Gus Mus: Rasulullah SAW Berdakwah Menggunakan Hati

Gus Mus: Rasulullah SAW Berdakwah Menggunakan Hati

BERBAGI
gus-mus

Panjiislam.com : Jakarta – Mutakhir ini banyak pendakwah yang menggunakan cara keras dan garang bahkan mengandung ujaran kebencian dalam menyampaikan dakwahnya. Padahal esensi dakwah dalam Islam harus mengedepankan kelembutan dan sikap yang ramah.

Fenomena berdakwah dengan cara keras tersebut, memperoleh kritikan dari tokoh ulama terkemuka, yaitu KH. Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus.

Menurut kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang tersebut, dakwah yang berisi caci-maki dan ejekan tentu bertentangan dengan misi dakwah Nabi Muhammad SAW.

Baja Juga:   Makna dan Pengertian Jihad Sesungguhnya Dalam Islam

Kandungan dakwah yang disampaikan Nabi berisi ujaran dan akhlak yang baik sehingga orang mudah menerima substansi dari dakwah nabi.

Gus Mus menegaskan bahwa cara berdakwah dengan kasar dan keras menyerupai dakwah ala Abu Jahal. Sebaliknya, dakwah yang ramah, santun, dan lembut adalah dakwah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Itulah dakwah yang membedakan antara Nabi dan Abu Jahal, jika Abu Jahal berdakwah menggunakan emosi, maka Nabi berdakwah menggunakan hati.

Baja Juga:   Panji Islam: Panji Islam Pertama yang dipercayakan oleh Rasulullah Ia adalah Hamzah bin Abdul Muthalib

“Nabi itu diutus untuk menyempurnakan akhlak, Nabi Muhammad dan Abu Jahal itu sama-sama berjubah, namun yang berbeda akhlaknya. Nabi Muhammad selalu menebar senyum, sedangkan Abu Jahal raut mukanya diliputi kemarahan,” ujarnya.

Kiai yang juga dikenal sebagai budayawan itu menambahkan, tujuan nabi berdakwah adalah mengajak umat untuk memberbaiki akhlak dan memberi kabar gembira bagi orang yang beriman.

Di samping itu, dakwah ala Nabi bertujuan untuk senantiasa mendoakan kepada setiap orang agar mendapat hidayah dari Allah SWT, dan bukan justru untuk melaknat dan mencaci-maki orang lain.

Baja Juga:   Umat Islam Harus Tahu: Jihad bukan Teror, Teror bukan Jihad

“Berdakwah itu kan mengajak, kalau mau lihat berdakwah yang bagus, lihatlah calo tiket bus, dengan segala usahanya dia mengajak agar tertarik untuk naik bus tersebut. Begitu juga dengan dakwah, kalau dakwahnya dengan keras dan caci-maki orang tidak tertarik dan takut,” pungkasnya. (ISNU)

Sumber: Islamramah