buruk, karena beliau mendoakan celaka bagi yang mendengar nama disebut tidak membaca shalawat.
  • Membaca shalawat menjadi jalan menuju sorga.
  • Selamat dari busuknya majlis karena membaca shalawat.
  • Membaca shalawat menjadi penyempurna bagi pembicaraan pada saat berkhutbah.
  • Menjadi sebab sempurnanya cahaya seorang hamba pada saat meniti titian.
  • Membaca shalawat akan mengeluarkan seseorang dari sifat kasar dan keras kepala.
  • Menjadi sebab langgengnya pujian Allah atasnya.
  • Mendatangkan keberkahan kepada orang yang membaca shalawat.
  • Orang yang membaca shalawat akan meraih rahmat dari Allah.
  • Sebagai bukti cinta Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam secara abadi.
  • Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam akan selalu mencintai orang yang membaca shalawat.
  • Menjadi sebab seorang hamba meraih hidayah.
  • Nama orang yang membaca shalawat akan disampaikan kepada Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam
  • Menjadi sebab teguhnya kaki pada saat meniti titian.
  • Dengan membaca shalawat berarti seseorang telah menunaikan haknya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam atasnya.
  • Mengandung dzikir dan syukur kepada Allah.
  • Shalawat adalah doa karena dengan membaca shalawat berarti telah memuji khalilullah dan kekasih-Nya. Dengan itu berarti telah mendoakan baik untuknya.

______________

(Di salin dari kitab yang ditulis Abu Muhammad Abdul Haq al-Hasyimi)
Sumber: Artikel Buka Hati Menuntut Ilmu

Kumpulan Hadits Tentang Keajaiban Membaca Shalawat

Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Imam para utusan, penutup para nabi, diutus pembawa rahmat bagi alam semesta, panglima bagi orang-orang yang memiliki muka bercahaya, pemberi syafaat bagi orang-orang yang berdosa, dan pemilik bendara pujian pada hari pembalasan. Semoga shalawat juga tercurah atas keluarganya yang bersih dan para shahabatnya.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا {56}

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. 33:56)

Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku sekali maka Allah akan membalasnya sepuluh kali.

Pelayan kedua wahyu, penggemar dua tanah suci, dan pecinta utusan Allah bagi bangsa jin dan manusia berkata, “risalah ini saya himpun untuk menjelaskan tentang keajaiban membawa shalawat kepada penghulu anak Adam. Saya himpun sebagai hadiah bagi para pembawa shalawat Nabi. Saya menurunkan delapan puluh hadits tentang shalawat yang saya sertakan rujukan dan faedahnya, yang saya ringkas dari kitab “Jalaul Afham” karya Ibnu Qayyim, dan saya menambahi isinya kemudian saya beri judul “al-Arbainin Fis Shalah ala Ibnu Dzabihain”. Saya memohon kepada agar menjadikan tulisan ini sebagai perantara untuk meraih syafaat dan penjamin selamat.

Ditulis oleh: Abu Muhammad Abdul Haq al-Hasyimi 1363 H

1. Dari Abu Bakar as-Shiddiq berkata bahwa aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

من صلي علي كنت شفيعه يوم القيامة

Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka aku akan memberinya syafaat pada hari kiamat. (Hadits riwayat Ibnu Syahiin dalam at-Targhib dan Ibnu Basykawal).

2. Dari Umar bin Khaththab dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

من صلى عليك واحدة صلى الله عليه وسلم عشرا ورفع له عشر درجات

Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali shalawat, maka Allah akan membalas sepuluh kali shalawat dan mengangkatnya sepuluh derajat. (Dikeluarkan Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu Abu Syaibah, al-Bazzar, Ibnu Syahiin dan al-Ismaili dengan sanad ma’lul).[1]

3. Dari Ali bin Abu Thalib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

“البخيل الذي من ذكرت عنده فلم يصل علي”.

Manusia bakhil adalah orang yang disebut namaku di sisinya, tetapi tidak membaca shalawat kepadaku. (Dikeluarkan Imam at-Tirmidzi dan beliau berkata bahwa hadits hasan shahih. Dan juga dikeluarkan Imam Nasa’i, Ibnu Hibban dal al-Hakim).

4. Dari Ali bin Abu Thalib[2] berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

“من سره أن يكتالَ بالمكيالِ الأوفى إذا صلَّى علينا أهل البيت فليقل: اللهم صلِّ على محمدٍ النبيِّ الأمي وأزواجه أمهات المؤمنين وذريته وأهل بيته، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ”.

Barangsiapa yang ingin mendapat balasan dengan takaran yang penuh ketika membaca shalawat kepada kami, ahli bait, maka hendaknya membaca: Allahumma Shalli Ala Muhammad an-Nabi al-Ummi, Wa Azwajihi Ummahatil Mukminin Wa Dzurriatihi Wa Ahli Baitihi, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Innaka Hamidun Majid (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, seorang nabi yang ummi, kepada isteri-isterinya sebagai ibunda kaum mukminin, anak cucunya dan keluarganya sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung. (Dikeluarkan Imam an-Nasa’i)[3]

5. Hadits Dari Abu Mas’ud.

عن أبي مسعود الأنصاري أنه قال: أتانا رسول اللّه صلى الله عليه وسلم في مجلس سعد بن عبادة فقال له بشير بن سعد: أمرنا اللّه أن نصلي عليك يارسول اللّه، فكيف نصلي عليك؟ فسكت رسول اللّه صلى الله عليه وسلم حتى تمنينا أنه لم يسأله، ثم قال رسول اللّه صلى الله عليه وسلم “قولوا: اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما صليت على آل إبراهيم؛ ٌ و بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما باركت على آل إبراهيم؛ في العالمين إنك حميدٌ مجيدٌ”. والسلام كما قد علمتم

Dari Abu Mas’ud berkata: Pernah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda hadir ditengah kami sementara kami sedang berada di majlisnya Sa’ad bin Ubadah. Maka Basyir bin Sa’ad bertanya kepada beliau: Allah telah memerintahkan kepada kami bershalawat kepadamu, bagaimanakah cara bershalawat kepadamu. Abu Mas’ud berkata: Maka Rasulullah diam, sehingga kami ingin kalau sekiranya ia (Basyir bin Saad) tidak bertanya kepada beliau. Kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Ucapkanlah Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Wa Bararik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Fil Aalamina Innaka Hamidun Majid. (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim atas sekalian semesta alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia). Adapun salam sebagaimana yang kalian ketahui. ( Dikeluarkan Ahmad, Muslim, Abu Daud, an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim).

6. Dari Ibnu Abu Laila berkata bahwa Ka’ab bin Ujrah berkata: Maukah kami aku beri suatu hadiah? Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda telah hadir di tengah kami, maka kami bertanya: Kami telah mengetahui bagaimana mengucapkan salam kepadamu, tapi bagaimana membaca shalawat kepadamu. Beliau bersabda: Ucapkanlah

“اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ، اللهمَّ بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما باركت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ”.

Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid, Allahumma Bararik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid.(Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maka Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. (Dikeluarkan Bukhari dan Muslim serta Abu Daud)

7. Dari Ibnu Abu Laila berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Hadirlah kalian. Maka kamipun hadir. Ketika naik mimbar pada tangga pertama beliau mengucapkan ‘Amin’, kemudian naik mimbar pada tangga kedua beliau mengucapkan ‘Amin’. Kemudian naik mimbar pada tangga ketiga beliau juga mengucapkan ‘Amin’. Setelah usai khutbah, beliau turun dari mimbar, maka kami bertanya kepada beliau: Wahai Rasulullah kami mendengar darimu sesuatu yang belum pernah kami dengar darimu sebelumnya. Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Sesungguhnya Jibril datang kepadaku lalu berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang menemui Ramadhan namun tidak diampuni dosanya. Maka aku katakan Amin. Ketika aku naik mimbar pada tangga kedua, Jibril berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang namamu disebut namun dia tidak membaca shalawat kepadamu, maka aku katakan Amin. Ketika aku naik mimbar pada tangga ketiga, Jibril berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang menemui kedua orang tuanya dalam keadaan tua renta, atau salah satunya, namun dia tidak masuk surga. Maka aku katakan Amin. ( Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah dan al-Hakim dan beliau berkata: Sanadnya shahih).

8. Dari Abu Humaid as-Sa’idi bahwa mereka berkata: Wahai Rasulullah bagaimana kami membaca shalawat kepadamu, maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Ucapkanlah:

“اللهم صلِّ على محمدٍ وأزواجه وذريته، كما صليت على آل إبراهيم، وبارك على محمدٍ وأزواجه وذريته، كما باركت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ”.

Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa Azwaajihi Wa Dzurriyatihi, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Wa Barik Ala Muhammad Wa Azwaajihi Wa Dzurriyatihi, Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid. (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, isteri-isterinya dan anak-anak cucunya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Berkahilah Muhammad, isteri-isterinya dan anak-anak cucunya, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. (Dikeluarkan Imam Bukhari dan Muslim).

9. Abu Usaid berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Jika diantara kamu masuk masjid maka ucapkanlah shalawat dan salam kepada nabi dan bacalah:

اللهم صلي علي محمد اللَّهمَّ افتح لي أبواب رحمتك، فإِذا خرج فليقل: اللَّهمَّ إنِّي أسألك من فضلك”.

“Allahumma Shalli Ala Muhammad, Allahumma Iftah Li Abwaaba Rahmatik, ( Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, ya Allah bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu) dan jika keluar dari Masjid, hendaklah ia ucapkan “Allahumma Inni As’aluka Min Fadzlik. Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu) (Dikeluarkan Imam Muslim dan Abu Daud secara ringkas)

10. Hadits Abu Said al-Khudri

عن أبي سعيد الخدري؛ قال:- قلنا يا رسول الله! هذا السلام عليك قد عرفناه. فكيف الصلاة؟ قال ((قولوا: اللهم صل على محمد عبدك ورسولك كما صليت على آل إبراهيم. وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم)).

Dari Abu Said al-Khudri berkata bahwa kami bertanya: Wahai Rasulullah, Salam kepadamu kami telah mengetahui, maka bagaimanakah kami bershalawat kepadamu? Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Ucapkanlah: Allahumma Shalli Ala Muhammad Abdika Warasulika Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim. Wabarik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ibrahim. (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad, hamba-Mu dan utusan-Mu, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim). (Dikelurkan Bukhari)
_________________

[1] . Namun dinyatakan hasan oleh syaikh al-Bani dalam shahih Adabul Mufrad (499) dan Silsilah Hadits Shahihah (829).

[2] . Dalam Sunan Abu Daud dan Misykatul Mashabih dari Abu Hurairah.

[3] . Dalam buku aslinya, penulis menyatakan bahwa hadits ini dari Ali bin Abu Thalib yang dikeluarkan Imam Nasa’i, namun setelah kami teliti ternyata kami temukan dalam sunan Abu Daud, sunan al-Baihaqi (2686) dan Miskatul Mashabih dari Abu Hurairah.

Keajaiban sholawat jibril, cara mengamalkan sholawat jibril, sholawat jibril 1000x, doa dan dzikir penarik rezeki dari segala penjuru, karomah shallallahu ala muhammad, keajaiban shallallahu ala muhammad, fadhilah shalawat shallallahu ala muhammad, sholawat rezeki berlimpah

Semoga bermanfaat dan mendapat keberkahan. Aamiin.

Wallahu A’lam

 


#Follow News : Portal Islam | Berita Islam | Portal Berita Islam | Berita Islam Terpercaya | Berita Islam Terkini | Kabar Islam Internasional | Kabar Islam Nusantara | Kabar Islam Indonesia | Berita Palestina | Kabar Suriah | Khazanah Islam | Info Islam | Kabar Islam | Panji Islam | Dunia Islam | Islam Nusantara | Kajian Islam | Berita Islam Terbaru | Suara Islam | Media Islam | Situs Islam Terpercaya

Mau Kaya Raya? Pakai Saja Pesugihan Islam, Mudah dan Simpel


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Kisah Keajaiban Sholawat: Mau Kaya Raya? Pakai Saja Pesugihan Islam, Mudah dan Simpel.

Banyak jalan menuju Roma begitu kata pepatah, jadi bukan hanya satu jalan.

Begitu pula kita dalam menggapai kebahagiaan dan mengejar kekayaan. Jangan sampai kita lupa diri dan tersesat didalamnya hanya karena demi memiliki harta dunia ini.

Islam sudah mengajarkan cara mudah dan simple dalam menggapai itu semua. Apa Rahasianya?

Anda ingin tahu cara menjadi orang sukses? Sering membaca buku atau kata-kata motivasi namun tetap saja belum berhasil? Ingin kiat praktis yang benar-benar bisa Anda terapkan untuk sukses? Ini RAHASIA KAYA nya.

  1. JALANKAN SEMUA YANG DI PERINTAHKAN ALLAH SWT, JAUHI LARANGANNYA.
  2. BACA SHOLAWAT: صَلَّى اللهْ عَلَى مُحَمَّدْ (Shallallahu ‘Ala Muhammad) 10.000 Kali / Hari ATAU SEBANYAK YANG ANDA MAMPU.
  3. PEGANG ERAT – DUIT
    • – DOA
    • – USAHA
    • – IKHTIAR
    • – TAWAQAL

Insya Allah, hidup kita akan dilimpahi dengan keberkahan dan kesuksesan.

Kenapa Sholawat? Berikut Penjelasan Rahasia Keajaiban dan Keutamaan Sholawat…

Membaca shalawat kepada nabi termasuk salah satu amalan yang sangat mudah dan sangat utama, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara tegas berfirman di dalam al-quran bahwa Allah sendiri dan para malaikat nya senantiasa bershalawat kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa salam.

Allah memerintahkan Kepada umat manusia untuk membaca shalawat kepada nabi Muhammad, karena Nabi Muhammad adalah Habibullah atau Kekasih Allah yang tinggi kedudukannya.

Dikisahkan ketika Nabi Adam alaihissalam hendak menikahi sayyidaina Hawa diperintahkan oleh Allah supaya memberi mas kawin kepada Hawa dengan mas kawin membaca shalawat kepada Nabi Muhammad yaitu dengan bacaan sholawat Shallallahu Ala Muhammad.

Membaca shalawat kepada nabi termasuk salah satu amalan yang sangat mudah dan sangat utama, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara tegas berfirman di dalam al-quran bahwa Allah sendiri dan para malaikat nya senantiasa bershalawat kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa salam.

Allah memerintahkan Kepada umat manusia untuk membaca shalawat kepada nabi Muhammad, karena Nabi Muhammad adalah Habibullah atau Kekasih Allah yang tinggi kedudukannya. sehingga dikisahkan ketika Nabi Adam alaihissalam hendak menikahi sayyidatina Hawa diperintahkan oleh Allah supaya memberi mas kawin kepada Hawa dengan mas kawin membaca shalawat kepada Nabi Muhammad yaitu dengan bacaan sholawat Shallallahu Ala Muhammad.

Kalimat sholawat mengandung doa permohonan kepada Allah untuk Nabi Muhammad seperti Shallallahu Ala Muhammad, Allahumma shalli Ala Muhammad dan lain sebagainya, dalam kalimat shalawat tersebut dan kalimat-kalimat sholawat lainnya pasti ada lafal Allah dan lafal Muhammad, jadi ketika seseorang membaca sholawat, Maka secara langsung akan menyebut lafal Allah dan Muhammad. Jadi tidak hanya menyebut asmaul allah saja tapi juga menyebut asma Nabi Muhammad. Berbeda dengan membaca La Ilaha Illallah. Subhanallah dan alhamdulillah, yang hanya menyebut asma Allah saja.

Khasiat dzikir shallallahu ala muhammad

  • Keajaiban shalawat shallallahu ala muhammad berdasarkan keterangan dari Kitab Afdhal as-Shalawat ‘ala Sayyid as-Sadat, KaryaSyaikh Yusuf ibn Ismail an-Nabhani.
  • Imam asy-Sya’roni menyatakan: “Rasulullah saw pernah bersabda: Barang siapa membaca shalawat ini, maka ia telah membuka tujuh puluh pintu rahmat untuk dirinya dan Allah akan menitipkan cintaNya pada hati manusia sehingga mereka tidak akan marah kepadanya, kecuali orang yang menyimpan kemunafikan di dalam hatinya.”
  • Syaikina ya’ni ‘Aliya al-Khawash berkata: “Hadis ini, beserta hadis sebelumnya, yaitu sabda Nabi saw: Paling dekatnya salah seorang kamu kepadaku adalah pada saat ia mengingatku dan membacakan shalawat untukku, kami riwayatkan dari sebagian ahli ma’rifat, dari al-Khidhr as, dari Rasulullah saw. Dua hadis ini menurut kami berkualitas shahih dengan derajat keshahihan tertinggi, meskipun para ahli hadis tidak berani menetapkan kesahehannya karena rumitnya istilah yang mereka pergunakan, wallahu a’lam,
  • Rasulullah saw bersabda yang artinya: Tidak seorang pun yang membaca: Shallallahu ‘ala Muhammad (Semoga Allah memberikan rahmat Nya kepada Muhammad), kecuali bahwa manusia akan mencintainya walaupun sebenarnya mereka membencinya. Demi Allah, mereka tidak akan mencintainya kecuali setelah Allah’azza wa jalla mencintai dia.” Dan kami pernah mendengar Rasulullah bersabda dari atas mimbar: ” Barang siapa membaca shalawat ini maka ia telah membuka tujuh puluh pintu rahmat untuk dirinya.”
  • Al-Hafidz as-Sakhawi juga menukil sebuah hadis dengan sanad tersebut bahwa Imam as-Samarqandi mendengar Khidhr dan nabi Ilyas as berkata: “Adalah pada bani Israil seorang nabi yang bernama Samuel. Dia dikaruniai kekuatan untuk mengalahkan musuh. Pada suatu hari ia pergi berangkat untuk menghancurkan musuh agama-nya. Mereka (musuh-musuh- nya) berkata: “Orang ini adalah seorang penyihir; ia datang untuk mengelabui mata kita dan mencerai beraikan pasukan kita, maka hendaklah kita mengajaknya ke tepi pantai, lalu kita menghancurkannya.”Maka berangkatlah ia bersama empat puluh orang pasukan memenuhi tantangan mereka untuk bertempur di tepi pantai. Teman-temannya berkata: ” Apa yang akan kita perbuat?” “Majulah, dan bacalah: Shallallahu ‘ala Muhammad!” kata Samuel. Mereka pun menuruti nasehat- nya; maju dengan membaca shalawat. Keadaan menjadi berbalik sama-sekali; merekalah yang terdesak ke laut dan tenggelam ditelan ombak, semuanya tewas, tidak ada yang tersisa.”
  • As-Sakhawi juga telah meriwayatkan bahwa suatu hari, berangkatlah seorang laki-laki dari Syiria menuju Nabi saw Ia berkata: “Ayahku sudah lanjut usia, namun ia ingin sekali melihat wajahmu” “Bawalah ia kepadaku.” Sabda Nabi. “Tapi ia tidak bisa melihat. ” Ia mengemukakan alasan.” Katakan kepadanya, bacalah: “Shallallahu’ala Muhammad dalam tujuh malam, maka in akan bisa melihatku dalam mimpi, sehingga kamu bisa meriwayatkan hadis dari aku.” Ia pun kemudian melaksanakannya dan melihat Nabi saw dalam tidurnya, dan hadis ini diriwayatkan

Manfaat, Karomah dan Keajaiban Membaca Shalawat

  • Membaca shalawat sebagai bentuk realisasi ketaatan kepada perintah Allah Ta’ala.
  • Mennjalankan Allah dalam membaca shalawat.
  • Mencontoh / menauladani para malaikat-Nya.
  • Mendapat balasan sepuluh rahmah dari Allah setiap membaca sekali shalawat.
  • Diangkat sepuluh derajat karena membaca sekali shalawat.
  • Ditulis sepuluh kebaikan bagi yang membaca sekali shalawat.
  • Dihapus sepuluh keburukan bagi yang membaca sekali shalawat.
  • Menjadi sebab utama dikabulkan doa.
  • Menjadi sebab meraih syafaat Nabi.
  • Mendapat pengampunan dari Allah.
  • Allah akan mencukupi hidupnya dari berbagai macam keluh kesah.
  • Sebagai sebab dekatnya seorang hamba dengan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam nanti pada hari kiamat.
  • Shalawat bisa mengganti dan menduduki ibadah shadaqoh.
  • Menjadi sebab terpenuhi berbagai macam hajat kebutuhan.
  • Meraih shalawatnya Allah dan shalawatnya para malaikat atasnya.
  • Menjadi sebab seseorang meraih kesucian dan kemuliaan.
  • Orang yang gemar membaca shalawat akan mendapat kabar gembira sebelum matinya.
  • Akan meraih keamanan dan keselamatan dari rintangan hari kiamat.
  • Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam akan menjawab shalawat dan salam kepada orang-orang yang membaca shalawat dan salam kepadanya.
  • Bisa membantu seorang hamba mengingatkan sesuatu yang terlupa.
  • Menjadi sebab berkahnya suatu majlis agar tidak kembali pulang dalam keadaan merugi dan cacat.
  • Membaca shalawat mampu mengusir dan melenyapkan kemiskinan.
  • Membaca shalawat mampu menghilangkan penyakit bakhil dari seorang hamba.
  • Menjadi selamatnya seorang hamba dari doanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam yang buruk, karena beliau mendoakan celaka bagi yang mendengar nama disebut tidak membaca shalawat.
  • Membaca shalawat menjadi jalan menuju sorga.
  • Selamat dari busuknya majlis karena membaca shalawat.
  • Membaca shalawat menjadi penyempurna bagi pembicaraan pada saat berkhutbah.
  • Menjadi sebab sempurnanya cahaya seorang hamba pada saat meniti titian.
  • Membaca shalawat akan mengeluarkan seseorang dari sifat kasar dan keras kepala.
  • Menjadi sebab langgengnya pujian Allah atasnya.
  • Mendatangkan keberkahan kepada orang yang membaca shalawat.
  • Orang yang membaca shalawat akan meraih rahmat dari Allah.
  • Sebagai bukti cinta Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam secara abadi.
  • Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam akan selalu mencintai orang yang membaca shalawat.
  • Menjadi sebab seorang hamba meraih hidayah.
  • Nama orang yang membaca shalawat akan disampaikan kepada Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam
  • Menjadi sebab teguhnya kaki pada saat meniti titian.
  • Dengan membaca shalawat berarti seseorang telah menunaikan haknya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam atasnya.
  • Mengandung dzikir dan syukur kepada Allah.
  • Shalawat adalah doa karena dengan membaca shalawat berarti telah memuji khalilullah dan kekasih-Nya. Dengan itu berarti telah mendoakan baik untuknya.

______________

(Di salin dari kitab yang ditulis Abu Muhammad Abdul Haq al-Hasyimi)
Sumber: Artikel Buka Hati Menuntut Ilmu

Kumpulan Hadits Tentang Keajaiban Membaca Shalawat

Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Imam para utusan, penutup para nabi, diutus pembawa rahmat bagi alam semesta, panglima bagi orang-orang yang memiliki muka bercahaya, pemberi syafaat bagi orang-orang yang berdosa, dan pemilik bendara pujian pada hari pembalasan. Semoga shalawat juga tercurah atas keluarganya yang bersih dan para shahabatnya.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا {56}

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. 33:56)

Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku sekali maka Allah akan membalasnya sepuluh kali.

Pelayan kedua wahyu, penggemar dua tanah suci, dan pecinta utusan Allah bagi bangsa jin dan manusia berkata, “risalah ini saya himpun untuk menjelaskan tentang keajaiban membawa shalawat kepada penghulu anak Adam. Saya himpun sebagai hadiah bagi para pembawa shalawat Nabi. Saya menurunkan delapan puluh hadits tentang shalawat yang saya sertakan rujukan dan faedahnya, yang saya ringkas dari kitab “Jalaul Afham” karya Ibnu Qayyim, dan saya menambahi isinya kemudian saya beri judul “al-Arbainin Fis Shalah ala Ibnu Dzabihain”. Saya memohon kepada agar menjadikan tulisan ini sebagai perantara untuk meraih syafaat dan penjamin selamat.

Ditulis oleh: Abu Muhammad Abdul Haq al-Hasyimi 1363 H

1. Dari Abu Bakar as-Shiddiq berkata bahwa aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

من صلي علي كنت شفيعه يوم القيامة

Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka aku akan memberinya syafaat pada hari kiamat. (Hadits riwayat Ibnu Syahiin dalam at-Targhib dan Ibnu Basykawal).

2. Dari Umar bin Khaththab dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

من صلى عليك واحدة صلى الله عليه وسلم عشرا ورفع له عشر درجات

Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali shalawat, maka Allah akan membalas sepuluh kali shalawat dan mengangkatnya sepuluh derajat. (Dikeluarkan Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu Abu Syaibah, al-Bazzar, Ibnu Syahiin dan al-Ismaili dengan sanad ma’lul).[1]

3. Dari Ali bin Abu Thalib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

“البخيل الذي من ذكرت عنده فلم يصل علي”.

Manusia bakhil adalah orang yang disebut namaku di sisinya, tetapi tidak membaca shalawat kepadaku. (Dikeluarkan Imam at-Tirmidzi dan beliau berkata bahwa hadits hasan shahih. Dan juga dikeluarkan Imam Nasa’i, Ibnu Hibban dal al-Hakim).

4. Dari Ali bin Abu Thalib[2] berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

“من سره أن يكتالَ بالمكيالِ الأوفى إذا صلَّى علينا أهل البيت فليقل: اللهم صلِّ على محمدٍ النبيِّ الأمي وأزواجه أمهات المؤمنين وذريته وأهل بيته، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ”.

Barangsiapa yang ingin mendapat balasan dengan takaran yang penuh ketika membaca shalawat kepada kami, ahli bait, maka hendaknya membaca: Allahumma Shalli Ala Muhammad an-Nabi al-Ummi, Wa Azwajihi Ummahatil Mukminin Wa Dzurriatihi Wa Ahli Baitihi, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Innaka Hamidun Majid (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, seorang nabi yang ummi, kepada isteri-isterinya sebagai ibunda kaum mukminin, anak cucunya dan keluarganya sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung. (Dikeluarkan Imam an-Nasa’i)[3]

5. Hadits Dari Abu Mas’ud.

عن أبي مسعود الأنصاري أنه قال: أتانا رسول اللّه صلى الله عليه وسلم في مجلس سعد بن عبادة فقال له بشير بن سعد: أمرنا اللّه أن نصلي عليك يارسول اللّه، فكيف نصلي عليك؟ فسكت رسول اللّه صلى الله عليه وسلم حتى تمنينا أنه لم يسأله، ثم قال رسول اللّه صلى الله عليه وسلم “قولوا: اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما صليت على آل إبراهيم؛ ٌ و بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما باركت على آل إبراهيم؛ في العالمين إنك حميدٌ مجيدٌ”. والسلام كما قد علمتم

Dari Abu Mas’ud berkata: Pernah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda hadir ditengah kami sementara kami sedang berada di majlisnya Sa’ad bin Ubadah. Maka Basyir bin Sa’ad bertanya kepada beliau: Allah telah memerintahkan kepada kami bershalawat kepadamu, bagaimanakah cara bershalawat kepadamu. Abu Mas’ud berkata: Maka Rasulullah diam, sehingga kami ingin kalau sekiranya ia (Basyir bin Saad) tidak bertanya kepada beliau. Kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Ucapkanlah Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Wa Bararik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Fil Aalamina Innaka Hamidun Majid. (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim atas sekalian semesta alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia). Adapun salam sebagaimana yang kalian ketahui. ( Dikeluarkan Ahmad, Muslim, Abu Daud, an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim).

6. Dari Ibnu Abu Laila berkata bahwa Ka’ab bin Ujrah berkata: Maukah kami aku beri suatu hadiah? Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda telah hadir di tengah kami, maka kami bertanya: Kami telah mengetahui bagaimana mengucapkan salam kepadamu, tapi bagaimana membaca shalawat kepadamu. Beliau bersabda: Ucapkanlah

“اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ، اللهمَّ بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما باركت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ”.

Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid, Allahumma Bararik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid.(Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maka Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. (Dikeluarkan Bukhari dan Muslim serta Abu Daud)

7. Dari Ibnu Abu Laila berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Hadirlah kalian. Maka kamipun hadir. Ketika naik mimbar pada tangga pertama beliau mengucapkan ‘Amin’, kemudian naik mimbar pada tangga kedua beliau mengucapkan ‘Amin’. Kemudian naik mimbar pada tangga ketiga beliau juga mengucapkan ‘Amin’. Setelah usai khutbah, beliau turun dari mimbar, maka kami bertanya kepada beliau: Wahai Rasulullah kami mendengar darimu sesuatu yang belum pernah kami dengar darimu sebelumnya. Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Sesungguhnya Jibril datang kepadaku lalu berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang menemui Ramadhan namun tidak diampuni dosanya. Maka aku katakan Amin. Ketika aku naik mimbar pada tangga kedua, Jibril berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang namamu disebut namun dia tidak membaca shalawat kepadamu, maka aku katakan Amin. Ketika aku naik mimbar pada tangga ketiga, Jibril berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang menemui kedua orang tuanya dalam keadaan tua renta, atau salah satunya, namun dia tidak masuk surga. Maka aku katakan Amin. ( Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah dan al-Hakim dan beliau berkata: Sanadnya shahih).

8. Dari Abu Humaid as-Sa’idi bahwa mereka berkata: Wahai Rasulullah bagaimana kami membaca shalawat kepadamu, maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Ucapkanlah:

“اللهم صلِّ على محمدٍ وأزواجه وذريته، كما صليت على آل إبراهيم، وبارك على محمدٍ وأزواجه وذريته، كما باركت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ”.

Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa Azwaajihi Wa Dzurriyatihi, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Wa Barik Ala Muhammad Wa Azwaajihi Wa Dzurriyatihi, Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid. (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, isteri-isterinya dan anak-anak cucunya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Berkahilah Muhammad, isteri-isterinya dan anak-anak cucunya, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. (Dikeluarkan Imam Bukhari dan Muslim).

9. Abu Usaid berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Jika diantara kamu masuk masjid maka ucapkanlah shalawat dan salam kepada nabi dan bacalah:

اللهم صلي علي محمد اللَّهمَّ افتح لي أبواب رحمتك، فإِذا خرج فليقل: اللَّهمَّ إنِّي أسألك من فضلك”.

“Allahumma Shalli Ala Muhammad, Allahumma Iftah Li Abwaaba Rahmatik, ( Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, ya Allah bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu) dan jika keluar dari Masjid, hendaklah ia ucapkan “Allahumma Inni As’aluka Min Fadzlik. Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu) (Dikeluarkan Imam Muslim dan Abu Daud secara ringkas)

10. Hadits Abu Said al-Khudri

عن أبي سعيد الخدري؛ قال:- قلنا يا رسول الله! هذا السلام عليك قد عرفناه. فكيف الصلاة؟ قال ((قولوا: اللهم صل على محمد عبدك ورسولك كما صليت على آل إبراهيم. وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم)).

Dari Abu Said al-Khudri berkata bahwa kami bertanya: Wahai Rasulullah, Salam kepadamu kami telah mengetahui, maka bagaimanakah kami bershalawat kepadamu? Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Ucapkanlah: Allahumma Shalli Ala Muhammad Abdika Warasulika Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim. Wabarik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ibrahim. (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad, hamba-Mu dan utusan-Mu, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim). (Dikelurkan Bukhari)
_________________

[1] . Namun dinyatakan hasan oleh syaikh al-Bani dalam shahih Adabul Mufrad (499) dan Silsilah Hadits Shahihah (829).

[2] . Dalam Sunan Abu Daud dan Misykatul Mashabih dari Abu Hurairah.

[3] . Dalam buku aslinya, penulis menyatakan bahwa hadits ini dari Ali bin Abu Thalib yang dikeluarkan Imam Nasa’i, namun setelah kami teliti ternyata kami temukan dalam sunan Abu Daud, sunan al-Baihaqi (2686) dan Miskatul Mashabih dari Abu Hurairah.

Keajaiban sholawat jibril, cara mengamalkan sholawat jibril, sholawat jibril 1000x, doa dan dzikir penarik rezeki dari segala penjuru, karomah shallallahu ala muhammad, keajaiban shallallahu ala muhammad, fadhilah shalawat shallallahu ala muhammad, sholawat rezeki berlimpah

Semoga bermanfaat dan mendapat keberkahan. Aamiin.

Wallahu A’lam

 


#Follow News : Portal Islam | Berita Islam | Portal Berita Islam | Berita Islam Terpercaya | Berita Islam Terkini | Kabar Islam Internasional | Kabar Islam Nusantara | Kabar Islam Indonesia | Berita Palestina | Kabar Suriah | Khazanah Islam | Info Islam | Kabar Islam | Panji Islam | Dunia Islam | Islam Nusantara | Kajian Islam | Berita Islam Terbaru | Suara Islam | Media Islam | Situs Islam Terpercaya

Tips Sukses Ala Rasulullah S.A.W ? Ini Rahasianya !


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Kisah Keajaiban Sholawat: Tips Sukses Ala Rasulullah S.A.W ? Ini Rahasianya !

Setiap manusia sudah dapat dipastikan dalam menjalani kehidupan ini mendambakan kesuksesan dalam hidupnya. Apasih Rahasia Sukses itu? Yuk disimak…

Anda ingin tahu cara menjadi orang sukses? Sering membaca buku atau kata-kata motivasi namun tetap saja belum berhasil? Ingin kiat praktis yang benar-benar bisa Anda terapkan untuk sukses? Ini RAHASIA nya.

  1. JALANKAN SEMUA YANG DI PERINTAHKAN ALLAH SWT, JAUHI LARANGANNYA.
  2. BACA SHOLAWAT: صَلَّى اللهْ عَلَى مُحَمَّدْ (Shallallahu ‘Ala Muhammad) 10.000 Kali / Hari ATAU SEBANYAK YANG ANDA MAMPU.
  3. PEGANG ERAT – DUIT
    • – DOA
    • – USAHA
    • – IKHTIAR
    • – TAWAQAL

Insya Allah, hidup kita akan dilimpahi dengan keberkahan dan kesuksesan.

Kenapa Sholawat? Berikut Penjelasan Rahasia Keajaiban dan Keutamaan Sholawat…

Membaca shalawat kepada nabi termasuk salah satu amalan yang sangat mudah dan sangat utama, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara tegas berfirman di dalam al-quran bahwa Allah sendiri dan para malaikat nya senantiasa bershalawat kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa salam.

Allah memerintahkan Kepada umat manusia untuk membaca shalawat kepada nabi Muhammad, karena Nabi Muhammad adalah Habibullah atau Kekasih Allah yang tinggi kedudukannya.

Dikisahkan ketika Nabi Adam alaihissalam hendak menikahi sayyidaina Hawa diperintahkan oleh Allah supaya memberi mas kawin kepada Hawa dengan mas kawin membaca shalawat kepada Nabi Muhammad yaitu dengan bacaan sholawat Shallallahu Ala Muhammad.

Membaca shalawat kepada nabi termasuk salah satu amalan yang sangat mudah dan sangat utama, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara tegas berfirman di dalam al-quran bahwa Allah sendiri dan para malaikat nya senantiasa bershalawat kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa salam.

Allah memerintahkan Kepada umat manusia untuk membaca shalawat kepada nabi Muhammad, karena Nabi Muhammad adalah Habibullah atau Kekasih Allah yang tinggi kedudukannya. sehingga dikisahkan ketika Nabi Adam alaihissalam hendak menikahi sayyidatina Hawa diperintahkan oleh Allah supaya memberi mas kawin kepada Hawa dengan mas kawin membaca shalawat kepada Nabi Muhammad yaitu dengan bacaan sholawat Shallallahu Ala Muhammad.

Kalimat sholawat mengandung doa permohonan kepada Allah untuk Nabi Muhammad seperti Shallallahu Ala Muhammad, Allahumma shalli Ala Muhammad dan lain sebagainya, dalam kalimat shalawat tersebut dan kalimat-kalimat sholawat lainnya pasti ada lafal Allah dan lafal Muhammad, jadi ketika seseorang membaca sholawat, Maka secara langsung akan menyebut lafal Allah dan Muhammad. Jadi tidak hanya menyebut asmaul allah saja tapi juga menyebut asma Nabi Muhammad. Berbeda dengan membaca La Ilaha Illallah. Subhanallah dan alhamdulillah, yang hanya menyebut asma Allah saja.

Khasiat dzikir shallallahu ala muhammad

  • Keajaiban shalawat shallallahu ala muhammad berdasarkan keterangan dari Kitab Afdhal as-Shalawat ‘ala Sayyid as-Sadat, KaryaSyaikh Yusuf ibn Ismail an-Nabhani.
  • Imam asy-Sya’roni menyatakan: “Rasulullah saw pernah bersabda: Barang siapa membaca shalawat ini, maka ia telah membuka tujuh puluh pintu rahmat untuk dirinya dan Allah akan menitipkan cintaNya pada hati manusia sehingga mereka tidak akan marah kepadanya, kecuali orang yang menyimpan kemunafikan di dalam hatinya.”
  • Syaikina ya’ni ‘Aliya al-Khawash berkata: “Hadis ini, beserta hadis sebelumnya, yaitu sabda Nabi saw: Paling dekatnya salah seorang kamu kepadaku adalah pada saat ia mengingatku dan membacakan shalawat untukku, kami riwayatkan dari sebagian ahli ma’rifat, dari al-Khidhr as, dari Rasulullah saw. Dua hadis ini menurut kami berkualitas shahih dengan derajat keshahihan tertinggi, meskipun para ahli hadis tidak berani menetapkan kesahehannya karena rumitnya istilah yang mereka pergunakan, wallahu a’lam,
  • Rasulullah saw bersabda yang artinya: Tidak seorang pun yang membaca: Shallallahu ‘ala Muhammad (Semoga Allah memberikan rahmat Nya kepada Muhammad), kecuali bahwa manusia akan mencintainya walaupun sebenarnya mereka membencinya. Demi Allah, mereka tidak akan mencintainya kecuali setelah Allah’azza wa jalla mencintai dia.” Dan kami pernah mendengar Rasulullah bersabda dari atas mimbar: ” Barang siapa membaca shalawat ini maka ia telah membuka tujuh puluh pintu rahmat untuk dirinya.”
  • Al-Hafidz as-Sakhawi juga menukil sebuah hadis dengan sanad tersebut bahwa Imam as-Samarqandi mendengar Khidhr dan nabi Ilyas as berkata: “Adalah pada bani Israil seorang nabi yang bernama Samuel. Dia dikaruniai kekuatan untuk mengalahkan musuh. Pada suatu hari ia pergi berangkat untuk menghancurkan musuh agama-nya. Mereka (musuh-musuh- nya) berkata: “Orang ini adalah seorang penyihir; ia datang untuk mengelabui mata kita dan mencerai beraikan pasukan kita, maka hendaklah kita mengajaknya ke tepi pantai, lalu kita menghancurkannya.”Maka berangkatlah ia bersama empat puluh orang pasukan memenuhi tantangan mereka untuk bertempur di tepi pantai. Teman-temannya berkata: ” Apa yang akan kita perbuat?” “Majulah, dan bacalah: Shallallahu ‘ala Muhammad!” kata Samuel. Mereka pun menuruti nasehat- nya; maju dengan membaca shalawat. Keadaan menjadi berbalik sama-sekali; merekalah yang terdesak ke laut dan tenggelam ditelan ombak, semuanya tewas, tidak ada yang tersisa.”
  • As-Sakhawi juga telah meriwayatkan bahwa suatu hari, berangkatlah seorang laki-laki dari Syiria menuju Nabi saw Ia berkata: “Ayahku sudah lanjut usia, namun ia ingin sekali melihat wajahmu” “Bawalah ia kepadaku.” Sabda Nabi. “Tapi ia tidak bisa melihat. ” Ia mengemukakan alasan.” Katakan kepadanya, bacalah: “Shallallahu’ala Muhammad dalam tujuh malam, maka in akan bisa melihatku dalam mimpi, sehingga kamu bisa meriwayatkan hadis dari aku.” Ia pun kemudian melaksanakannya dan melihat Nabi saw dalam tidurnya, dan hadis ini diriwayatkan

Manfaat, Karomah dan Keajaiban Membaca Shalawat

  • Membaca shalawat sebagai bentuk realisasi ketaatan kepada perintah Allah Ta’ala.
  • Mennjalankan Allah dalam membaca shalawat.
  • Mencontoh / menauladani para malaikat-Nya.
  • Mendapat balasan sepuluh rahmah dari Allah setiap membaca sekali shalawat.
  • Diangkat sepuluh derajat karena membaca sekali shalawat.
  • Ditulis sepuluh kebaikan bagi yang membaca sekali shalawat.
  • Dihapus sepuluh keburukan bagi yang membaca sekali shalawat.
  • Menjadi sebab utama dikabulkan doa.
  • Menjadi sebab meraih syafaat Nabi.
  • Mendapat pengampunan dari Allah.
  • Allah akan mencukupi hidupnya dari berbagai macam keluh kesah.
  • Sebagai sebab dekatnya seorang hamba dengan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam nanti pada hari kiamat.
  • Shalawat bisa mengganti dan menduduki ibadah shadaqoh.
  • Menjadi sebab terpenuhi berbagai macam hajat kebutuhan.
  • Meraih shalawatnya Allah dan shalawatnya para malaikat atasnya.
  • Menjadi sebab seseorang meraih kesucian dan kemuliaan.
  • Orang yang gemar membaca shalawat akan mendapat kabar gembira sebelum matinya.
  • Akan meraih keamanan dan keselamatan dari rintangan hari kiamat.
  • Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam akan menjawab shalawat dan salam kepada orang-orang yang membaca shalawat dan salam kepadanya.
  • Bisa membantu seorang hamba mengingatkan sesuatu yang terlupa.
  • Menjadi sebab berkahnya suatu majlis agar tidak kembali pulang dalam keadaan merugi dan cacat.
  • Membaca shalawat mampu mengusir dan melenyapkan kemiskinan.
  • Membaca shalawat mampu menghilangkan penyakit bakhil dari seorang hamba.
  • Menjadi selamatnya seorang hamba dari doanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam yang buruk, karena beliau mendoakan celaka bagi yang mendengar nama disebut tidak membaca shalawat.
  • Membaca shalawat menjadi jalan menuju sorga.
  • Selamat dari busuknya majlis karena membaca shalawat.
  • Membaca shalawat menjadi penyempurna bagi pembicaraan pada saat berkhutbah.
  • Menjadi sebab sempurnanya cahaya seorang hamba pada saat meniti titian.
  • Membaca shalawat akan mengeluarkan seseorang dari sifat kasar dan keras kepala.
  • Menjadi sebab langgengnya pujian Allah atasnya.
  • Mendatangkan keberkahan kepada orang yang membaca shalawat.
  • Orang yang membaca shalawat akan meraih rahmat dari Allah.
  • Sebagai bukti cinta Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam secara abadi.
  • Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam akan selalu mencintai orang yang membaca shalawat.
  • Menjadi sebab seorang hamba meraih hidayah.
  • Nama orang yang membaca shalawat akan disampaikan kepada Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam
  • Menjadi sebab teguhnya kaki pada saat meniti titian.
  • Dengan membaca shalawat berarti seseorang telah menunaikan haknya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam atasnya.
  • Mengandung dzikir dan syukur kepada Allah.
  • Shalawat adalah doa karena dengan membaca shalawat berarti telah memuji khalilullah dan kekasih-Nya. Dengan itu berarti telah mendoakan baik untuknya.

______________

(Di salin dari kitab yang ditulis Abu Muhammad Abdul Haq al-Hasyimi)
Sumber: Artikel Buka Hati Menuntut Ilmu

Kumpulan Hadits Tentang Keajaiban Membaca Shalawat

Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Imam para utusan, penutup para nabi, diutus pembawa rahmat bagi alam semesta, panglima bagi orang-orang yang memiliki muka bercahaya, pemberi syafaat bagi orang-orang yang berdosa, dan pemilik bendara pujian pada hari pembalasan. Semoga shalawat juga tercurah atas keluarganya yang bersih dan para shahabatnya.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا {56}

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. 33:56)

Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku sekali maka Allah akan membalasnya sepuluh kali.

Pelayan kedua wahyu, penggemar dua tanah suci, dan pecinta utusan Allah bagi bangsa jin dan manusia berkata, “risalah ini saya himpun untuk menjelaskan tentang keajaiban membawa shalawat kepada penghulu anak Adam. Saya himpun sebagai hadiah bagi para pembawa shalawat Nabi. Saya menurunkan delapan puluh hadits tentang shalawat yang saya sertakan rujukan dan faedahnya, yang saya ringkas dari kitab “Jalaul Afham” karya Ibnu Qayyim, dan saya menambahi isinya kemudian saya beri judul “al-Arbainin Fis Shalah ala Ibnu Dzabihain”. Saya memohon kepada agar menjadikan tulisan ini sebagai perantara untuk meraih syafaat dan penjamin selamat.

Ditulis oleh: Abu Muhammad Abdul Haq al-Hasyimi 1363 H

1. Dari Abu Bakar as-Shiddiq berkata bahwa aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

من صلي علي كنت شفيعه يوم القيامة

Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka aku akan memberinya syafaat pada hari kiamat. (Hadits riwayat Ibnu Syahiin dalam at-Targhib dan Ibnu Basykawal).

2. Dari Umar bin Khaththab dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

من صلى عليك واحدة صلى الله عليه وسلم عشرا ورفع له عشر درجات

Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali shalawat, maka Allah akan membalas sepuluh kali shalawat dan mengangkatnya sepuluh derajat. (Dikeluarkan Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu Abu Syaibah, al-Bazzar, Ibnu Syahiin dan al-Ismaili dengan sanad ma’lul).[1]

3. Dari Ali bin Abu Thalib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

“البخيل الذي من ذكرت عنده فلم يصل علي”.

Manusia bakhil adalah orang yang disebut namaku di sisinya, tetapi tidak membaca shalawat kepadaku. (Dikeluarkan Imam at-Tirmidzi dan beliau berkata bahwa hadits hasan shahih. Dan juga dikeluarkan Imam Nasa’i, Ibnu Hibban dal al-Hakim).

4. Dari Ali bin Abu Thalib[2] berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

“من سره أن يكتالَ بالمكيالِ الأوفى إذا صلَّى علينا أهل البيت فليقل: اللهم صلِّ على محمدٍ النبيِّ الأمي وأزواجه أمهات المؤمنين وذريته وأهل بيته، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ”.

Barangsiapa yang ingin mendapat balasan dengan takaran yang penuh ketika membaca shalawat kepada kami, ahli bait, maka hendaknya membaca: Allahumma Shalli Ala Muhammad an-Nabi al-Ummi, Wa Azwajihi Ummahatil Mukminin Wa Dzurriatihi Wa Ahli Baitihi, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Innaka Hamidun Majid (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, seorang nabi yang ummi, kepada isteri-isterinya sebagai ibunda kaum mukminin, anak cucunya dan keluarganya sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung. (Dikeluarkan Imam an-Nasa’i)[3]

5. Hadits Dari Abu Mas’ud.

عن أبي مسعود الأنصاري أنه قال: أتانا رسول اللّه صلى الله عليه وسلم في مجلس سعد بن عبادة فقال له بشير بن سعد: أمرنا اللّه أن نصلي عليك يارسول اللّه، فكيف نصلي عليك؟ فسكت رسول اللّه صلى الله عليه وسلم حتى تمنينا أنه لم يسأله، ثم قال رسول اللّه صلى الله عليه وسلم “قولوا: اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما صليت على آل إبراهيم؛ ٌ و بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما باركت على آل إبراهيم؛ في العالمين إنك حميدٌ مجيدٌ”. والسلام كما قد علمتم

Dari Abu Mas’ud berkata: Pernah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda hadir ditengah kami sementara kami sedang berada di majlisnya Sa’ad bin Ubadah. Maka Basyir bin Sa’ad bertanya kepada beliau: Allah telah memerintahkan kepada kami bershalawat kepadamu, bagaimanakah cara bershalawat kepadamu. Abu Mas’ud berkata: Maka Rasulullah diam, sehingga kami ingin kalau sekiranya ia (Basyir bin Saad) tidak bertanya kepada beliau. Kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Ucapkanlah Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Wa Bararik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Fil Aalamina Innaka Hamidun Majid. (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim atas sekalian semesta alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia). Adapun salam sebagaimana yang kalian ketahui. ( Dikeluarkan Ahmad, Muslim, Abu Daud, an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim).

6. Dari Ibnu Abu Laila berkata bahwa Ka’ab bin Ujrah berkata: Maukah kami aku beri suatu hadiah? Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda telah hadir di tengah kami, maka kami bertanya: Kami telah mengetahui bagaimana mengucapkan salam kepadamu, tapi bagaimana membaca shalawat kepadamu. Beliau bersabda: Ucapkanlah

“اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ، اللهمَّ بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما باركت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ”.

Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid, Allahumma Bararik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid.(Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maka Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. (Dikeluarkan Bukhari dan Muslim serta Abu Daud)

7. Dari Ibnu Abu Laila berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Hadirlah kalian. Maka kamipun hadir. Ketika naik mimbar pada tangga pertama beliau mengucapkan ‘Amin’, kemudian naik mimbar pada tangga kedua beliau mengucapkan ‘Amin’. Kemudian naik mimbar pada tangga ketiga beliau juga mengucapkan ‘Amin’. Setelah usai khutbah, beliau turun dari mimbar, maka kami bertanya kepada beliau: Wahai Rasulullah kami mendengar darimu sesuatu yang belum pernah kami dengar darimu sebelumnya. Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Sesungguhnya Jibril datang kepadaku lalu berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang menemui Ramadhan namun tidak diampuni dosanya. Maka aku katakan Amin. Ketika aku naik mimbar pada tangga kedua, Jibril berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang namamu disebut namun dia tidak membaca shalawat kepadamu, maka aku katakan Amin. Ketika aku naik mimbar pada tangga ketiga, Jibril berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang menemui kedua orang tuanya dalam keadaan tua renta, atau salah satunya, namun dia tidak masuk surga. Maka aku katakan Amin. ( Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah dan al-Hakim dan beliau berkata: Sanadnya shahih).

8. Dari Abu Humaid as-Sa’idi bahwa mereka berkata: Wahai Rasulullah bagaimana kami membaca shalawat kepadamu, maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Ucapkanlah:

“اللهم صلِّ على محمدٍ وأزواجه وذريته، كما صليت على آل إبراهيم، وبارك على محمدٍ وأزواجه وذريته، كما باركت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ”.

Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa Azwaajihi Wa Dzurriyatihi, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Wa Barik Ala Muhammad Wa Azwaajihi Wa Dzurriyatihi, Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid. (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, isteri-isterinya dan anak-anak cucunya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Berkahilah Muhammad, isteri-isterinya dan anak-anak cucunya, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. (Dikeluarkan Imam Bukhari dan Muslim).

9. Abu Usaid berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Jika diantara kamu masuk masjid maka ucapkanlah shalawat dan salam kepada nabi dan bacalah:

اللهم صلي علي محمد اللَّهمَّ افتح لي أبواب رحمتك، فإِذا خرج فليقل: اللَّهمَّ إنِّي أسألك من فضلك”.

“Allahumma Shalli Ala Muhammad, Allahumma Iftah Li Abwaaba Rahmatik, ( Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, ya Allah bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu) dan jika keluar dari Masjid, hendaklah ia ucapkan “Allahumma Inni As’aluka Min Fadzlik. Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu) (Dikeluarkan Imam Muslim dan Abu Daud secara ringkas)

10. Hadits Abu Said al-Khudri

عن أبي سعيد الخدري؛ قال:- قلنا يا رسول الله! هذا السلام عليك قد عرفناه. فكيف الصلاة؟ قال ((قولوا: اللهم صل على محمد عبدك ورسولك كما صليت على آل إبراهيم. وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم)).

Dari Abu Said al-Khudri berkata bahwa kami bertanya: Wahai Rasulullah, Salam kepadamu kami telah mengetahui, maka bagaimanakah kami bershalawat kepadamu? Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Ucapkanlah: Allahumma Shalli Ala Muhammad Abdika Warasulika Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim. Wabarik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ibrahim. (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad, hamba-Mu dan utusan-Mu, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim). (Dikelurkan Bukhari)
_________________

[1] . Namun dinyatakan hasan oleh syaikh al-Bani dalam shahih Adabul Mufrad (499) dan Silsilah Hadits Shahihah (829).

[2] . Dalam Sunan Abu Daud dan Misykatul Mashabih dari Abu Hurairah.

[3] . Dalam buku aslinya, penulis menyatakan bahwa hadits ini dari Ali bin Abu Thalib yang dikeluarkan Imam Nasa’i, namun setelah kami teliti ternyata kami temukan dalam sunan Abu Daud, sunan al-Baihaqi (2686) dan Miskatul Mashabih dari Abu Hurairah.

Keajaiban sholawat jibril, cara mengamalkan sholawat jibril, sholawat jibril 1000x, doa dan dzikir penarik rezeki dari segala penjuru, karomah shallallahu ala muhammad, keajaiban shallallahu ala muhammad, fadhilah shalawat shallallahu ala muhammad, sholawat rezeki berlimpah

Semoga bermanfaat dan mendapat keberkahan. Aamiin.

Wallahu A’lam

 


#Follow News : Portal Islam | Berita Islam | Portal Berita Islam | Berita Islam Terpercaya | Berita Islam Terkini | Kabar Islam Internasional | Kabar Islam Nusantara | Kabar Islam Indonesia | Berita Palestina | Kabar Suriah | Khazanah Islam | Info Islam | Kabar Islam | Panji Islam | Dunia Islam | Islam Nusantara | Kajian Islam | Berita Islam Terbaru | Suara Islam | Media Islam | Situs Islam Terpercaya

RAHASIA KEAJAIBAN SHOLAWAT : Keajaiban Sholawat Shallallahu Ala Muhammad صَلَّى اللهْ عَلَى مُحَمَّدْ


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Kisah Keajaiban Sholawat: RAHASIA KEAJAIBAN SHOLAWAT : Keajaiban Sholawat Shallallahu Ala Muhammad صَلَّى اللهْ عَلَى مُحَمَّدْ

Membaca shalawat kepada nabi termasuk salah satu amalan yang sangat mudah dan sangat utama, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara tegas berfirman di dalam al-quran bahwa Allah sendiri dan para malaikat nya senantiasa bershalawat kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa salam.

Allah memerintahkan Kepada umat manusia untuk membaca shalawat kepada nabi Muhammad, karena Nabi Muhammad adalah Habibullah atau Kekasih Allah yang tinggi kedudukannya.

Dikisahkan ketika Nabi Adam alaihissalam hendak menikahi sayyidaina Hawa diperintahkan oleh Allah supaya memberi mas kawin kepada Hawa dengan mas kawin membaca shalawat kepada Nabi Muhammad yaitu dengan bacaan sholawat Shallallahu Ala Muhammad.

Membaca shalawat kepada nabi termasuk salah satu amalan yang sangat mudah dan sangat utama, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara tegas berfirman di dalam al-quran bahwa Allah sendiri dan para malaikat nya senantiasa bershalawat kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wa salam.

Allah memerintahkan Kepada umat manusia untuk membaca shalawat kepada nabi Muhammad, karena Nabi Muhammad adalah Habibullah atau Kekasih Allah yang tinggi kedudukannya. sehingga dikisahkan ketika Nabi Adam alaihissalam hendak menikahi sayyidatina Hawa diperintahkan oleh Allah supaya memberi mas kawin kepada Hawa dengan mas kawin membaca shalawat kepada Nabi Muhammad yaitu dengan bacaan sholawat Shallallahu Ala Muhammad.

Kalimat sholawat mengandung doa permohonan kepada Allah untuk Nabi Muhammad seperti Shallallahu Ala Muhammad, Allahumma shalli Ala Muhammad dan lain sebagainya, dalam kalimat shalawat tersebut dan kalimat-kalimat sholawat lainnya pasti ada lafal Allah dan lafal Muhammad, jadi ketika seseorang membaca sholawat, Maka secara langsung akan menyebut lafal Allah dan Muhammad. Jadi tidak hanya menyebut asmaul allah saja tapi juga menyebut asma Nabi Muhammad. Berbeda dengan membaca La Ilaha Illallah. Subhanallah dan alhamdulillah, yang hanya menyebut asma Allah saja.

Khasiat dzikir shallallahu ala muhammad

  • Keajaiban shalawat shallallahu ala muhammad berdasarkan keterangan dari Kitab Afdhal as-Shalawat ‘ala Sayyid as-Sadat, KaryaSyaikh Yusuf ibn Ismail an-Nabhani.
  • Imam asy-Sya’roni menyatakan: “Rasulullah saw pernah bersabda: Barang siapa membaca shalawat ini, maka ia telah membuka tujuh puluh pintu rahmat untuk dirinya dan Allah akan menitipkan cintaNya pada hati manusia sehingga mereka tidak akan marah kepadanya, kecuali orang yang menyimpan kemunafikan di dalam hatinya.”
  • Syaikina ya’ni ‘Aliya al-Khawash berkata: “Hadis ini, beserta hadis sebelumnya, yaitu sabda Nabi saw: Paling dekatnya salah seorang kamu kepadaku adalah pada saat ia mengingatku dan membacakan shalawat untukku, kami riwayatkan dari sebagian ahli ma’rifat, dari al-Khidhr as, dari Rasulullah saw. Dua hadis ini menurut kami berkualitas shahih dengan derajat keshahihan tertinggi, meskipun para ahli hadis tidak berani menetapkan kesahehannya karena rumitnya istilah yang mereka pergunakan, wallahu a’lam,
  • Rasulullah saw bersabda yang artinya: Tidak seorang pun yang membaca: Shallallahu ‘ala Muhammad (Semoga Allah memberikan rahmat Nya kepada Muhammad), kecuali bahwa manusia akan mencintainya walaupun sebenarnya mereka membencinya. Demi Allah, mereka tidak akan mencintainya kecuali setelah Allah’azza wa jalla mencintai dia.” Dan kami pernah mendengar Rasulullah bersabda dari atas mimbar: ” Barang siapa membaca shalawat ini maka ia telah membuka tujuh puluh pintu rahmat untuk dirinya.”
  • Al-Hafidz as-Sakhawi juga menukil sebuah hadis dengan sanad tersebut bahwa Imam as-Samarqandi mendengar Khidhr dan nabi Ilyas as berkata: “Adalah pada bani Israil seorang nabi yang bernama Samuel. Dia dikaruniai kekuatan untuk mengalahkan musuh. Pada suatu hari ia pergi berangkat untuk menghancurkan musuh agama-nya. Mereka (musuh-musuh- nya) berkata: “Orang ini adalah seorang penyihir; ia datang untuk mengelabui mata kita dan mencerai beraikan pasukan kita, maka hendaklah kita mengajaknya ke tepi pantai, lalu kita menghancurkannya.”Maka berangkatlah ia bersama empat puluh orang pasukan memenuhi tantangan mereka untuk bertempur di tepi pantai. Teman-temannya berkata: ” Apa yang akan kita perbuat?” “Majulah, dan bacalah: Shallallahu ‘ala Muhammad!” kata Samuel. Mereka pun menuruti nasehat- nya; maju dengan membaca shalawat. Keadaan menjadi berbalik sama-sekali; merekalah yang terdesak ke laut dan tenggelam ditelan ombak, semuanya tewas, tidak ada yang tersisa.”
  • As-Sakhawi juga telah meriwayatkan bahwa suatu hari, berangkatlah seorang laki-laki dari Syiria menuju Nabi saw Ia berkata: “Ayahku sudah lanjut usia, namun ia ingin sekali melihat wajahmu” “Bawalah ia kepadaku.” Sabda Nabi. “Tapi ia tidak bisa melihat. ” Ia mengemukakan alasan.” Katakan kepadanya, bacalah: “Shallallahu’ala Muhammad dalam tujuh malam, maka in akan bisa melihatku dalam mimpi, sehingga kamu bisa meriwayatkan hadis dari aku.” Ia pun kemudian melaksanakannya dan melihat Nabi saw dalam tidurnya, dan hadis ini diriwayatkan

Manfaat, Karomah dan Keajaiban Membaca Shalawat

  • Membaca shalawat sebagai bentuk realisasi ketaatan kepada perintah Allah Ta’ala.
  • Mennjalankan Allah dalam membaca shalawat.
  • Mencontoh / menauladani para malaikat-Nya.
  • Mendapat balasan sepuluh rahmah dari Allah setiap membaca sekali shalawat.
  • Diangkat sepuluh derajat karena membaca sekali shalawat.
  • Ditulis sepuluh kebaikan bagi yang membaca sekali shalawat.
  • Dihapus sepuluh keburukan bagi yang membaca sekali shalawat.
  • Menjadi sebab utama dikabulkan doa.
  • Menjadi sebab meraih syafaat Nabi.
  • Mendapat pengampunan dari Allah.
  • Allah akan mencukupi hidupnya dari berbagai macam keluh kesah.
  • Sebagai sebab dekatnya seorang hamba dengan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam nanti pada hari kiamat.
  • Shalawat bisa mengganti dan menduduki ibadah shadaqoh.
  • Menjadi sebab terpenuhi berbagai macam hajat kebutuhan.
  • Meraih shalawatnya Allah dan shalawatnya para malaikat atasnya.
  • Menjadi sebab seseorang meraih kesucian dan kemuliaan.
  • Orang yang gemar membaca shalawat akan mendapat kabar gembira sebelum matinya.
  • Akan meraih keamanan dan keselamatan dari rintangan hari kiamat.
  • Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam akan menjawab shalawat dan salam kepada orang-orang yang membaca shalawat dan salam kepadanya.
  • Bisa membantu seorang hamba mengingatkan sesuatu yang terlupa.
  • Menjadi sebab berkahnya suatu majlis agar tidak kembali pulang dalam keadaan merugi dan cacat.
  • Membaca shalawat mampu mengusir dan melenyapkan kemiskinan.
  • Membaca shalawat mampu menghilangkan penyakit bakhil dari seorang hamba.
  • Menjadi selamatnya seorang hamba dari doanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam yang buruk, karena beliau mendoakan celaka bagi yang mendengar nama disebut tidak membaca shalawat.
  • Membaca shalawat menjadi jalan menuju sorga.
  • Selamat dari busuknya majlis karena membaca shalawat.
  • Membaca shalawat menjadi penyempurna bagi pembicaraan pada saat berkhutbah.
  • Menjadi sebab sempurnanya cahaya seorang hamba pada saat meniti titian.
  • Membaca shalawat akan mengeluarkan seseorang dari sifat kasar dan keras kepala.
  • Menjadi sebab langgengnya pujian Allah atasnya.
  • Mendatangkan keberkahan kepada orang yang membaca shalawat.
  • Orang yang membaca shalawat akan meraih rahmat dari Allah.
  • Sebagai bukti cinta Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam secara abadi.
  • Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam akan selalu mencintai orang yang membaca shalawat.
  • Menjadi sebab seorang hamba meraih hidayah.
  • Nama orang yang membaca shalawat akan disampaikan kepada Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam
  • Menjadi sebab teguhnya kaki pada saat meniti titian.
  • Dengan membaca shalawat berarti seseorang telah menunaikan haknya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam atasnya.
  • Mengandung dzikir dan syukur kepada Allah.
  • Shalawat adalah doa karena dengan membaca shalawat berarti telah memuji khalilullah dan kekasih-Nya. Dengan itu berarti telah mendoakan baik untuknya.

______________

(Di salin dari kitab yang ditulis Abu Muhammad Abdul Haq al-Hasyimi)
Sumber: Artikel Buka Hati Menuntut Ilmu

Kumpulan Hadits Tentang Keajaiban Membaca Shalawat

Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Imam para utusan, penutup para nabi, diutus pembawa rahmat bagi alam semesta, panglima bagi orang-orang yang memiliki muka bercahaya, pemberi syafaat bagi orang-orang yang berdosa, dan pemilik bendara pujian pada hari pembalasan. Semoga shalawat juga tercurah atas keluarganya yang bersih dan para shahabatnya.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا {56}

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. 33:56)

Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku sekali maka Allah akan membalasnya sepuluh kali.

Pelayan kedua wahyu, penggemar dua tanah suci, dan pecinta utusan Allah bagi bangsa jin dan manusia berkata, “risalah ini saya himpun untuk menjelaskan tentang keajaiban membawa shalawat kepada penghulu anak Adam. Saya himpun sebagai hadiah bagi para pembawa shalawat Nabi. Saya menurunkan delapan puluh hadits tentang shalawat yang saya sertakan rujukan dan faedahnya, yang saya ringkas dari kitab “Jalaul Afham” karya Ibnu Qayyim, dan saya menambahi isinya kemudian saya beri judul “al-Arbainin Fis Shalah ala Ibnu Dzabihain”. Saya memohon kepada agar menjadikan tulisan ini sebagai perantara untuk meraih syafaat dan penjamin selamat.

Ditulis oleh: Abu Muhammad Abdul Haq al-Hasyimi 1363 H

1. Dari Abu Bakar as-Shiddiq berkata bahwa aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

من صلي علي كنت شفيعه يوم القيامة

Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka aku akan memberinya syafaat pada hari kiamat. (Hadits riwayat Ibnu Syahiin dalam at-Targhib dan Ibnu Basykawal).

2. Dari Umar bin Khaththab dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

من صلى عليك واحدة صلى الله عليه وسلم عشرا ورفع له عشر درجات

Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali shalawat, maka Allah akan membalas sepuluh kali shalawat dan mengangkatnya sepuluh derajat. (Dikeluarkan Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu Abu Syaibah, al-Bazzar, Ibnu Syahiin dan al-Ismaili dengan sanad ma’lul).[1]

3. Dari Ali bin Abu Thalib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

“البخيل الذي من ذكرت عنده فلم يصل علي”.

Manusia bakhil adalah orang yang disebut namaku di sisinya, tetapi tidak membaca shalawat kepadaku. (Dikeluarkan Imam at-Tirmidzi dan beliau berkata bahwa hadits hasan shahih. Dan juga dikeluarkan Imam Nasa’i, Ibnu Hibban dal al-Hakim).

4. Dari Ali bin Abu Thalib[2] berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda:

“من سره أن يكتالَ بالمكيالِ الأوفى إذا صلَّى علينا أهل البيت فليقل: اللهم صلِّ على محمدٍ النبيِّ الأمي وأزواجه أمهات المؤمنين وذريته وأهل بيته، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ”.

Barangsiapa yang ingin mendapat balasan dengan takaran yang penuh ketika membaca shalawat kepada kami, ahli bait, maka hendaknya membaca: Allahumma Shalli Ala Muhammad an-Nabi al-Ummi, Wa Azwajihi Ummahatil Mukminin Wa Dzurriatihi Wa Ahli Baitihi, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Innaka Hamidun Majid (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, seorang nabi yang ummi, kepada isteri-isterinya sebagai ibunda kaum mukminin, anak cucunya dan keluarganya sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung. (Dikeluarkan Imam an-Nasa’i)[3]

5. Hadits Dari Abu Mas’ud.

عن أبي مسعود الأنصاري أنه قال: أتانا رسول اللّه صلى الله عليه وسلم في مجلس سعد بن عبادة فقال له بشير بن سعد: أمرنا اللّه أن نصلي عليك يارسول اللّه، فكيف نصلي عليك؟ فسكت رسول اللّه صلى الله عليه وسلم حتى تمنينا أنه لم يسأله، ثم قال رسول اللّه صلى الله عليه وسلم “قولوا: اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما صليت على آل إبراهيم؛ ٌ و بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما باركت على آل إبراهيم؛ في العالمين إنك حميدٌ مجيدٌ”. والسلام كما قد علمتم

Dari Abu Mas’ud berkata: Pernah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda hadir ditengah kami sementara kami sedang berada di majlisnya Sa’ad bin Ubadah. Maka Basyir bin Sa’ad bertanya kepada beliau: Allah telah memerintahkan kepada kami bershalawat kepadamu, bagaimanakah cara bershalawat kepadamu. Abu Mas’ud berkata: Maka Rasulullah diam, sehingga kami ingin kalau sekiranya ia (Basyir bin Saad) tidak bertanya kepada beliau. Kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Ucapkanlah Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Wa Bararik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Fil Aalamina Innaka Hamidun Majid. (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim atas sekalian semesta alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia). Adapun salam sebagaimana yang kalian ketahui. ( Dikeluarkan Ahmad, Muslim, Abu Daud, an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim).

6. Dari Ibnu Abu Laila berkata bahwa Ka’ab bin Ujrah berkata: Maukah kami aku beri suatu hadiah? Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda telah hadir di tengah kami, maka kami bertanya: Kami telah mengetahui bagaimana mengucapkan salam kepadamu, tapi bagaimana membaca shalawat kepadamu. Beliau bersabda: Ucapkanlah

“اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما صليت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ، اللهمَّ بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ، كما باركت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ”.

Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa ‘Ala Ali Muhammad, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid, Allahumma Bararik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid.(Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maka Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. (Dikeluarkan Bukhari dan Muslim serta Abu Daud)

7. Dari Ibnu Abu Laila berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Hadirlah kalian. Maka kamipun hadir. Ketika naik mimbar pada tangga pertama beliau mengucapkan ‘Amin’, kemudian naik mimbar pada tangga kedua beliau mengucapkan ‘Amin’. Kemudian naik mimbar pada tangga ketiga beliau juga mengucapkan ‘Amin’. Setelah usai khutbah, beliau turun dari mimbar, maka kami bertanya kepada beliau: Wahai Rasulullah kami mendengar darimu sesuatu yang belum pernah kami dengar darimu sebelumnya. Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Sesungguhnya Jibril datang kepadaku lalu berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang menemui Ramadhan namun tidak diampuni dosanya. Maka aku katakan Amin. Ketika aku naik mimbar pada tangga kedua, Jibril berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang namamu disebut namun dia tidak membaca shalawat kepadamu, maka aku katakan Amin. Ketika aku naik mimbar pada tangga ketiga, Jibril berkata: Semoga semakin jauh dari Allah, orang yang menemui kedua orang tuanya dalam keadaan tua renta, atau salah satunya, namun dia tidak masuk surga. Maka aku katakan Amin. ( Dikeluarkan Ibnu Khuzaimah dan al-Hakim dan beliau berkata: Sanadnya shahih).

8. Dari Abu Humaid as-Sa’idi bahwa mereka berkata: Wahai Rasulullah bagaimana kami membaca shalawat kepadamu, maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Ucapkanlah:

“اللهم صلِّ على محمدٍ وأزواجه وذريته، كما صليت على آل إبراهيم، وبارك على محمدٍ وأزواجه وذريته، كما باركت على آل إبراهيم؛ إنك حميدٌ مجيدٌ”.

Allahumma Shalli Ala Muhammad Wa Azwaajihi Wa Dzurriyatihi, Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim, Wa Barik Ala Muhammad Wa Azwaajihi Wa Dzurriyatihi, Kama Barakta Ala Ali Ibrahim Innaka Hamidun Majid. (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, isteri-isterinya dan anak-anak cucunya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Berkahilah Muhammad, isteri-isterinya dan anak-anak cucunya, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. (Dikeluarkan Imam Bukhari dan Muslim).

9. Abu Usaid berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda bersabda: Jika diantara kamu masuk masjid maka ucapkanlah shalawat dan salam kepada nabi dan bacalah:

اللهم صلي علي محمد اللَّهمَّ افتح لي أبواب رحمتك، فإِذا خرج فليقل: اللَّهمَّ إنِّي أسألك من فضلك”.

“Allahumma Shalli Ala Muhammad, Allahumma Iftah Li Abwaaba Rahmatik, ( Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, ya Allah bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu) dan jika keluar dari Masjid, hendaklah ia ucapkan “Allahumma Inni As’aluka Min Fadzlik. Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu) (Dikeluarkan Imam Muslim dan Abu Daud secara ringkas)

10. Hadits Abu Said al-Khudri

عن أبي سعيد الخدري؛ قال:- قلنا يا رسول الله! هذا السلام عليك قد عرفناه. فكيف الصلاة؟ قال ((قولوا: اللهم صل على محمد عبدك ورسولك كما صليت على آل إبراهيم. وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم)).

Dari Abu Said al-Khudri berkata bahwa kami bertanya: Wahai Rasulullah, Salam kepadamu kami telah mengetahui, maka bagaimanakah kami bershalawat kepadamu? Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Ucapkanlah: Allahumma Shalli Ala Muhammad Abdika Warasulika Kama Shallaita Ala Ali Ibrahim. Wabarik Ala Muhammad Wa Ala Ali Muhammad Kama Barakta Ala Ibrahim. (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad, hamba-Mu dan utusan-Mu, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim). (Dikelurkan Bukhari)
_________________

[1] . Namun dinyatakan hasan oleh syaikh al-Bani dalam shahih Adabul Mufrad (499) dan Silsilah Hadits Shahihah (829).

[2] . Dalam Sunan Abu Daud dan Misykatul Mashabih dari Abu Hurairah.

[3] . Dalam buku aslinya, penulis menyatakan bahwa hadits ini dari Ali bin Abu Thalib yang dikeluarkan Imam Nasa’i, namun setelah kami teliti ternyata kami temukan dalam sunan Abu Daud, sunan al-Baihaqi (2686) dan Miskatul Mashabih dari Abu Hurairah.

Keajaiban sholawat jibril, cara mengamalkan sholawat jibril, sholawat jibril 1000x, doa dan dzikir penarik rezeki dari segala penjuru, karomah shallallahu ala muhammad, keajaiban shallallahu ala muhammad, fadhilah shalawat shallallahu ala muhammad, sholawat rezeki berlimpah

Semoga bermanfaat dan mendapat keberkahan. Aamiin.

Wallahu A’lam

 


#Follow News : Portal Islam | Berita Islam | Portal Berita Islam | Berita Islam Terpercaya | Berita Islam Terkini | Kabar Islam Internasional | Kabar Islam Nusantara | Kabar Islam Indonesia | Berita Palestina | Kabar Suriah | Khazanah Islam | Info Islam | Kabar Islam | Panji Islam | Dunia Islam | Islam Nusantara | Kajian Islam | Berita Islam Terbaru | Suara Islam | Media Islam | Situs Islam Terpercaya

Belum Baca Sholawat? Yuk Intip Kedahsyatan dan Keutamaan Shalawat


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Belum Baca Sholawat? Yuk Intip Kedahsyatan dan Keutamaan Shalawat

Jangan remehkan bacaan Shalawt atas Nabi Muhammad saw, juga jangan meremehkan atau menghina para pembaca Shalawat di majelis-majelis ta’lim atau di mana pun.

Cobalah perhatikan dan cobalah pelajari sejumlah hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan-keutamaan dan manfat-manfaat membaca shalawat.

Dari hadits-hadits dan penjelasan para Ulama akan dapat kita ambil pengertian dan pemahaman betapa besar manfaat membaca shalawat bagi para pembacanya itu sendiri.

Maka berdasar kepada hadits-hadits Nabi dan penjelasan para Ulama dapat kita simpulkan bahwamanfaat bershalawat adalah sebagai berikut:

1. Pembaca shalawat Nabi memperoleh limpahan rahmat dan kebaikan dari Allah SWT.

2. Pembaca shalawat Nabi diangkat ( ditinggikan ) derajatnya dan dihapuskan dosa-dosa kejahatan dan kesalahannya.

3. Pembaca shalawat Nabi memperoleh pengakuan kesempurnaan iman, jika membacanya 100 ( seratus ) kali.

4. Membaca shalawat Nabi dapat menjauhkan kerugian, penyesalan, dan dimasukan ke dalam golongan orang-orang yang shaleh.

5. Membaca shalawt Nabi berarti mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.( Taqarrub ilallah).

6. Membaca shalawat Nabi akan memperoleh pahala seperti pahala memerdekakan budak ( hamba sahaya ).

7. Dengan banyak-banyak membaca shalawat dapat memperoleh Syafa’at di hari kiamat.

8. Banyak membaca shalawat Nabi akan memperoleh penyertaan dari Malaikat Rahman.

9. Banyak membaca shalat Nabi berarti menjalin komunikasi yang akrab dengan Nabi, sebab jika seseorang bershalawat dan mengucapkan salam kepada Nabi, maka shalawat dan salamnya itu akan disampaikan oleh Malaikat kepada Nabi.

10. Dengan banyak membaca Shalawat Nabi bisa membuka kesempatan untuk bertemu dengan Nabi, berdasar keterangan para Ulama.

11. Membaca Shalawt Nabi dapat menghilangkan kesusahan, kegundahan dan kebingungan, serta melapangkan rizqi.

12. Pembaca Shalawat Nabi akan dilapangkan dada ketika menghadapi berbagai masalah. Hal ini jika seseorang membaca shalawat 100 ( seratus ) kali secara mudawamah.

13. Dengan banyak membaca shalawat Nabi akan dapat menghapuskan dosa. Hal ini jika seseorang membiasakannya membaca tiga kali setiap hari pada setiap ba’da shalat wajib, karena dengan membaca shalawat akan mendapatkan 10 pahala kebaikan, dan inilah yang akan menghapuskan dosa-dosa kita.

14. Membaca shalawat Nabi dapat menggantikan shadaqah bagi orang yang tidak sanggup bershadaqah.

15. Membaca shalawat Nabi sebanyak-banyaknya dapat melipatgandakan pahala yang diperoleh. UmatIslam biasanya memperbanyak membaca shalawat di hari Jum’at. Di kampung-kampung mereka mengadakan pembacaan maulid Barzanji sebagai trik mudah agar bisa bershalawat sebanyak-banyaknya di malam Jum’at.

16. Dengan banyak membaca Shalawt Nabi bisa mendekatkan kedudukan kepada Rasulullah di hari qiamat.

17. Shalawat Nabi menjadikan sebab do’a diterima oleh Allah.

18. banyak-banyak membaca shalawat Nabi ketika di dunia dapat membebaskan diri dari kebingungan di hari kiamat. Sebaliknya apabila seseorang pelit membaca shalawat kepada Nabi, maka ia akan menghadapi kebingungan dan ketakutan dalam mahkamah di padang Mahsyar.

19. Membaca shalawat Nabi berarti memenuhi satu hak Nabi, atau menunaikan satu tugas ibadah yang diperintahkan atas ummatnya. Apabila seseorang tidak mau bershalawat, ia berarti enggan memenuhi hak Nabi yang telah diperintahkan oleh Allah Swt.

20. Banyak membaca shalawat Nabi adalah indikator seseorang mencintai Nabi Muhammad.

21. Membaca shalawat Nabi bisa menjadi sebab dikabulkan segala kebutuhannya.

Sumber: Rangkuman dari berbagai sumber

Hukum Sholawat dan Keutamaan Shalawat kepada Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Hukum Sholawat dan Keutamaan Shalawat kepada Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ.

Oleh: Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari*

Allah Ta’ala berfirman :

إنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. [1]

Ibnu Abbas ra. berkata, “Maknanya, bahwa Allah dan para malaikat-Nya memberikan barakah pada Nabi SAW”. Menurut pendapat lain, maknanya, bahwa Allah Ta’ala mengasihi Nabi SAW dan para malaikat mendoakan beliau”.

Dari ayat di atas diketahui, bahwa bershalawat untuk Nabi SAW hukumnya wajib secara global, tidak terbatas dengan waktu, karena perintah Allah Ta’ala bershalawat untuk beliau SAW, dan para Imam mengartikan perintah ini dengan wajib dan mereka telah sepakat secara ijma’.

Kewajiban bershalawat yang bisa menggugurkan dosa adalah sekali dalam seumur hidup, seperti bersyahadat dengan kenabian beliau SAW. Adapun setelah itu, maka hukumnya sunnah, dianjurkan karena termasuk sunnah-sunnahnya Islam dan syiar ahli Islam.

Sahabat-sahabat Imam Syafi’i, rahimahullah, mengatakan, “Kewajiban bershalawat yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya SAW adalah bershalawat di dalam shalat (ketika bertasyahhud). Adapun selain itu, maka tidak ada perbedaan pendapat, bahwa bershalawat itu hukumnya tidak wajib.

Disunnahkan bershalawat untuk Nabi SAW dan memperbanyak shalawat ketika berdoa, karena beliau bersabda :

اِجْعَلُونِي فِي أَوَّلِ الدُّعَاءِ وَ أَوْسَطِهِ وَفِي آخِرِهِ

“Jadikanlah saya di awal doa, di tengah-tengah doa, dan di akhir doa”.[2]

Diriwayatkan dari Umar bin Khaththab ra. berkata, “Doa dan shalawat tergantung antara langit dan bumi, maka tidak ada doa sedikitpun yang naik kepada Allah sampai dibacakan shalawat untuk Nabi SAW” (Hadis riwayat Imam Dailami).[3]

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, “Jika salah seorang diantara kamu sekalian ingin memohon sesuatu kepada Allah, maka mulailah dengan memuji Allah sesuai dengan sifat-sifat-Nya, kemudian bershalawatlah untuk Nabi SAW, kemudian memohonlah, sesungguhnya dia akan lebih pantas untuk dikabulkan doanya, demikian juga ketika masuk masjid”.[4]

Diriwayatkan dari Sayyidah Fathimah ra., bahwa Nabi SAW melakukan hal itu, demikian juga ketika menshalati janazah”. Sementara iu, diceritakan dari Abu Umamah ra., bahwa bershalawat itu hukumnya sunnah. Imam Nasa’i rahimahullah, meriwayatkan dari Aus bin Aus ra., dari Nabi SAW tentang perintah memperbanyak membaca shalawat untuk beliau SAW di hari Jumat.

Umat Islam sejak dulu telah terbiasa menulis shalawat ketika menulis surat dan menyusun buku, setelah basmalah dan hamdalah. Hal ini bukan hanya dilakukan oleh generasi pertama, hal ini dilakukan pada wilayah Bani Hasyim, kemudian dilakukan oleh masyarakat Islam di seluruh penjuru bumi. Di antara mereka ada yang mengakhiri penulisan surat dan penyusunan buku-buku mereka dengan shalawat, sesuai dengan sabda beliau SAW :

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِي كِتَابٍ لَمْ تَزَلِ الْمَلائِكَةُ تَسْـتَغْفِـرُ لَهُ مَا دَامَ اسْمِي فِي ذَلِكَ الْكِتَاب

“Barangsiapa bershalawat untukku dalam menulis surat/kitab, maka para malaikat senantiasa akan memintakan ampun untuknya, selama namaku ada di dalam surat/kitab itu”.[5]

Adapun keutamaan bershalawat untuk Nabi SAW, maka hal ini adalah sesuatu yang tidak dirahasiakan lagi bagi seorang muslim, yaitu termasuk kepentingan yang paling penting bagi orang yang ingin dekat dengan Tuhannya bumi dan langit, karena shalawat ini bisa mendatangkan segala rahasia dan segala kemenangan, dan bisa mendatangkan pahala yang paling besar dan juga syafaat-syafaat.إ

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amer ra. berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَة

“Jika kamu sekalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti apa yang dia ucapkan muadzdzin, dan bershalawatlah untukku, karena barangsiapa bershalawat untukku satu kali, maka Allah akan membalas shalawat untuknya sepuluh kali, kemudian mintalah wasilah untukku, karena wasilah itu adalah kedudukan di surga yang tidak layak kecuali untuk hamba Allah, dan saya berharap dia itu adalah saya. Maka barangsiapa memohon wasilah untukku, maka halal baginya syafaat ( pertolongan)”.[6]

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud ra., bahwa Nabi SAW bersabda:

أوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَة

“Orang yang paling dekat denganku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat untukku”.[7]

Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab ra., bahwa Rasulullah SAW telah bangun malam ketika telah lewat seperempat malam, lalu bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا اللَّهَ اذْكُرُوا اللَّهَ جَاءَتِ الرَّاجِفَةُ تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ جَاءَ الْمَوْتُ بِمَا فِيهِ جَاءَ الْمَوْتُ بِمَا فِيهِ قَالَ أُبَىٌّ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى أُكْثِرُ الصَّلاَةَ عَلَيْكَ فَكَمْ أَجْعَلُ لَكَ مِنْ صَلاَتِى فَقَالَ مَا شِئْتَ قَالَ قُلْتُ الرُّبُعَ. قَالَ مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ ». قُلْتُ النِّصْفَ. قَالَ « مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ ». قَالَ قُلْتُ فَالثُّلُثَيْنِ. قَالَ: مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ. قُلْتُ أَجْعَلُ لَكَ صَلاَتِى كُلَّهَا. قَالَ: إِذًا تُكْفَى هَمَّكَ وَيُغْفَرُ لَكَ ذَنْبُكَ

“Wahai manusia, berdzikirlah pada Allah, telah datang tiupan pertama yang diikuti dengan tiupan yang menggoncang alam, datanglah kematian dengan apa yang ada dalam kematian”. Maka bertanyalah sahabat Ubay bin Ka’ab ra., “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya memperbanyak shalawat untukmu, maka berapa kali saya harus bershalawat untukmu?”. Jawab beliau SAW, ”Sesukamu”. Kata Ubay ra, ”Kalau seperempat?”. Jawab beliau SAW, “Sesukamu, jika kamu menambahnya itu lebih baik”. Kata Ubay ra, “Sepertiganya?”. Jawab beliau SAW, “Sesukamu, jika kamu menambahnya itu lebih baik”. Kata Ubay ra., “Setengah?”. Jawab beliau SAW, “Sesukamu, jika kamu menambahnya itu lebih baik”. Kata Ubay ra., “Dua pertiga?”. Jawab beliau SAW, “Sesukamu, jika kamu menambahnya itu lebih baik”. Kata Ubay ra, “Wahai Rasulullah, maka saya jadikan semua shalawatku untukmu”. Sabda Nabi SAW, ”Kalau begitu, cukuplah keinginanmu, dan akan diampuni dosamu”.[8]

Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Jibril telah memanggil saya, lalu berkata :

مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ صَلاةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا، وَرَفَعَهُ عَشَرُ دَرَجَاتٍ

”Barangsiapa bershalawat untukmu dengan satu shalawat, maka Allah akan membalasnya dengan sepuluh shalawat dan mengangkatnya dengan sepuluh derajat”[9].

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. berkata: “Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ عِنْد قَبْرِي سَمِعْته، وَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ نَائِيًا بُلِّغْته

”Barangsiapa bershalawat untukku di makamku, maka saya mendengarnya, dan barangsiapa bershalawat untukku dari jauh, maka saya didatangkan pada shalawat itu”.[10]

Ada banyak hadis-hadis yang mencela orang yang tidak mau bershalawat untuk Nabi SAW Di antaranya adalah hadis yang diiriwayatkan dari Ja’far bin Muhammad dari ayahnya, bahwa dia berkata, ”Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ أُخْطِئَ بِهِ طَرِيْقُ الْجَنَّةِ

“Barangsiapa mendengar saya disebut di sisinya dan dia tidak mau bershalawat untukku, maka dia akan di salahkan jalannya menuju surga”. [11]

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. berkata: ”Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ نَسِيَ الصَّلاَةَ عَلَيّ نَسِيَ طَرِيْقَ الْجَنَّة

”Barangsiapa yang lupa bershalawat untukku, maka dia akan lupa jalan menuju surga”.[12]

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri ra., dari Nabi SAW bersabda:

لَا يَجْلِسُ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَا يُصَلُّونَ فِيهِ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ حَسْرَةٌ ، وَإِنْ دَخَلُوا الْجَنَّةَ لِمَا يَرَوْنَ مِنَ الثَّوَابِ

“Tidaklah suatu kaum duduk di satu majlis, lalu tidak bershalawat untuk Nabi SAW di majlis itu, maka mereka akan sangat menyesal, dan jika mereka masuk surga, tidak akan melihat pahala bershalawat”.[13]

Imam Tirmidzi, rahimahullah, menceritakan dari sebagian ahli ilmu, katanya, ”Jika seseorang membaca shalawat untuk Nabi SAW satu kali dalam majlis, maka itu sudah cukup untuk semua yang ada di majlis itu”.

Hadis-hadis tentang keutamaan bershalawat untuk Nabi SAW dan celaan bagi orang yang tidak mau bershalawat untuk beliau SAW hampir tidak bisa dihitung karena banyak sekali jumlahnya, maka dalam hadis-hadis yang telah saya sampaikan di atas adalah cukup bagi orang yang mempunyai pengertian.


*Diterjemahkan oleh Ustadz Zainur Ridlo, M.Pd.I. dari kitab Nur al-Mubin fi Mahabbati Sayyidi al-Mursalin karya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.

[1] Al Ahzab ayat 56.

[2] Hadis riwayat Imam Abdurrazzaq. Lihat Jam’ul Jawami’/Al Jami’ Al Kabir, Imam Suyuthi, Jilid 1, halaman 17810. Jami’ Al Ahadis, jilid 16, halaman 44.

[3] Jam’ul Jawami’/Al Jami’ Al Kabir, Imam Suyuthi, jilid 1, halaman 12554.

[4] Mushannaf Abdurrazzaq, jilid 10, halaman 441. Majma’ Az Zawaid Wa Manba’ Al Fawaid, Muhaqqaq, jilid 11, halaman 20.

[5] Al Mu’jam Al Kabir, Imam Thabrani, jilid 19, halaman 181.

[6] Hadis riwayat Imam Muslim, Imam Abu Dawud, Imam Nasa’i, Imam Tirmidzi, dan Imam Ahmad.

[7] Hadis riwayat Imam Tirmidzi dan Imam Ibnu Hibban.

[8] Hadis riwayat Imam Tirmidzi dan Imam Hakim.

[9] Hadis riwayat Imam Thabrani dan Imam Al Bazzar.

[10] Hadis riwayat Imam Baihaqi dan Imam Al Khathib. Lihat Fathul Bari, Imam Ibnu Hajar, jilid 10, halaman 243. Syarah Sunan Nasa’i, jilid 3, halaman 304. Faidhul Qadir, jilid 6, halaman 220.

[11] Imam Al Jahdlami, dalam buku “Fadhlush Shalati “Alan Nabi”, halaman 45.

[12] Hadis riwayat Imam Ibnu Majah dan Imam Baihaqi. Lihat “Subulul Huda War Rasyad Fi Sirati Khairil Ibad”, jilid 12, halaman 419. Asy Syifa Bi Ta’rifi Huquqi Al Musthafa, jilid 2, halaman 78. Mu’jam Ibnil Arabi, jilid 1, halaman 348.

[13] Hadis riwayat Imam Baihaqi dan Imam Nasa’i. Lihat “Syu’abul Iman”, Imam Baihaqi, jilid 3, halaman 133. Jam’ul Jawami’/Al Jami’ul Kabir, Imam Suyuthu, jilid 1, halaman 19157.

Sumber: tebuireng.online