Amalan Shalawat 1000 X, Dahsyat dan Ampuh


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Amalan Shalawat 1000 X, Dahsyat dan Ampuh.

Amalan 1000 shalawat itu keren banget, loh! Buat diamalin sendiri dan dibagikan. Karena bisa, mencakup tiga hal: shalawat, salam, dan keberkahan.

Kemudian dipanjangin sedikit buat diamalatkan kepada: istri-istri Rasul, keluarga Rasul, turunan-turunan Rasul dan seluruh umatnya Rasul. Kira-kira jadi bunyinya begini:

Wait. Tunggu sebentar deh.

Atau istri gak apa-apa gak disebut. Masuk di kelompok “keluarga”. Dengan membatin demikian, maka, plus masukin “orang-orang tua” ke “keluarga”.

Ok. Ini bunyinya: اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وآله وأصحابه وأمته أجمعين

Supaya kembalinya ke kita, banyak. Seabrek-abrek.

1000 itu, banyak. Kapan aja. Bebas. Dan santai aja. Jangan kayak kejar target. Diresapin. Supaya dapat 3 hal tersebut di atas, sebagai kembalian doa dari malaikat. Apalagi ini kembalian doa ke Nabi. Subhaanallaah! maasyaaAllah besarnya!

Dan bukan untuk sendiri. Tapi untuk keluarga, turunan, dan siapa yang membersamai kita hingga akhir zaman.

Dari tahun 1999, sampai dengan tahun 2018 kemarin itu, testimoninya gila-gilaan, loh!

Kalo baca untuk Nabi doang, kembalinya buat diri kita seorang. Karena setiap doa, untuk yang lain, malaikat akan mendoakan yang serupa. Jadi jangan sampe deh singkat-singkat shalawatnya.

Jangan hanya: صل الله على محمد

Rugi! Sebab gak ada yang kesebut dari keluarga, turunan, dan yang membersamai kita. Sayang, kan. Padahal kembalian shalawat, bukan hanya doa balik dari Malaikat. Tapi dari Allah dan Rasul-Nya langsung.

Sayang kalo keluarga, turunan, dan yang membersamai kita, gak disebut dan gak kesebut, oleh Allah, malaikat-malaikat, dan Nabi.

Ayo dah mulai 1 Januari 2019 ini kita shalawatan minimalnya 1000 kali.

Sampai sini dulu, pekan depan, abis 7 hari berturut-turut kita shalawatan 1000 kali, saya bakalan lanjutin.

Amalin yah, makasih.

Salam, Yusuf Mansur.

Sumber: yusufmansur.com

Ustadz Yusuf Mansur, Shalawat itu Amalan Hebat


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Ustadz Yusuf Mansur, Shalawat itu Amalan Hebat

Sholawat emang dahsyat dan hebat, itulah manfaat mengamalkan menurut Ustadz Yusuf mansur. Sudah banyak pecinta dan pengamal sholawat yang merasakan keajaiban sholawat, berikut petikannya.

Bila hari-hari biasa, kalau kita bershalawat, shalawat itu dianter ke Rasul via malaikat-malaikat Allah. Kalau hari Jum’at, dianter langsung. Hitungan malam Jum’at itu dimulai Kamis maghrib. Jadi, langsung aja geber-geberan shalawat. Tebus kelalaian di hari-hari biasa mulai maghrib ini sampai dengan Jum’at maghrib nantinya.

Benar-benar dibanyakin tuh shalawatnya, tapi baca dengan penuh cinta, dengan mencoba menimbulkan rasa rindu. Bayangin, kelak saat kita di Padang Makhsyar, saat semua Nabi, menyeru umatnya untuk mencari Nabi Muhammad SAW, bergabung bersamanya…

Kita-kita yang rajin bershalawat untuknya malah disenyumin Nabi Muhammad SAW, disalamin Nabi Muhammad SAW, dan ikut berbaris di belakangnya seraya menanti hisab yang sudah diringankan seringanringannya sebab Nabi bersama kita.

Shalawat itu doa. Sedang kalo doa, kembali lagi pada yang mendoakan. Kiranya, kalau mendoakan Nabi? Doa buat Nabi, kembali ke kita. Wow.

Shalawat pun amalan hebat. Gak perlu wudhu, gak perlu niat. Walau tentu kalau wudhu jauh lebih baik dan hebat sebab Allah pun bershalawat.

Para malaikat pun bershalawat. Penghuni alam semesta, semua cinta Nabi. Semua bershalawat, kecuali mereka yang kafir, bodoh, dan malas.

Dengan shalawat, doa pun menjadi makbul sebab sebelum dan sesudah berdoa kita menyebut nama Rasul dengan penuh pemuliaan dan penghormatan.

Allah paling suka hamba-hamba-Nya mencinta yang dicintai-Nya. Allah paling demen sama hamba-hamba-Nya yang mendoakan kekasih-Nya. Sesiapa yang berdoa dengan menyebut nama Muhammad, sholla ‘alaih, maka doa itu sungguh tak terhalang.

Yah, kayak di dunia, kita menyebut pejabat atau orang berkuasa, yang jadilah kemudian urusan jadi mulus. Apalah lagi menyebut nama Nabi?

Seorang kawan diberhentiin polisi. Salah jalan. Dia buka kaca, tanpa ba-bi-bu, dia bilang, “Maaf Pak… Mau jemput Yusuf Mansur.…”

Polisi yang sudah bersiap-siap nilang, denger nama saya disebut, dan dia cinta sama saya, malah senyum, “Salam sama Ustadz, ya!”

Kawan ini kemudian berlalu. Selamet. Gak ditilang. Tapi, don’t try at home, hehehe. Sebab banyak polisi yang jadi followers, ketebak entar.

Apa pesan moral yang bisa ditangkap? Dari kisah sebagian dari mereka yang menyebut nama Yusuf Mansur?

Maka, nyebut nama Yusuf Mansur, yang dhaif, banyak diprotes, banyak dicaci, gak semua suka, udah segitunya. Gimana lagi nyebut nama Rasul?

Berdoalah kepada Allah, yang Allah bahkan menulis di Al Qur’an-Nya, bahwa Allah mencintai Nabi- Nya dan mencintai yang mencintai Nabi-Nya.

Berdoalah kepada Allah. Secara, bahwa sesiapa yang mencintai Nabi-Nya, akan diampuni dosa-dosanya, diangkat derajatnya, dikabul doanya…

Petugas imigrasi bandara, bertanya kepada tamu dari luar negeri, “Where will you tinggal di Jakarta?” sambil bolak balikin paspor.

Tamu-tamu Yusuf Mansur dari luar-luar negeri, yang udah paham, nyebut, “Yusuf Mansur…” Petugas, subhaanallaah, langsung senyum…

“Ooohhh… Tamunya Yusuf Mansur…”. Jebrat jebret, distempel itu paspor, dan langsung gak pake ditanya-tanya lagi. “Silakan,” penuh ramah.

Bayangkan jika Yusuf Mansur yang dhaif, lemah, ikut mendampingi tamu tersebut? Kayak apa kemudahan dan kelancarannya?

Maka sekarang bayangkan, jika di antrian hisab di yaumil hisab, bahkan sejak di Padang Makhsyar, kita sudah bersama Nabi? Benar-benar bersama Nabi.

Yaa Allah, saya nangis beneran ngebayanginnya. Di Padang Makhsyar, yang matahari sejengkal dari kepala, ditemani Nabi.

Kayak apa kemudahan yang bisa kita dapatkan dari penjaga-penjaga hisab yang bengis dan tak kenal ampun? Sedang kita tahu dosa kita begitu banyak?

Bershalawatlah sebanyak-banyaknya. Sebut nama Nabi sepenuh-penuhnya rasa cinta dan rindu. Kamis maghrib waktu yang mustajab.

Kamis maghrib sudah dihitung hari Jum’at. Sudah akan berlipat-lipat fadhilah, pahala, kebaikan bershalawat.

Yaa Rasul, salam ‘alaik… Yaa Nabi, salam ‘alaik… Allahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad, wa ‘alaa aalih.

Bershalawatlah sebanyak-banyaknya. Buat yang gak mampu sebanyak-banyaknya, bacalah 100. Seratus insyaaAllah udah dihitung banyak. Aamiin.

Asal seratus itu dibaca dengan menyertakan hati. Berharap bisa berjumpa dengan Nabi. Berharap bisa duduk satu surga bersama Nabi. Yaa Allah…

Dan berdoalah. Secara berdoa juga diperintah oleh Allah dan sangat dianjurkan oleh Nabi. Berdoalah. Untuk urusan apa aja. Dunia dan akhirat.

Jangan lupa doain saya. Nitip banget doain saya juga keluarga saya. Plus doa untuk Indonesia dengan seluruh rakyatnya.

Yaa Rasul… Innii musytaaq ilaik. Sungguh saya ini rindu melihatmu, Yaa Rasul… Meski mata belum pernah melihatmu…

Maafkan jika saya menyebut-nyebut nama Yusuf Mansur di dalam pengajaran hikmah. Semoga kawan-kawan dapat memahami hal tersebut sebagai ibrah. Gak ada maksud lain.

Tolonglah untuk dewasa, arif, dan cerdas. Liat substansi dan hikmah. Maafkan cara saya yang mungkin salah dalam mengajar. Sungguh, saya bukan siapa-siapa.

 

Sumber: yusufmansur.com

Belum Baca Sholawat? Yuk Intip Kedahsyatan dan Keutamaan Shalawat


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Belum Baca Sholawat? Yuk Intip Kedahsyatan dan Keutamaan Shalawat

Jangan remehkan bacaan Shalawt atas Nabi Muhammad saw, juga jangan meremehkan atau menghina para pembaca Shalawat di majelis-majelis ta’lim atau di mana pun.

Cobalah perhatikan dan cobalah pelajari sejumlah hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan-keutamaan dan manfat-manfaat membaca shalawat.

Dari hadits-hadits dan penjelasan para Ulama akan dapat kita ambil pengertian dan pemahaman betapa besar manfaat membaca shalawat bagi para pembacanya itu sendiri.

Maka berdasar kepada hadits-hadits Nabi dan penjelasan para Ulama dapat kita simpulkan bahwamanfaat bershalawat adalah sebagai berikut:

1. Pembaca shalawat Nabi memperoleh limpahan rahmat dan kebaikan dari Allah SWT.

2. Pembaca shalawat Nabi diangkat ( ditinggikan ) derajatnya dan dihapuskan dosa-dosa kejahatan dan kesalahannya.

3. Pembaca shalawat Nabi memperoleh pengakuan kesempurnaan iman, jika membacanya 100 ( seratus ) kali.

4. Membaca shalawat Nabi dapat menjauhkan kerugian, penyesalan, dan dimasukan ke dalam golongan orang-orang yang shaleh.

5. Membaca shalawt Nabi berarti mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.( Taqarrub ilallah).

6. Membaca shalawat Nabi akan memperoleh pahala seperti pahala memerdekakan budak ( hamba sahaya ).

7. Dengan banyak-banyak membaca shalawat dapat memperoleh Syafa’at di hari kiamat.

8. Banyak membaca shalawat Nabi akan memperoleh penyertaan dari Malaikat Rahman.

9. Banyak membaca shalat Nabi berarti menjalin komunikasi yang akrab dengan Nabi, sebab jika seseorang bershalawat dan mengucapkan salam kepada Nabi, maka shalawat dan salamnya itu akan disampaikan oleh Malaikat kepada Nabi.

10. Dengan banyak membaca Shalawat Nabi bisa membuka kesempatan untuk bertemu dengan Nabi, berdasar keterangan para Ulama.

11. Membaca Shalawt Nabi dapat menghilangkan kesusahan, kegundahan dan kebingungan, serta melapangkan rizqi.

12. Pembaca Shalawat Nabi akan dilapangkan dada ketika menghadapi berbagai masalah. Hal ini jika seseorang membaca shalawat 100 ( seratus ) kali secara mudawamah.

13. Dengan banyak membaca shalawat Nabi akan dapat menghapuskan dosa. Hal ini jika seseorang membiasakannya membaca tiga kali setiap hari pada setiap ba’da shalat wajib, karena dengan membaca shalawat akan mendapatkan 10 pahala kebaikan, dan inilah yang akan menghapuskan dosa-dosa kita.

14. Membaca shalawat Nabi dapat menggantikan shadaqah bagi orang yang tidak sanggup bershadaqah.

15. Membaca shalawat Nabi sebanyak-banyaknya dapat melipatgandakan pahala yang diperoleh. UmatIslam biasanya memperbanyak membaca shalawat di hari Jum’at. Di kampung-kampung mereka mengadakan pembacaan maulid Barzanji sebagai trik mudah agar bisa bershalawat sebanyak-banyaknya di malam Jum’at.

16. Dengan banyak membaca Shalawt Nabi bisa mendekatkan kedudukan kepada Rasulullah di hari qiamat.

17. Shalawat Nabi menjadikan sebab do’a diterima oleh Allah.

18. banyak-banyak membaca shalawat Nabi ketika di dunia dapat membebaskan diri dari kebingungan di hari kiamat. Sebaliknya apabila seseorang pelit membaca shalawat kepada Nabi, maka ia akan menghadapi kebingungan dan ketakutan dalam mahkamah di padang Mahsyar.

19. Membaca shalawat Nabi berarti memenuhi satu hak Nabi, atau menunaikan satu tugas ibadah yang diperintahkan atas ummatnya. Apabila seseorang tidak mau bershalawat, ia berarti enggan memenuhi hak Nabi yang telah diperintahkan oleh Allah Swt.

20. Banyak membaca shalawat Nabi adalah indikator seseorang mencintai Nabi Muhammad.

21. Membaca shalawat Nabi bisa menjadi sebab dikabulkan segala kebutuhannya.

Sumber: Rangkuman dari berbagai sumber

Kisah Keajaiban Sholawat: Lulus dengan Sholawat


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Kisah Keajaiban Sholawat: Kisah Keajaiban Sholawat: Lulus dengan Sholawat.

Tipikal manusia didunia ini belum akan mengiyakan sesuatu sebelum ada bukti atau contoh yang nyata darinya. Termasuk teori tentang sholawat yang kuceritakan di tulisanku dengan judul “Kombinasi Sholawat dan Mimpi“. Disana ada pembahasan bagaimana ceritanya dengan sholawat itu bisa mewujudkan semua keinginan.

Ada banyak cerita sebenarnya tentang sholawat ini. Tapi tidak akan kutulis semua disatu judul. Perlahan-lahan sajalah, insyallah akan ada cerita sholawat dengan judul dan isi yang berbeda agar kita semakin menjadi manusia yang tinggi derajatnya dibanding manusia lainnya.

Cerita ini masih sangat fresh. Adalah cerita yang ku ambil dari kisah nyata seorang laki-laki yang sudah ku anggap sebagai abangku sendiri disini. Dia ini masyaallah sering bersholawat dalam keadaan apapun, tidak heran bila dia merasakan banyak nikmat yang tak disangka-sangka dari Allah dengan bersholawat.

Ceritanya kemarin dia ini mempresentasikan hasil skripsi untuk gelar dokternya. Sidang yang menghadirkan dua penguji killer itu sempat membuat jantungnya berdegup lebih cepat dari sebelumnya. Tidak terkecuali orang-orang terdekatnya, termasuk aku, ya jantungku juga ikut dalam irama degupan jantungnya abangku itu.

Presentasilah dia didepan dua penguji dengan hati dalam keadaan bersholawat padanya. Sampai pada waktu sesi yang paling menegangkan dalam sidang skripsi, sesi pertanyaan, dia tetap bersholawat untuk manusia mulia itu. Ya jantung si abangpun semakin cepat berdegup sama dengan air keringat yang deras mengucur disekujur tubuhnya.

Rafki, begitu panggilan abangku ini, “kenapa Anda mengambil judul ini?”, tanya dosen dengan nada yang menggemparkan ruangan itu. Dijawablah pertanyaan standar itu olehnya dengan tegas dan berbobot.

Tiba giliran penguji kedua bertanya, “Raf, saya mau cerita dengan Anda | Silakan, cerita apa dok? | Cerita tentang sedekah, nanti saja sehabis ini | Lalu pertanyaannya dok? | Ya nanti, saya mau tanya tentang sedekah itu saja | Masyaallaaahh *ngelap keringat*. Rupanya si penguji itu pecinta Yusuf Mansur, sama seperti abangku itu. hehehe…

Indah ya bersholawat itu. Dari sekarang jangan cuma meminta doa pada manusia, tapi undanglah rasulullah untuk menyaksikan kita dalam apapun kita. Biarkan dia melancarkan semuanya. Allahuma Shali Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad.

Sumber: orirabowo.wordpress.com

Kisah Keajaiban Sholawat: Kisah Pengamal Shalawat yang Dimudahkan Naik Haji


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Kisah Keajaiban Sholawat: Kisah Keajaiban Sholawat: Kisah Pengamal Shalawat yang Dimudahkan Naik Haji.

Ada keinginan yang sangat kuat untuk menunaikan ibadah haji pada pasangan Yazid, salah seorang warga Todipan, Solo, Jawa Tengah. Untuk meraih mimpinya ini, Yazid berusaha menjual tanah yang ia miliki sebagai sarana untuk membayar ongkos naik haji (ONH).

Berbagai macam usaha telah ia tempuh, namun belum kunjung berhasil. Tanah yang ia tawarkan kesana kemari belum kunjung laku. Sehingga timbul inisiatif, ia berniat ingin menawarkan tanahnya kepada KH Abdul Muid Ahmad, Pesantren Al Muayyad, Mangkuyudan, Solo.

Sebetulnya, tanah yang ditawarkan Yazid tidak begitu mahal. Ia hanya butuh uang 70 juta. Sejumlah uang yang sekira cukup untuk membayar ONH dirinya sendiri bersama istri tercinta.

Meski hanya ditawarkan di angka 70 juta, karena Kiai Muid waktu itu sedang banyak kebutuhan, termasuk di antaranya juga ingin membayarkan biaya haji anaknya sendiri, Kiai Muid tidak bisa mengabulkan penawaran Yazid.

Karena keinginan Yazid yang tampak kuat untuk menunaikan ibadah haji, Kiai Muid kemudian memberikan amalan supaya Yazid dan istri mengamalkan bacaan shalawat yang telah diterima sanadnya dari KH Ahmad Baedlowie Syamsuri, Brabo, Grobogan, dengan syarat shalawat ini dibaca satu kali setiap habis shalat Isya’ dan dibaca 40 kali setiap malam Jum’at.

Shalawat itu sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُبَلِّغُنَا بِهَا حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ، وَزِيَارَةَ حَبِيْبِكَ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ اَفْضَلُ الصَّلَاةِ وَالسَّلاَمِ، فِي صِحَّةٍ وَعَافِيَةٍ وَبُلُوْغِ الْمَرَامِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ.

Kisah Keajaiban Sholawat, Kisah Pengamal Shalawat yang Dimudahkan Naik Haji
Kisah Keajaiban Sholawat, Kisah Pengamal Shalawat yang Dimudahkan Naik Haji

Sepulang Yazid dari Kiai Muid, ia lalu ditanya oleh sang Ibunda, “Dari mana tadi, Zid?”

“Ini Bu, dari sowan Mbah Muid, mau jual tanah tapi beliau nggak bisa bantu. Aku dikasih amalan shalawat haji,” begitu kira-kira sahut Yazid.

“Oh…. , lha apa coba aku ikut mengamalkan, barangkali bisa ikut membantu kamu?”

Yazid kemudia turut memberikan. Hingga, ijazah shalawat tersebut diamalkan oleh Yazid, istrinya beserta Sang Ibunda. Justru ibunya yang tidak langsung mendapat ijazah dari Kiai Muid langsung ini, malah yang paling rajin mengamalkan dari pada Yazid sendiri yang tak begitu rajin.

Tidak sampai jeda waktu yang lama, setelah mereka mengamalkan shalawat, Yazid ditakdirkan Allah bertemu dengan kakaknya yang berprofesi sebagai makelar tanah atau bisnis properti.

Ia meminta tolong kakaknya ini untuk dijualkan tanah dengan sebuah ikat janji bahwa yang dibutuhkan Yazid hanya uang 70 juta saja. Selebihnya ia tak mau tahu, silakan kalau mau ambil untung. Untung berapa pun di atas 70 juta, ia serahkan menjadi hak milik sang adik.

Tanah, yang semula ia tawarkan ke berbagai macam orang dengan patokan harga 70 juta tidak kunjung terjual itu sekarang berubah justru laku pada kisaran angka 100 juta melalui tangan kakaknya.

Sesuai dengan janji yang telah ia sampaikan, Yazid tidak berkenan menerima kelebihan dari harga yang ia butuhkan. Bagaimanapun pula, ia sudah mengikat janji. Begitu pula kakaknya, sebagai saudara, ia ikhlas tak menginginkan balasan apapun dalam hal ini. Ia hanya ingin membantu kelancaran cita-cita sang adik yaitu menunaikan rukun Islam ke-5 berupa ibadah haji.

Akhirnya uang sisa dari 70 juta yang ditolak masing-masing kedua belah pihak, oleh sang kakak mengusulkan bagaimana kalau kelebihan uang 30 juta ini dibuat membiayai sang ibunda menunaikan ibadah haji sekalian. Sehingga akhirnya mereka telah mencapai kata sepakat.

Jadi, karena keberkahan shalawat itu setelah dibaca oleh orang tiga, ketiga orang itu pula dipanggil oleh Allah Ta’ala untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah.

Semoga mereka mabrur, kita mendapatkan barakahnya, amin. Wallahu a’lam. (Ahmad Mundzir)

Sumber: NU Online

Kisah Keajaiban Sholawat: Amalkan Sholawat Atasi Masalah Hidup


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Kisah Keajaiban Sholawat: Amalkan Sholawat Atasi Masalah Hidup.

Keajaiban Sholawat, ya sudah sering kita mendengar kisah dan cerita nyata tentang fadhilah dan keajaiban Sholawat bagi pecinta dan pengamal sholawat.

Bukan 1 atau 2 orang yang sudah merasakan keajaiban dalam hidupnya setelah benar benar mengamalkan membaca sholawat.

Hidup tentram dan berkecukupan berkat mengamalkan sholawat, salah satunya adalah KH. Ahmad Masduqie Machfudzh.

Fadhilah Membaca Sholawat Nabi 1000 Kali Dan Kisah Keajaiban Yang Terjadi Setelah Membacanya.

Ada banyak Kisah Fadhilah atau manfaat dan juga Keajaiban serta khasiat Sholawat Nabi. Membaca Sholawat Nabi 1000 x kali menunjukkan kecintaan seorang muslim kepada nabinya. Shalawat Nabi memang salah satu dzikir yang sangat dianjurkan menjadi amalan rutin bagi siapa saja. Karena sholawat adalah perintah langsung dari Allah yang termaktub dalam al-Qur’an. Bahkan dinyatakan dalam ayat itu bahwa Allah dan para Malaikat-Nya pun bersholawat kepada Nabi. Melihat ini tentu bacaan sholawat ini adalah sesuatu yang sangat bernilai.

Macam-Macam Jenis Sholawat Nabi

Di masyarakat muslim di seluruh dunia, utamanya di Indonesia, ada banyak macam sholawat yang dikenal. Ada Sholawat Nabi, Sholawat Jibril, Sholawat Nariyah, Sholawat Nuridzati, Sholawat Nuril Anwar, Sholawat Fatih, Sholawat Thibbil Qulub dan sebagainya. Semuanya adalah merupakan pernyataan cinta penyusunnya dan juga pembacanya kepada baginda Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam.

Meski ada yang tidak setuju dengan macam-macam sholawat yang ada, namun menurut hemat kami semuanya adalah ungkapan perasaan cinta kepada Rasulullah dari umatnya. Dan penyusunnya adalah para ulama yang tentu saja memiliki ilmu yang sangat tinggi dibanding kita generasi abad ini.

Kisah-Kisah Keajaiban Sholawat

Kisah pertama dialami oleh KH.Ahmad Masduqie Machfudzh yang ditulis di web nu online. Shalawat dan shalat jamaah adalah dua “senjata” Achmad Masduqie Machfudh. Tiap menerima aduan masalah dari masyarakat, ia selalu berwasiat untuk membaca shalawat, minimal 1000 kali setiap hari dan 10.000 kali setiap malam Jum’at.

Rais Syuriyah PBNU periode 2010-2015 yang juga pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Nurul Huda Mergosono Malang ini memiliki pengalaman menarik tentang shalawat Nabi, tepatnya pada tahun 1956, saat ia masih duduk di sebuah SLTA di Yogjakarta.

Suatu ketika, ia mendapat gangguan jin di sebuah masjid tempat belajarnya sehingga selama tiga hari Maduqie muda merasa ingin banyak makan tapi anehnya tidak bisa buang hajat. Di hari ke empat, tubuhnya pun sangat panas dan saat itu juga beliau berpesan kepada adiknya.

“Dek, nanti kalau aku mati, tolong jangan bawa pulang janazahku ke Jepara tetapi dikuburkan di Jogja saja,” pinta kiai yang wafat pada 1 Maret 2014 ini kepada sang adik. Kiai Masduqie datang ke Jogja berniat untuk mondok. Beliau khawatir syahidnya hilang jika wafat di Jogja namun jenazahnya dimakamkan di Jepara.

Sontak saja adiknya semakin khawatir kondisinya. Maka diajaklah sang kakak menemui seorang seorang kiai. “Mari kita pergi ke kiai itu, kiai yang Mas biasa ngaji di hari Ahad.”

Kiai Masduqie menerima ajakan adiknya. Pergilah beliau bersama adiknya dengan naik becak dan sampai di rumah pak kiai yang di maksud pada pukul satu malam. Ketika beliau datang, pintu rumah Pak Kiai masih terbuka. Tentu tengah malam itu sang tuan rumah sudah tidak melayani tamu, karena sejak pukul 10 malam adalah waktu khusus Pak Kiai untuk ibadah kepada Allah. Karena melihat Masduqie muda yang datang di tengah malam dengan keadaan payah, kiai pun mempersilahkan Masduqie muda beristirahat di rumah.

Masduqie muda pun tertidur di rumah kiai itu. Baru beberapa jam di rumah kiai, tepatnya pukul 3 malam, beliau terbangun karena merasa mulas ingin buang hajat. Setelah itu, rasa sakit dan panas yang dirasakan sedikit hilang.

Pada pagi harinya, beliau yang masih panas badannya bertemu dengan Pak Kiai. “Pak Kiai, saya sakit”. Bukannya merasa iba, Pak Kiai hanya tersenyum. Dan anehnya, rasa panas yang beliau rasakan hilang seketika itu.

Pak Kiai dawuh, “Mas, sampean gendeng mas.”

“Kenapa gendeng, Yai?” tanya Masduqie muda.

“Iya, wong bukan penyakit dokter, sampean kok bawa ke dokter, ya uang sampean habis. Pokoknya kalau sampean kepengin sembuh, sampean tidak boleh pegang kitab apapun,” jawab kiai.

Jangankan membaca, menyentuh saja tidak diperbolehkan. Padahal pada saat itu, Masduqie muda dua bulan lagi akan mengikuti ujian akhir sekolah.

“Yai, dua bulan lagi saya ujian, kok enggak boleh pegang buku,” Masduqie muda matur kepada Pak Kiai.

Seketika itu Pak Kiai menanggapinya dengan marah-marah, “Yang bikin kamu lulus itu gurumu? Apa bapakmu? Apa mbahmu?”

Masduqie muda menjawab, “Pada hakikatnya Allah, Yai.”

“Lha iya gitu!” timpal Pak Kiai.

“Lalu bagaimana syariatnya (upaya yang dilakukan), Yai?” tanya Masdqie muda lagi.

“Tiap hari, kamu harus baca shalawat yang banyak,” jawab, Pak Kiai.

Masduqie muda kembali bertanya, “Banyak itu berapa, Yai?”

Pak Kiai pun menjawab, “Ya paling sedikit seribu, habis baca 1000 shalawat, minta ‘dengan berkat shalawat yang saya baca, saya minta lulus ujian dengan nilai bagus’.”

Ya sudah, Masduqie muda tidak berani pegang kitab maupun buku, karena memang ingin sembuh. Mendengar cerita dari Masduqie muda, Paman beliau marah-marah. “Bagaimana kamu ini? Dari Jepara ke sini, kamu kok nggak belajar?” Masduqie muda tidak berani komentar apa-apa. Karena beliau menuruti dawuh kiai untuk tidak menyentuh kitab atau buku, beliau nurut saja.

Menjelang beliau ujian, pelajaran bahasa Jerman, bukunya ternyata diganti oleh gurunya dengan buku yang baru. Karena masih dilarang menyentuh buku, maka beliau tetap taat titah kiai.

Setelah ujian, Masduqie muda dipanggil guru bahasa Jerman.

Pak Guru : Kamu her (remidi/mengulang)

Masduqie : Berapa nilai saya pak?

Pak Guru : Tiga!

Masduqie : Iya, Pak. Kapan, Pak?

Pak Guru : Seminggu lagi

Namun setelah seminggu, Masduqie muda tidak langsung mendatangi guru bahasa Jerman, karena larangan pegang buku belum selesai. Baru setelah selesai, Masduqie muda mendatangi Pak Guru.

Masduqie : Pak, saya minta ujian, Pak.

Pak Guru : Ujian apa?

Masduqie : Ya ujian bahasa Jerman, Pak.

Pak Guru : Lha kamu bodoh apa?

Masduqie : Lho kenapa, Pak?

Pak Guru : Nilai delapan kok minta ujian lagi. Kamu itu minta nilai berapa?

Masduqie : Lho, ya sudah Pak, barang kali bisa nilai sepuluh.

Dari nilai angka 3, karena shalawat, akhirnya mingkem menjadi angka 8. Setelah itu, beliau tidak pernah meninggalkan baca shalawat. Itulah satu pengalaman shalawat KH Masduqie Mahfudz saat muda.

banner-keajaiban-sholawat-800

Kisah Keajaiban Sholawat 2

Juga dialami oleh KH. Ahmad Masduqie Mahfudh sebagai Wasilah untuk Atasi Penyakit dan Kesulitan. Pengalaman shalawat beliau lagi, yakni ketika Kiai Masduqie harus melaksanakan dinas dinas di Tarakan, Kalimantan Timur. Pada suatu hari, ada tamu pukul 5 sore, dan bilang ke Kiai Masduqie, “Saya disuruh oleh ibu, disuruh minta air tawar.”

Kiai Masduqie mengaku masih bodoh saat itu. Seketika itu ia menjawab, “Ya, silakan ambil saja, air tawar. kan banyak itu di ledeng-ledeng itu.”

“Bukan itu, Pak. Air tawar yang dibacakan doa-doa untuk orang sakit itu, Pak,” kata si tamu.

“O, kalau itu ya tidak bisa sekarang. Ambilnya harus besok habis shalat shubuh persis.”

Kiai Masduqie menjawab begitu karena beliau ingin bertanya kepada sang istri perihal abah mertua yang sering nyuwuk-nyuwuk (membaca doa untuk mengobati) dan ingin tahu apa yang dirapalkan. Ternyata istri beliau tidak tahu tentang doa yang dibaca abahnya di rumah. Padahal Kiai Masduqie sudah janji.

Habis isya’ saat beliau harus wiridan membaca dalail, beliau menemukan hadits tentang shalawat. Inti hadits tersebut kurang lebih, “Siapa yang baca shalawat sekali, Allah beri rahmat sepuluh. Baca shalawat sepuluh, Allah beri rahmat seratus. Baca shalawat seratus, Allah beri rahmat seribu. Tidak ada orang yang baca shalawat seribu, kecuali Allah mengabulkan permintaanya.”

Setelah mencari di berbagai kitab, ketemulah hadits tersebut sebagai jawabannya. Lalu belaiu pun bangun di tengah malam, mengambil air wudlu dan air segelas, setelah itu membaca shalawat seribu kali. Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidinâ Muhammad.

Setelah beliau selesai membaca seribu shalawat, beliau berdoa, ”Allahumaj’al hadzal ma’ dawâ-an liman syarabahu min jamî’il amrâdh”. Arti doa tersebut, “Ya allah, jadikanlah air ini sebagai obat dari segala penyakit bagi peminumnya”. Lalu meniupkan ke air gelas dan baca shalawat satu kali lagi. Di pagi hari, diberikanlah air tersebut kepada orang yang memintanya.

Setelah tiga hari, ada berita dari orang tersebut bahwa si penderita penyakit sudah sembuh setelah meminum air dari Kiai Masduqie. Padahal, sakitnya sudah empat bulan dan belum ada obat yang bisa menyembuhkan. Dokter pun sudah tidak sanggup menangani penyakit yang diderita orang ini dan menyarankan untuk mencari obat di luar. Anehnya, pemberi kabar itu mengatakan bahwa Kiai Masduqie selama tiga hari itu mengelus-elus perut orang yang sakit.

Mengelus-ngelus perut? Tentu saja tidak, apalagi si penderita penyakit adalah perempuan yang bukan mahramnya. Hal itu juga mustahil karena Kiai Masduqie selama tiga hari di rumah saja. Berkat shalawat, atas izin Allah penyakitnya sembuh.

Sejak peristiwa itu di Kalimantan timur Kiai Masduqie terkenal sebagai guru agama yang pintar nyuwuk. Sampai penyakit apa saja bisa disembuhkan. Jika beliau tidak membacakan shalawat, ya istri beliau mengambilkan air jeding, yang sudah dipakai untuk wudlu. Ya sembuh juga penyakitnya. Inilah pengalaman shalawat Kiai Masduqie ketika dinas di Kalimantan.

Kisah Keajaiban Sholawat dan Khasiat Sholawat Yang di alami Oleh KH. Masduqie Lainnya.

Cerita lain, suatu ketika beliau harus ke Samarinda dengaan naik kapal pribadi milik Gubernur Aji Pangeran Tenggung Pranoto. Dalam pertengahan perjalanan melalui laut, tepatnya di Tanjung Makaliat kapal yang diinaikinya terkena angin puting beliung. Maka goyang-goyanglah kapal tersebut. Kiai Masduqie sadar, berwudlu, lalu naik ke atas kapal. Beliau ajak para awak kapal untuk mengumandangkan adzan agar malaikat pengembus angin dahsyat tersebut berhenti. Lalu berhentilah angin tersebut. Inilah salah satu pengalaman shalawat Kiai Masduqie.

“Kalau ada orang menderita penyakit aneh-aneh, datang ke Mergosono, insya Allah saya bacakan shalawat seribu kali. Kalau ndak mempan sepuluh ribu kali, insyaallah qabul,” kata Kiai Masduqie saat pengajian di Majelis Riyadul Jannah.

“Berkat shalawat Nabi, sampean tahu sekarang, saya bangun pondok sampai tingkat tiga, nggak pernah minta sokongan dana masyarakat, mengedarkan edaran, proposal nggak pernah. Modalnya hanya shalawat saja. Uang yang datang ya ada juga, tapi nggak habis-habis. Itu berkat shalawat,” lanjut Kiai Masduqie dalam pengajiannya.

Kisah lainnya, suatu ketika, seorang bidan mengadu kepada Kiai Masduqie tentang suaminya yang pergi meninggalkannya karena terpikat dengan wanita lain. Ia berharap suaminya bisa kembali. Abah, demikian para santrinya menyapa, menjawab bidang tersebut dengan tegas menganjurkan untuk baca shalawat. Bidan pun secara istiqamah mengamalkannya, dan dalam selang beberapa lama suaminya kembali seraya bertobat.

Kiai Masduqie memiliki sembilan putra/putri ini yang di samping sarjana juga bisa membaca kitab semua. Saat anak beliau ada yang mau ujian, di samping putranya juga disuruh baca shalawat, belaiu juga membacakan shalawat untuk kelancaran dan kesuksesan putra-putrinya.

Kiai Masduqie pernah dawuh, ”Berkat shalawat Nabi SAW, semua yang saya inginkan belum ada yang tidak dituruti oleh Allah. Belum ada permintaan yang tidak dituruti berkat shalawat Nabi. Semua permintaan saya terpenuhi berkat shalawat”.

Inilah beberapa kisah fadhilah, kehebatan, keajaiban dan khasiat bacaan sholawat yang sangat luar biasa. Selain dijanjikan syafaat dari Nabi, ada bonus-bonus lain bagi mereka yang senantiasa mengamalkan dzikir sholawat Nabi ini.

Mari selalu biasakan bersholawat. Shallu ‘alan Nabi Muhammad! Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammad.

 

Sumber: Dirangkum dari web NU Online

Hukum Sholawat dan Keutamaan Shalawat kepada Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Hukum Sholawat dan Keutamaan Shalawat kepada Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ.

Oleh: Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari*

Allah Ta’ala berfirman :

إنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. [1]

Ibnu Abbas ra. berkata, “Maknanya, bahwa Allah dan para malaikat-Nya memberikan barakah pada Nabi SAW”. Menurut pendapat lain, maknanya, bahwa Allah Ta’ala mengasihi Nabi SAW dan para malaikat mendoakan beliau”.

Dari ayat di atas diketahui, bahwa bershalawat untuk Nabi SAW hukumnya wajib secara global, tidak terbatas dengan waktu, karena perintah Allah Ta’ala bershalawat untuk beliau SAW, dan para Imam mengartikan perintah ini dengan wajib dan mereka telah sepakat secara ijma’.

Kewajiban bershalawat yang bisa menggugurkan dosa adalah sekali dalam seumur hidup, seperti bersyahadat dengan kenabian beliau SAW. Adapun setelah itu, maka hukumnya sunnah, dianjurkan karena termasuk sunnah-sunnahnya Islam dan syiar ahli Islam.

Sahabat-sahabat Imam Syafi’i, rahimahullah, mengatakan, “Kewajiban bershalawat yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya SAW adalah bershalawat di dalam shalat (ketika bertasyahhud). Adapun selain itu, maka tidak ada perbedaan pendapat, bahwa bershalawat itu hukumnya tidak wajib.

Disunnahkan bershalawat untuk Nabi SAW dan memperbanyak shalawat ketika berdoa, karena beliau bersabda :

اِجْعَلُونِي فِي أَوَّلِ الدُّعَاءِ وَ أَوْسَطِهِ وَفِي آخِرِهِ

“Jadikanlah saya di awal doa, di tengah-tengah doa, dan di akhir doa”.[2]

Diriwayatkan dari Umar bin Khaththab ra. berkata, “Doa dan shalawat tergantung antara langit dan bumi, maka tidak ada doa sedikitpun yang naik kepada Allah sampai dibacakan shalawat untuk Nabi SAW” (Hadis riwayat Imam Dailami).[3]

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, “Jika salah seorang diantara kamu sekalian ingin memohon sesuatu kepada Allah, maka mulailah dengan memuji Allah sesuai dengan sifat-sifat-Nya, kemudian bershalawatlah untuk Nabi SAW, kemudian memohonlah, sesungguhnya dia akan lebih pantas untuk dikabulkan doanya, demikian juga ketika masuk masjid”.[4]

Diriwayatkan dari Sayyidah Fathimah ra., bahwa Nabi SAW melakukan hal itu, demikian juga ketika menshalati janazah”. Sementara iu, diceritakan dari Abu Umamah ra., bahwa bershalawat itu hukumnya sunnah. Imam Nasa’i rahimahullah, meriwayatkan dari Aus bin Aus ra., dari Nabi SAW tentang perintah memperbanyak membaca shalawat untuk beliau SAW di hari Jumat.

Umat Islam sejak dulu telah terbiasa menulis shalawat ketika menulis surat dan menyusun buku, setelah basmalah dan hamdalah. Hal ini bukan hanya dilakukan oleh generasi pertama, hal ini dilakukan pada wilayah Bani Hasyim, kemudian dilakukan oleh masyarakat Islam di seluruh penjuru bumi. Di antara mereka ada yang mengakhiri penulisan surat dan penyusunan buku-buku mereka dengan shalawat, sesuai dengan sabda beliau SAW :

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِي كِتَابٍ لَمْ تَزَلِ الْمَلائِكَةُ تَسْـتَغْفِـرُ لَهُ مَا دَامَ اسْمِي فِي ذَلِكَ الْكِتَاب

“Barangsiapa bershalawat untukku dalam menulis surat/kitab, maka para malaikat senantiasa akan memintakan ampun untuknya, selama namaku ada di dalam surat/kitab itu”.[5]

Adapun keutamaan bershalawat untuk Nabi SAW, maka hal ini adalah sesuatu yang tidak dirahasiakan lagi bagi seorang muslim, yaitu termasuk kepentingan yang paling penting bagi orang yang ingin dekat dengan Tuhannya bumi dan langit, karena shalawat ini bisa mendatangkan segala rahasia dan segala kemenangan, dan bisa mendatangkan pahala yang paling besar dan juga syafaat-syafaat.إ

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amer ra. berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَة

“Jika kamu sekalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti apa yang dia ucapkan muadzdzin, dan bershalawatlah untukku, karena barangsiapa bershalawat untukku satu kali, maka Allah akan membalas shalawat untuknya sepuluh kali, kemudian mintalah wasilah untukku, karena wasilah itu adalah kedudukan di surga yang tidak layak kecuali untuk hamba Allah, dan saya berharap dia itu adalah saya. Maka barangsiapa memohon wasilah untukku, maka halal baginya syafaat ( pertolongan)”.[6]

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud ra., bahwa Nabi SAW bersabda:

أوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَة

“Orang yang paling dekat denganku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat untukku”.[7]

Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab ra., bahwa Rasulullah SAW telah bangun malam ketika telah lewat seperempat malam, lalu bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا اللَّهَ اذْكُرُوا اللَّهَ جَاءَتِ الرَّاجِفَةُ تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ جَاءَ الْمَوْتُ بِمَا فِيهِ جَاءَ الْمَوْتُ بِمَا فِيهِ قَالَ أُبَىٌّ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى أُكْثِرُ الصَّلاَةَ عَلَيْكَ فَكَمْ أَجْعَلُ لَكَ مِنْ صَلاَتِى فَقَالَ مَا شِئْتَ قَالَ قُلْتُ الرُّبُعَ. قَالَ مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ ». قُلْتُ النِّصْفَ. قَالَ « مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ ». قَالَ قُلْتُ فَالثُّلُثَيْنِ. قَالَ: مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ. قُلْتُ أَجْعَلُ لَكَ صَلاَتِى كُلَّهَا. قَالَ: إِذًا تُكْفَى هَمَّكَ وَيُغْفَرُ لَكَ ذَنْبُكَ

“Wahai manusia, berdzikirlah pada Allah, telah datang tiupan pertama yang diikuti dengan tiupan yang menggoncang alam, datanglah kematian dengan apa yang ada dalam kematian”. Maka bertanyalah sahabat Ubay bin Ka’ab ra., “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya memperbanyak shalawat untukmu, maka berapa kali saya harus bershalawat untukmu?”. Jawab beliau SAW, ”Sesukamu”. Kata Ubay ra, ”Kalau seperempat?”. Jawab beliau SAW, “Sesukamu, jika kamu menambahnya itu lebih baik”. Kata Ubay ra, “Sepertiganya?”. Jawab beliau SAW, “Sesukamu, jika kamu menambahnya itu lebih baik”. Kata Ubay ra., “Setengah?”. Jawab beliau SAW, “Sesukamu, jika kamu menambahnya itu lebih baik”. Kata Ubay ra., “Dua pertiga?”. Jawab beliau SAW, “Sesukamu, jika kamu menambahnya itu lebih baik”. Kata Ubay ra, “Wahai Rasulullah, maka saya jadikan semua shalawatku untukmu”. Sabda Nabi SAW, ”Kalau begitu, cukuplah keinginanmu, dan akan diampuni dosamu”.[8]

Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Jibril telah memanggil saya, lalu berkata :

مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ صَلاةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا، وَرَفَعَهُ عَشَرُ دَرَجَاتٍ

”Barangsiapa bershalawat untukmu dengan satu shalawat, maka Allah akan membalasnya dengan sepuluh shalawat dan mengangkatnya dengan sepuluh derajat”[9].

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. berkata: “Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ عِنْد قَبْرِي سَمِعْته، وَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ نَائِيًا بُلِّغْته

”Barangsiapa bershalawat untukku di makamku, maka saya mendengarnya, dan barangsiapa bershalawat untukku dari jauh, maka saya didatangkan pada shalawat itu”.[10]

Ada banyak hadis-hadis yang mencela orang yang tidak mau bershalawat untuk Nabi SAW Di antaranya adalah hadis yang diiriwayatkan dari Ja’far bin Muhammad dari ayahnya, bahwa dia berkata, ”Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ أُخْطِئَ بِهِ طَرِيْقُ الْجَنَّةِ

“Barangsiapa mendengar saya disebut di sisinya dan dia tidak mau bershalawat untukku, maka dia akan di salahkan jalannya menuju surga”. [11]

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. berkata: ”Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ نَسِيَ الصَّلاَةَ عَلَيّ نَسِيَ طَرِيْقَ الْجَنَّة

”Barangsiapa yang lupa bershalawat untukku, maka dia akan lupa jalan menuju surga”.[12]

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri ra., dari Nabi SAW bersabda:

لَا يَجْلِسُ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَا يُصَلُّونَ فِيهِ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ حَسْرَةٌ ، وَإِنْ دَخَلُوا الْجَنَّةَ لِمَا يَرَوْنَ مِنَ الثَّوَابِ

“Tidaklah suatu kaum duduk di satu majlis, lalu tidak bershalawat untuk Nabi SAW di majlis itu, maka mereka akan sangat menyesal, dan jika mereka masuk surga, tidak akan melihat pahala bershalawat”.[13]

Imam Tirmidzi, rahimahullah, menceritakan dari sebagian ahli ilmu, katanya, ”Jika seseorang membaca shalawat untuk Nabi SAW satu kali dalam majlis, maka itu sudah cukup untuk semua yang ada di majlis itu”.

Hadis-hadis tentang keutamaan bershalawat untuk Nabi SAW dan celaan bagi orang yang tidak mau bershalawat untuk beliau SAW hampir tidak bisa dihitung karena banyak sekali jumlahnya, maka dalam hadis-hadis yang telah saya sampaikan di atas adalah cukup bagi orang yang mempunyai pengertian.


*Diterjemahkan oleh Ustadz Zainur Ridlo, M.Pd.I. dari kitab Nur al-Mubin fi Mahabbati Sayyidi al-Mursalin karya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.

[1] Al Ahzab ayat 56.

[2] Hadis riwayat Imam Abdurrazzaq. Lihat Jam’ul Jawami’/Al Jami’ Al Kabir, Imam Suyuthi, Jilid 1, halaman 17810. Jami’ Al Ahadis, jilid 16, halaman 44.

[3] Jam’ul Jawami’/Al Jami’ Al Kabir, Imam Suyuthi, jilid 1, halaman 12554.

[4] Mushannaf Abdurrazzaq, jilid 10, halaman 441. Majma’ Az Zawaid Wa Manba’ Al Fawaid, Muhaqqaq, jilid 11, halaman 20.

[5] Al Mu’jam Al Kabir, Imam Thabrani, jilid 19, halaman 181.

[6] Hadis riwayat Imam Muslim, Imam Abu Dawud, Imam Nasa’i, Imam Tirmidzi, dan Imam Ahmad.

[7] Hadis riwayat Imam Tirmidzi dan Imam Ibnu Hibban.

[8] Hadis riwayat Imam Tirmidzi dan Imam Hakim.

[9] Hadis riwayat Imam Thabrani dan Imam Al Bazzar.

[10] Hadis riwayat Imam Baihaqi dan Imam Al Khathib. Lihat Fathul Bari, Imam Ibnu Hajar, jilid 10, halaman 243. Syarah Sunan Nasa’i, jilid 3, halaman 304. Faidhul Qadir, jilid 6, halaman 220.

[11] Imam Al Jahdlami, dalam buku “Fadhlush Shalati “Alan Nabi”, halaman 45.

[12] Hadis riwayat Imam Ibnu Majah dan Imam Baihaqi. Lihat “Subulul Huda War Rasyad Fi Sirati Khairil Ibad”, jilid 12, halaman 419. Asy Syifa Bi Ta’rifi Huquqi Al Musthafa, jilid 2, halaman 78. Mu’jam Ibnil Arabi, jilid 1, halaman 348.

[13] Hadis riwayat Imam Baihaqi dan Imam Nasa’i. Lihat “Syu’abul Iman”, Imam Baihaqi, jilid 3, halaman 133. Jam’ul Jawami’/Al Jami’ul Kabir, Imam Suyuthu, jilid 1, halaman 19157.

Sumber: tebuireng.online

Kisah Keajaiban Sholawat : Kisah Keajaiban Alfatihah 100 x dan Sholawat 100 x


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Kisah Keajaiban Sholawat : Kisah Keajaiban Alfatihah 100 x dan Sholawat 100 x.

Dalam seminggu ini ramai orang mempermasalahkan lafal Alfateka yang diucapkan oleh Presiden Joko Widodo. Sebenarnya itu tidak masalah karena Presiden Joko Widodo mengucapkannya dengan aksen Jawa yang sudah lumrah di tanah Jawa.

Kali ini tidak membicarakan Alfateka ala Presiden Joko Widodo, tapi berikut ini ialah cerita keajaiban Alfatihah dan Sholawat.

Suatu hari Kyai Ahmad Dalhar Watu Congol, Magelang kedatangan seseorang tamu Tionghoa non Muslim. Sang tamu bercerita bahwa perusahaannya bangkrut dan ia mesti menanggung hutang yang cukup banyak. Sang tamu minta ke Kyai supaya diberi ‘amalan’ yang bisa ‘mendatangkan’ rejeki sehingga sang tamu bisa melunasi hutang-hutangnya.

Tanpa banyak kata Kyai Ahmad memberi ‘ijazah’ supaya sang tamu mengamalkan wirid dengan membaca fatihah dan sholawat. Kyai Ahmad berucap: “Wocoen: fatihah satus, sholawat satus. bendino!” (Baca tiap hari! fatihah 100 x dan sholawat 100 x).

Tanpa banyak komentar sang tamu lalu mohon pamit dan pulang.

Hutang Lunas, Perusahaan Bangkit Lagi dengan Wirid Fatihah 100 x dan Sholawat 100 x

Setahun sesudah kejadian itu, Kyai Ahmad kedatangan tamu yang membawa oleh-oleh “wah” mulai dari makanan sampai barang-barang berharga.

Kyai Ahmad pun bertanya-tanya kenapa ada tamu yang membawa pemberian begitu banyak. Sang tamu pun menerangkan bahwa berkat menjalankan “amalan” Kyai Ahmad ia memperoleh jalan keluar. Hutang-hutangnya terlunasi, perusahaannya bisa bangkit kembali.

Kyai Ahmad menanyakan, lho kamu Islam apa bukan? Dijawab bukan Islam. Lalu engkau mengamalkan apa? Dijawabnya, “Ya itu Kyai, yang dari panjenengan itu. Panjenengan kan nyuruh saya supaya membaca “Fatihah satus, sholawat satus…. fatihah satus, sholawat satus….” Ya itu yang saya baca sebanyak-banyaknya.”

Sumber: islam-institute.com

Keutamaan Membaca Sholawat – Keutamaan Sholawat Menurut Dalil yang Shahih


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Keutamaan Membaca Sholawat – Keutamaan Sholawat Menurut Dalil yang Shahih.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,
Sebetulnya banyak sekali bahasan tentang Sholawat. Ada Kitab khusus yang berkenaan dengan itu, yaitu Kitab Jalaa’ul Al Afhaam Fishsholaati ‘Alaa Khoiril Anaam yang ditulis oleh Imaam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah رحمه الله. Kitab itu tebal, sehingga tidak mungkin kita bahas satu per satu baik huruf maupun halamannya dalam waktu yang singkat, oleh karena itu pembahasan akan kita ambil dari Kitab At Ta’addub Ma’a Rosuulillaahi Fi Dhou’i Al Kitaabi Was Sunnah (Sopan Santun terhadap Rosuulullooh Menurut Al Qur’an dan As Sunnah) yang ditulis oleh Syaikh Hasan Nur Hasan.
.
Dalam Kitab tersebut, Syaikh Hasan Nur Hasan menulis, bahwa bila dibagi-bagi bahasannya, maka tidak akan kurang dari 5 bahasan yakni:
.
1. Pengertian Sholawat atas Nabi صلى الله عليه وسلم secara bahasa maupun secara istilah
2. Hukum Syar’ie dalam mengucapkan Sholawat atas Nabi صلى الله عليه وسلم
3. Redaksi-Redaksi yang terdapat dalam riwayat-riwayat mana yang mengajarkan tentang Sholawat atas Nabi صلى الله عليه وسلم.
Kita tahu bahwa Sholawat itu adalah Ibadah. Karena merupakan Ibadah, maka tidak bolehmengarang sendiri. Harus ada contoh atau tuntunannya dari Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dan contoh itu sudah ada dan sudah lengkap, serta contoh itu juga harus lah menurut Hadits-Hadits Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم yang shohiih.
4. Kapan dan dimana kita disyari’atkan mengucapkan Sholawat itu.
5. Pahala dan apa yang akan kita dapat, kalau kita mengucapkan Sholawat.
.
Bahasannya mungkin tidak dapat selesai dalam satu kali tulisan, tetapi bisa dalam beberapa kali. Namun dalam mengkaji Ilmu memang harus bersabar dan kontinyu, dan insya Allooh bahasan akan kita sederhanakan agar praktis dan dapat diketahui serta dengan mudah diamalkan apa yang menjadi Syari’at dan Sunnah Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم berkenaan dengan Sholawat.
.
Pengertian Sholawat
.
Sholawat dalam bahasa Arab adalah Ash Sholat (الصلاة). Tetapi pengertian umum di negeri kita Indonesia ini, Sholat adalah sholat lima waktu, yaitu yang disebut juga dengan Ash Sholawat Al Maktuubah (الصلوات المكتوبة), atau Sholawat Al Mafruudhoh (الصلوات المفروضة).
.
Sedangkan yang berkenaan dengan bahasan kita, yaitu Ash Sholat (Sholawat), biasanya ada kalimat berikutnya yaitu “’Alaa”, menjadi: Ash Sholaatu ‘Alan Nabi (الصلاة على النبي), Ash Sholaatu ‘Alar Rosuulillaah صلى الله عليه وسلم الصلاة على رسو الله)), atau Ash Sholawatu ‘Alan Nabi (الصلوات على النبي), Ash Sholawatu ‘Alar Rosuulillaah صلى الله عليه وسلم (الصلوات على رسول الله).
Tetapi, dalam bahasa Indonesia biasanya digunakan kata: Sholawat.
.
Dalam bahasa Arab, Al Imaam Al Jauhary, Imaam Fairuz Abadiy dan Imaam-Imaam yang lain menyebutkan bahwa yang dimaksud Ash Sholat (Sholawat) secara bahasa, artinya adalahDo’a (Permohonan).
Dalam kamus yang lain, Sholawat juga berarti:
–          Du’aa (Permohonan)
–          Rohmah (Kasih Sayang)
–          Istighfaar (Permohonan ampun kepada Allooh سبحانه وتعالى)
–          Ta’dziim (Pengagungan, penghormatan, sanjungan)
.
Maka, para ‘Ulama menyatakan bahwa Ash Sholat (Sholawat) bermakna gabungan, yaitu bisa bermakna: Do’a, Kasih Sayang, Permohonan Ampun dan Pengagungan atau Permohonan Barokah dari Allooh سبحانه وتعالى.
.
Yang paling sering kita pahami adalah Sholat itu berarti Do’a. Bahwa Sholat lima waktu, misalnya, diartikan sebagai Do’a. Karena memang bila kita renungkan, bahwa Sholat lima waktu itu sejakTakbiirotul Ihroom sampai dengan Salaam isinya adalah Do’a. Bahkan selesai sholat pun, kita masih berdo’a Astaghfirullooh, Astaghfirulloooh, Astaghfirullooh, dan seterusnya. Itu semua adalah Do’a.
.
Adapun pengertian Sholat (Sholawat) atas Nabi صلى الله عليه وسلم, menurut para ‘Ulama maksudnya adalah: “Sanjungan yang baik dari Allooh سبحانه وتعالى kepada Rosuululloohصلى الله عليه وسلم”.
Maka kalau kita membaca dalam Al Qur’an Surat Al Ahzaab (33) ayat 56:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
Artinya:
Sesungguhnya Allooh dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Maksudnya adalah bahwa Allooh سبحانه وتعالى menyanjung, memuji Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Itulah seperti yang dikatakan oleh Al Imaam Fairuuz Aabaadiy.
.
Oleh Imaam yang lain, yaitu Al Imaam Al Jurjaani dalam Kitabnya At Ta’rifaat, beliau mengatakan:
Sholawat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم maksudnya adalah memohon kepada Alloohسبحانه وتعالى agar mengagungkan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم baik di dunia maupun di akhirat.”
.
Beberapa penjelasan, misalnya adalah perkataan para ‘Ulama yang lain yaitu Al Qodhy Ismaa’iil Al Jahdzomiy, beliau menukil perkataan Abul ‘Aaliyah رحمه الله (sala seorangTaabi’iin), bahwa Sholawat Allooh سبحانه وتعالى kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, maksudnya adalah memuji (menyanjung)Allooh سبحانه وتعالى memuji, menyanjung Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Tetapi Sholawat Malaikat kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, maksudnya adalah mendo’akan.
.
Imaam Adh Dhohaak, beliau dari kalangan Ahli Tafsir Al Qur’an dan beliau juga adalah Ahli Hadiits, beliau mengatakan: “Allooh سبحانه وتعالى mengucapkan sholawat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, maksudnya adalah Allooh سبحانه وتعالى melimpahkan kasih sayang-Nya kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Dan kalau Malaikat mengucapkan sholawat atas Rosuulullooh  صلى الله عليه وسلم maksudnya adalah mendo’akan.”
.
Lalu kata beliau lagi, “Sholat Allooh سبحانه وتعالى kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, artinya adalah Pemberian ampunan kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, sedangkan dari Malaikat maknanya adalah berdo’a.”
.
Kesimpulannya:
Sholawat Allooh سبحانه وتعالى terhadap Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, maknanya adalah: Sanjungan, Kasih-Sayang, Ampunan.
Sholawat Malaikat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, maknanya adalah: Mendo’akan.
.
Perkataan Imaam yang lainnya, yaitu Al Imaam Al Haliimiy, penulis Kitab Al Minhaaj, yang diringkas oleh Al Imaam Al Baihaqy رحمه الله dalam Kitab Syu’abul ‘Iimaan, beliau mengatakan: “Kalau kita mengucapkan “Alloohumma Sholli ‘alaa Muhammad”, artinya Sholawat kita kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم itu bermakna: Mendo’akan untuk Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلمsupaya Allooh سبحانه وتعالى mengagungkan, meninggikan derajat Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan memohon semua itu dari Allooh سبحانه وتعالى.”
.
Jadi, bukan berarti kita yang mengagungkan, meninggikan derajat Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, karena kita tidak bisa melakukan semua itu.
.
Hanya Allooh سبحانه وتعالى yang bisa melakukannya. Dengan demikian, yang benar adalah: Kita memohon kepada Allooh سبحانه وتعالى : “Ya Allooh, agungkanlah dan tinggikanlah derajat serta berikanlah ampunan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.”
.
Imaam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah رحمه الله dalam Kitabnya yakni Kitab Jalaa’ul Al Afhaam Fishsholaati ‘Alaa Khoiril Anaam, beliau mengatakan:
.
Sholawat yang diperintahkan kepada kita adalah memohon, meminta kepada Allooh سبحانه وتعالى yaitu tentang apa yang Allooh سبحانه وتعالى beritakan bahwa Allooh سبحانه وتعالى mengucapkan sholawat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, Malaikat mengucapkan sholawat atas Rosuululloohصلى الله عليه وسلم. Berita ini adalah memohon supaya Allooh سبحانه وتعالى menyanjung, menyatakan, menampakkan keutamaan, kemuliaan dan mendekatkan Rosuulullooh  صلى الله عليه وسلم dengan Allooh سبحانه وتعالى.”
.
Karena itu, Sholawat yang dimaksudkan bahwa didalamnya mengandung berita sekaligus permohonan (do’a) itu mempunyai 2 (dua) perkara:
.
1. Bahwa Sholawat kita adalah menyanjung, menyebut berbagai kemuliaan dan keutamaan, serta menginginkan dan mencintai Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, dan berharap yang demikian pula dari Allooh سبحانه وتعالى.
Dengan demikian maka ada 2 makna yaitu: Allooh سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia (Alloohسبحانه وتعالى) mengucapkan Sholawat dan kita hendaknya juga mengucapkan Sholawat, sebagaimana hal itu telah diperintahkan-Nya dalam Surat Al Ahzaab (33) ayat 56.
2. Dari kita juga disebutkan Sholawat, adalah agar kita memohon kepada Allooh سبحانه وتعالى supaya Dia (Allooh سبحانه وتعالى) mengucapkan Sholawat yang artinya adalah menyanjung, mengagungkan, memuliakan serta meninggikan derajat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم.
.
Kesimpulan:
Yang dimaksudkan dengan Sholawat adalah:
.
1. Sholawat dari Allooh سبحانه وتعالى kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم
2. Sholawat dari Malaikat kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم
3. Sholawat dari kita (manusia) kepada Rosuullooh صلى الله عليه وسلم.
.
Hukum Ber-Sholawat
.
Landasannya adalah firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Al Ahzaab (33) ayat 56, sebagaimana telah dijelaskan diatas. Yaitu Allooh سبحانه وتعالى dan Malaikat memberikan sholawat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan memerintahkan kita (manusia) agar juga ber-sholawat kepada beliau صلى الله عليه وسلم.
Bahkan bukan hanya ber-sholawat, tetapi juga merupakan Salam untuk beliau صلى الله عليه وسلم.
.
Jadi ada 2 bahasan yaitu Sholawat dan Salam. Tentang Salam, kita lebih mengenalnya sepertiAssalamu’alaikum, Assalamu’alaika, Assalamu ‘alan Nabiy Warohmatulloohi Wabarokaatuhu. Itu lebih kita kenal dan mudah dipahami, maka hal ini tidak akan dibahas secara panjang lebar. Namun demikian, insya Allooh tetap akan kita bahas.
.
Karena Allooh سبحانه وتعالى memberikan sholawat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, serta memerintahkan kepada orang-orang yang beriman supaya juga mengucapkan sholawat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.
.
Dengan demikian, kita harus meyakini bahwa mengucapkan Sholawat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم adalah perintah Allooh سبحانه وتعالى. Bahkan juga merupakan perintah Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Oleh karena itu, bila ada orang yang menyatakan bahwa ia tidak suka dan benci Sholawat, maka itu adalah Salah dan berarti ia bukanlah Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah.
.
Karena Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah itu meyakini kebenaran Al Qur’an dan Hadiits.
Al Qur’an memerintahkan, lalu Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم pun memerintahkan. Hal ini menunjukkan bahwa Sholawat itu DIAJARKAN.
.
Karena diajarkan, maka Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah meyakini bahwa Sholawat itu adalah Ibadah.
Oleh karena merupakan Ibadah, maka kita tidak boleh menggunakan hawa-nafsu atau perasaan atau emosi.
Kalau ada orang yang tidak suka “ber-sholawat sesuai dengan sholawat yang banyak beredar di masyarakat”, maka orang tersebut dikatakan “Kamu benci sholawat ya?”, “Kamu bukan Ahlus Sunnah..” dan seterusnya.

 Padahal, hendaknya caci maki tersebut ditahan terlebih dahulu, jangan emosional, tetapi hendaknya dipahami mengapa orang tersebut enggan mengucapkan “sholawat sebagaimana yang banyak beredar di masyarakat (seperti: sholawat Nariyah, sholawat Badriyah dll)”.

Hal tersebut adalah karena orang tersebut tidak mau mengucapkanSholawat yang redaksinya tidak ada tuntunannya dari Rosuulullooh  صلى الله عليه وسلم atau Sholawat yang tidak Syar’ie sebagaimana yang banyak beredar di masyarakat. Jadi jangan disalah pahami. Bukannya karena dia tidak mau ber-sholawat, tetapi Redaksi Sholawat itu harus lah sesuai tuntunan dan contoh dari Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Jadi dia tidak mau ber-sholawat dengan redaksi sholawat hasil “karangan manusia”, karena Sholawat itu adalah Ibadah, maka Redaksi (kata-kata) Sholawat itu HARUSLAH yang sesuai dengan Hadits yang Shohiih karena itulah yang berasal dari Wahyu.

Oleh karena itu, sebelum mencaci maki seseorang yang tidak mau ber-“sholawat sebagaimana sholawat yang beredar di masyarakat”, hendaknya dipahami dahulu dengan ‘Ilmu (dien) apa alasannya sehingga dia tidak mau bersholawat dengan redaksi sholawat-sholawat  buatan manusia yang tidak ada landasan dalilnya sama sekali.
.
Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah meyakini bahwa orang yang membenci ber-Sholawat kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم itu bisa menjadi Kufur, karena berarti ia melawan firman Allooh سبحانه وتعالى.
.
Hendaknya kita menjadikan Sholawat kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم adalah perintah Allooh سبحانه وتعالى, berarti merupakan bagian dari Syari’at Islam, bagian dari Sunnah Rosuul صلى الله عليه وسلم dan bagian dari Ibadah, dimana dengannya kita mendekatkan diri kepada Allooh سبحانه وتعالى.
.
Perkataan Para ‘Ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah
.
Al Imaam Abu Bakr Al ‘Aamiry, beliau mengatakan: “Ada pun hukum mengucapkan Sholawat atas Rosuul صلى الله عليه وسلم adalah Wajib dengan Ijma’. Jadi Ahlus Sunnah meyakininya sebagai Ijma’. Maka Al Qur’an memerintahkan, As Sunnah memerintahkan dan Ijma’ (kesepakatan para ‘Ulama) juga mengatakan bahwa Sholawat atas Rosuul صلى الله عليه وسلم itu Wajib hukumnya.”
.
Berarti orang yang tidak ber-sholawat kepada Rosuul صلى الله عليه وسلم itu bisa dikenakan hukum berdosa. Mengapa disebut Wajib? Karena perkara Sholawat itu telah diperintahkan berdasarkan ayat yang mulia seperti telah dijelaskan diatas yakni dalam QS. Al Ahzaab (33) ayat 56.
.
Akan tetapi Sholawat atas Rosuul صلى الله عليه وسلم itu tidak ditentukan waktunya maupun bilangannya. Berarti tidak boleh ada orang yang membuat ketetapan sendiri bahwa Sholawat itu hendaknya dilakukan pada malam Jum’at dengan sekian kali jumlahnya, dan seterusnya. Karena ketetapan seperti itu tidak ada. Sholawat adalam Ibadah, jadi harus berlandaskan kepada daliil yang shohiih. Tidak boleh kita mengamalkan sesuatu yang tidak ada landasannya dari Wahyu sama sekali.
.
Al Imaam As Sakhoowiy رحمه الله, menukil dari guru beliau yang bernama Al Haafidz Ibnu Hajar Al Asqolaany رحمه الله (Imaam dari madzab Asy Syaafi’iy), kata beliau: “Hukum Sholawat atas Nabi itu ada 10 pendapat:
1. Anjuran (Mustahabbah)
2. Wajib secara umum, tanpa ada batas, minimal satu kali.
3. Wajib satu kali seumur hidup, seperti mengucapkan kalimat Asyhaadu ‘alaa Illaaha Illallooh wa asyhaadu anna Muhammadur Rosuulullooh.
Artinya, kalau ada orang yang seumur hidupnya mengucapkan sholawat kepada Rosuul صلى الله عليه وسلم itu sekali-kalinya, maka ia tidak berdosa. Karena ia telah pernah mengucapkan Sholawat atas Rosuul صلى الله عليه وسلم.
4. Wajib minimal dalam satu kali duduk ketika orang mengakhiri sholat antara ia mengucapkanTasyaahud dan Salaam.
5. Wajib hanya dalam Tasyaahud, sedangkan diluar Tasyaahud maka sholawat itu tidak Wajib. Semua sholawat diluar Tasyaahud adalah Sunnah.
6. Wajib dalam sholat, tetapi tidak  ada ketentuan tempatnya (Yang ini sudah terangkum dalam pendapat ke-4 diatas). 
7. Sholawat hendaknya diperbanyak, tanpa boleh menentukan jumlah (banyak) bilangannya.
8. Wajib ketika disebut nama Muhammad (Rosuulullooh). Setiap kita mendengar nama Nabi (Rosuul) Muhammad disebut, maka kita wajib mengucapkan Sholawat.
9. Wajib dalam satu kali Majlis (duduk), kita hendaknya mengucapkan sholawat atas Rosuul صلى الله عليه وسلم adalah satu kali. Kalau Majlis (duduknya) berulang-ulang, maka Sholawatnya juga berulang-ulang.
10. Wajib dalam setiap berdo’a. Do’a akan menjadi “mandul”, bila tidak disertai ucapan Sholawat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Maka, adab dalam berdo’a adalah:
–          Memuji Allooh سبحانه وتعالى
–          Beristighfar
–          Mengucapkan Sholawat atas Rosuul صلى الله عليه وسلم lalu berdo’a (atau do’anya ditutup dengan Sholawat atas Rosuul صلى الله عليه وسلم).
.
Kalau dicermati, sebenarnya 10 pendapat tersebut adalah saling melengkapi. Tetapi dalam pelaksanaannya, sesuai dengan Hadits-Hadits Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, maka sesungguhnya Sholawat itu ada dalam setiap pendapat tersebut.
.
Menumbuhkan Motivasi
.
Hendaknya kita menumbuhkn motivasi dalam diri kita bahwa kita cinta untuk mengucapkanSholawat dan tidak bakhil (kikir), maka dibawah ini akan disampaikan berbagai daliil dan nashyang mendorong seseorang untuk rajin dan tidak bakhil dalam mengucapkan Sholawat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dalam bentuk menjelaskan keutamaannya.
.
Keutamaan mengucapkan Sholawat antara lain adalah sebagai berikut:
.
Menurut Imaam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah رحمه الله dalam Kitabnya: “Sesungguhnya orang yang memohon agar Allooh سبحانه وتعالى memberi sholawat kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلمadalah termasuk do’a yang paling besar dan paling bermanfaat bagi diri orang tersebut, baik di dunia maupun di akhirat.”
Dalam Hadits Riwayat Imaam Muslim no: 939, dari Shohabat Abu Hurairoh رضي الله عنه, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Artinya:
Barangsiapa yang mengucapkan sholawat atasku satu kali, maka Allooh akan balas dengan sepuluh kali lipat.”
Dalam Hadits Riwayat Imaam Muslim no: 875, dari Shohabat bernama ‘Abdullooh bin Amru bin Al ‘Ash رضي الله عنه, ia berkata: “Aku mendengar Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,
إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا
Artinya:
Jika kalian mendengar mu’adzin (– mengucapkan adzan – pent.), maka katakanlah seperti yang diucapkan oleh mu’adzin. Kemudian ucapkanlah oleh kalian sholawat atasku. Barangsiapa yang mengucapkan sholawat atasku satu kali, maka Allooh akan membalas (pahala) sholawat atasnya sepuluh kali lipat.
.
Dalam Hadits Riwayat Imaam At Turmudzy no: 2457, lalu beliau berkata bahwa Hadits ini Hasan Shohiih, demikian pula Syaikh Nashiruddin Al Albaany berkata bahwa Hadits ini Hasan, dari Shohabat Ubay bin Ka’ab رضي الله عنه, beliau berkata,
 يا رسول الله إني أكثر الصلاة عليك فكم أجعل لك من صلاتي ؟ فقال ما شئت قال قلت الربع قال ما شئت فإن زدت فهو خير لك قلت النصف قال ما شئت فإن زدت فهو خير لك قال قلت فالثلثين قال ما شئت فإن زدت فهو خير لك قلت أجعل لك صلاتي كلها قال إذا تكفى همك ويغفر لك ذنبك
Artinya:
Ya Rosuulullooh, sesungguhnya aku memperbanyak sholawat atasmu, berapa banyak yang harus aku ucapkan sholawat atas engkau itu?
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab, “Semaumu”.
Lalu aku (Ubay bin Ka’ab رضي الله عنه) berkata, “Apakah seperempat?”
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab, “Semaumu, kalau engkau tambah maka itu lebih baik.”
Aku (Ubay bin Ka’ab رضي الله عنه) bertanya, “Bagaimana kalau setengah?”
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab, “Semaumu, kalau engkau tambah, maka itu lebih baik.”
Aku (Ubay bin Ka’ab رضي الله عنه) bertanya lagi, “Bagaimana kalau dua pertiga?”
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab, “Semaumu, kalau engkau tambah, maka itu lebih baik.”
Kata Ubay bin Ka’ab رضي الله عنه, “Aku jadikan sholawat semua untukmu ya Rosuulullooh.”
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab, “Insya Allooh Ta’alaa ucapan yang engkau ucapkan itu akan mencukupi kemauanmu.
.
Demikianlah, barangsiapa yang mengucapkan Sholawat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, maka Allooh سبحانه وتعالى akan memberi kecukupan atas apa yang menjadi kegundahan dalam hidupnya.
Bahkan dalam sabda Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم selanjutnya: “Dosamu pun akan diampuni.”
Maka bagi siapa yang memiliki banyak problem dalam hidupnya, maka Sholawat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم pun ternyata merupakan bagian dari solusi baginya.
.
Lalu dalam Hadits Riwayat Al Imaam ‘Abdur Rozzaq رحمه الله no: 3114, dari Shohabat Ya’qub bin Tholhah At Taimy رضي الله عنه, beliau berkata, “Aku mendengar Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,
أتاني آت من ربي فقال لا يصلي عليك عبد صلاة إلا صلى الله عليه عشرا قال فقال رجل يا رسول الله إلا أجعل نصف دعائي لك قال إن شئت قال ألا أجعل كل دعائي لك قال إذا يكفيك الله هم الدنيا والآخرة
Artinya:
Telah datang kepadaku seseorang yang datang dari Allooh (– maksudnya: Malaikat – pent.),dan berkata, “Siapa saja dari hamba Allooh yang mengucapkan Sholawat atasmu, maka Allooh akan membalas Sholawat itu sepuluh kali lipat.”
Lalu ada orang yang datang dan berkata kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, “Ya Rosuulullooh, kalau aku jadikan setengah doaku untukmu, bagaimana?
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab, “Jika engkau mau.”
Orang itu bertanya lagi, “Bagaimana kalau semua do’a itu untukmu, ya Rosuulullooh?
.
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab, “Kalau semua itu engkau lakukan, maka Allooh akan memberimu kecukupan dari apa yang engkau gundahkan di dunia maupun dalam perkara akhirat.”
..
Dalam Hadits yang disebutkan oleh Al Mundziriy رحمه الله dalam Kitab At Targhiib Wat Tarhiibno: 1657, dari Shohabat Anas bin Maalik رضي الله عنه, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,
من ذكرت عنده فليصل علي ومن صلى علي مرة صلى الله عليه بها عشرا
Artinya:
Barangsiapa yang aku disebut disisinya, kemudian orang itu mengucapkan sholawat atasku satu kali, maka Allooh akan gandakan sepuluh kali lipat.”
.
Dalam Hadits Riwayat Imaam Ahmad dalam Musnad-nya no: 12017, dan menurut Syaikh Syu’aib Al Arnaa’uth bahwa Hadits ini adalah Shohiih dengan Sanad yang Hasan, dari Shohabat Anas bin Maalik رضي الله عنه, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,
من صلى علي صلاة واحدة صلى الله عليه عشر صلوات وحط عنه عشر خطيئات
Artinya:
Barangsiapa yang mengucapkan sholawat atasku satu kali, maka akan Allooh lipatgandakan sepuluh kali dan Allooh hapus sepuluh kesalahan.
.
Juga dalam Hadits Riwayat Imaam An Nasaa’i dalam As Sunnan Al Kubro no: 9890, dishohiihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albaany dalam Shohiih At Targhiib Wat Tarhiibno: 1657, dari Shohabat Anas bin Maalik رضي الله عنه, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,
من صلى علي صلاة واحدة صلى الله عليه عشر صلوات وحط عنه بها عشر سيئات ورفعه بها عشر درجات
Artinya:
Barangsiapa yang mengucapkan sholawat atasku satu kali, maka akan Allooh lipat-gandakan menjadi sepuluh kali dan dihapus sepuluh kejelekan, dan ditinggikan derajatnya sepuluh derajat.”
.
Dan dalam Hadits Riwayat Imaam Al Bukhoory dalam Kitab Al ‘Aadaabul Mufrood no: 642, menurut Syaikh Nashiruddin Al Albaany Hadits ini adalah Hasan, dari Shohabat Anas dan Maalik bin Aus Al Hadatsaan رضي الله عنهما,
أن النبي صلى الله عليه و سلم خرج يتبرز فلم يجد أحدا يتبعه فخرج عمر فاتبعه بفخارة أو مطهرة فوجده ساجدا في مسرب فتنحى فجلس وراءه حتى رفع النبي صلى الله عليه و سلم رأسه فقال أحسنت يا عمر حين وجدتني ساجدا فتنحيت عني ان جبريل جاءني فقال من صلى عليك واحدة صلى الله عليه و سلم عشرا ورفع له عشر درجات
Artinya:
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم keluar untuk buang air besar. Tidak ada yang mengikuti beliau صلى الله عليه وسلم, akhirnya ‘Umar bin Khoththoob رضي الله عنه yang mengikutinya sambil membawa air satu bejana untuk bersuci bagi Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Ketika itu beliau صلى الله عليه وسلم menundukkan kepala, lalu ‘Umar bin Khoththoob رضي الله عنه berdehem (memberi isyarat), sambil duduk dibelakang beliau صلى الله عليه وسلم. Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم kemudian mengangkat kepalanya, dan bersabda,
Bagus sekali engkau wahai ‘Umar. Dalam keadaan aku mencari air, engkau membawakan aku air. Jibril datang kepadaku dan mengatakan, “Barangsiapa yang mengucapkan sholawat atasku satu kali, maka Allooh akan lipat-gandakan menjadi sepuluh kali, dan Allooh akan angkat derajatnya sepuluh derajat.”
.
Masih banyak lagi Hadits-Hadits yang sama dan mirip dengan Hadits diatas, yang memberikan petunjuk kepada kita bahwa Sholawat atas Rosuul صلى الله عليه وسلم itu demikian tinggi nilainya, mudah untuk diamalkan tetapi sangat besar pahala dan keutamaannya.
.
Lalu dalam Hadits Riwayat Imaam Ahmad no: 1664, menurut Syaikh Syuaib Al Arnaa’uth Hadits ini adalah Hasan Lighoirihi:
عن عبد الرحمن بن عوف قال : خرج رسول الله صلى الله عليه و سلم فتوجه نحو صدقته فدخل فاستقبل القبلة فخر ساجدا فأطال السجود حتى ظننت ان الله عز و جل قد قبض نفسه فيها فدنوت منه فجلست فرفع رأسه فقال من هذا قلت عبد الرحمن قال ما شأنك قلت يا رسول الله سجدت سجدة خشيت ان يكون الله عز و جل قد قبض نفسك فيها فقال ان جبريل عليه السلام أتاني فبشرني فقال ان الله عز و جل يقول من صلى عليك صليت عليه ومن سلم عليك سلمت عليه فسجدت لله عز و جل شكرا
Artinya:
Dari Shohabat ‘Abdurrohman bin ‘Auf رضي الله عنه, beliau berkata, “Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم keluar menuju ke tempat shodaqoh, lalu masuk kemudian menghadap Kiblat dan sujud dan memanjangkan sujudnya. Aku mengira bahwa Allooh سبحانه وتعالى telah mencabut nyawanya disaat sujud, maka aku mendekatinya dan duduk, maka tiba-tiba Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم mengangkat kepalanya dan bertanya, “Siapa ini?”
Aku menjawab, “’Abdurrohmaan.”
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bertanya, “Apa urusanmu?”
Aku menjawab, “Ya Rosuulullooh, engkau sujud dengan sujud dimana aku takut Allooh سبحانه وتعالى telah mencabut nyawamu.”
Maka beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Sesungguhnya Jibril datang kepadaku membawa berita gembira dan berkata,“Sesungguhnya Allooh berfirman, barangsiapa yang mengucapkan sholawat atasmu, wahai Muhammad, dan mengucapkan salam padamu, maka aku (Jibril) pun memberi sholawat dan salam untuk orang itu. Maka aku sujud kepada Allooh سبحانه وتعالى sebagai bagian dari syukurku kepada-Nya.”
.
Juga dalam suatu Hadits sebagaimana dinukil oleh Al Jahdhomy dalam Kitab beliau bernamaFadhlus Sholaat ‘Alan Nabiy no:10, dengan derajat Hasan Lighoirihi, dari Shohabat ‘Abdurrohmaan bin Auf  رضي الله عنه,
عن ابن عوف قال : كان لا يفارق فئ النبي صلى الله عليه وسلم بالليل والنهار خمسة نفر من أصحابه أو أربعة لما ينوبه من حوائجة قال فجئت فوجدته قد خرج فتبعته فدخل حائطا من حيطان الأسواف فصلى فسجد سجدة أطال فيها فحزنت وبكيت فقلت لأرى رسول الله صلى الله عليه وسلم قد قبض الله روحه قال فرفع رأسه وتراءيت له فدعاني فقال : مالك قلت يا رسول الله سجدت سجدة أطلت فيها فحزنت وبكيت وقلت لأرى رسول الله صلى الله عليه وسلم قد قبض الله روحه قال : ( هذه سجدة سجدتها شكرا لربي فيما آتاني في أمتي من صلى علي صلاة كتب الله له عشر حسنات )
Artinya:
Ada 5 orang atau 4 orang sahabat yang tidak pernah berpisah dari fa’i (– harta rampasan perang – pent.) baik di malam hari maupun di siang hari, karena bergiliran memenuhi kebutuhan.”
Beliau (‘Abdurrohman bin Auf) berkata, “Aku datang dan menemui Rosuulullooh صلى الله عليه وسلمtetapi beliau telah keluar, maka aku ikut dan masuklah pada suatu ladang, sehingga beliau صلى الله عليه وسلم sholat dengan sujud yang beliau صلى الله عليه وسلم panjangkan. Sehingga aku sedih dan menangis dan berkata, ‘Aku melihat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم telah dicabut nyawanya oleh Allooh سبحانه وتعالى .
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sujud ini kulakukan sebagai syukurku kepada Robb-ku, disebabkan datangnya pada dalam ummatku, “Barangsiapa yang mengucapkan sholawat atasku satu kali, maka Allooh سبحانه وتعالى akan mencatat untuknya sepuluh kebajikan.”
.
Lalu dalam suatu Hadits sebagaimana dinukil oleh Al Jahdhomy dalam Kitab beliau bernamaFadhlus Sholaat ‘Alan Nabiy no: 978, dari Shohabat ‘Abdullooh bin Abi Tholhah dari ayahnya رضي الله عنهما, beliau berkata,
خرج علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم والبشر يرى في وجهه فقلنا يا رسول الله نرى البشر في وجهك فقال إنه أتاني الملك فقال إن ربك يقول يا محمد أما يرضيك إلا يصلي عليك أحد من أمتك إلا صليت عليه عشرا ولا يسلم عليك إلا سلمت عليه عشرا
Artinya:
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم keluar kepada kami dengan terlihat pada wajahnya sangat berseri-seri.
Maka kami katakan, “Ya Rosuulullooh, kami melihat pada wajah engkau terdapat sesuatu perkara yang menggembirakan.”
Maka Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab, “Ya, karena telah datang kepadaku Malaikat yang mengatakan, “Wahai Muhammad, sesungguhnya Robb-mu (Allooh سبحانه وتعالى) berfirman, “Apakah engkau ridho wahai Muhammad, karena jika ada seseorang dari ummatmu mengucapkan sholawat atasmu, maka Aku akan mengucapkan kepadanya sepuluh kali. Kalau orang itu mengucapkan salam kepadamu satu kali, maka Aku akan mengucapkan kepadanya sepuluh kali.”
.
Demikianlah, begitu banyak dalil yang memberikan petunjuk kepada kita agar kita bergiat serta memperbanyak mengucapkan Sholawat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, karena demikian banyak pahala dengan ucapan Sholawat tersebut.
.
Adapun Imaam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah رحمه الله didalam Kitabnya, menjelaskan bahwa ada 19 (Sembilan belas) faedah dan keuntungan dari mengucapkan Sholawat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم tersebut, yaitu:
  1. Berarti kita melaksanakan apa yang menjadi perintah Allooh سبحانه وتعالى
  2. Kita bersesuaian dengan Allooh سبحانه وتعالى, walaupun Sholawat Allooh سبحانه وتعالى kepada Rosuul صلى الله عليه وسلم itu berbeda arti dengan Sholawat kita kepada Rosuul صلى الله عليه وسلم, tetapi Allooh سبحانه وتعالى mengucapkan Sholawat dan kita pun mengucapkan Sholawat.
  3. Bersesuaian dengan Malaikat, yang juga mengucapkan Sholawat kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم.
  4. Kita akan mendapatkan 10 kali Sholawat dari kita yang sekali mengucapkan Sholawattersebut.
  5. Kita akan ditingkatkan menjadi 10 (sepuluh) derajat lebih tinggi dengan sekali ber-sholawat.
  6. Kita dicatat mendapat 10 (sepuluh) kebajikan dari sekali ber-Sholawat.
  7. Kita dihapus 10 (sepuluh) kesalahan, setiap kali kita mengucapkan Sholawat.
  8. Bila orang berdo’a kepada Allooh سبحانه وتعالى, maka diharapkan dengan mengucapkan Sholawat atas Rosuul صلى الله عليه وسلم, maka do’anya akan di-ijabah (dikabulkan) oleh Allooh سبحانه وتعالى
  9. Menyebabkan orang mendapatkan Syafa’at dari Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم  (atas izin Allooh سبحانه وتعالى) di akherat
  10. Menjadi penyebab pengampunan dosa dari Allooh سبحانه وتعالى
  11. Menyebabkan Allooh سبحانه وتعالى memberikan kecukupan kepada orang yang ber-Sholawat.
  12. Menyebabkan orang dekat dengan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم di akherat
  13. Menyebabkan langgengnya (kekalnya) cinta seseorang kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم
  14. Menyebabkan seseorang senang kepada manusia, yaitu mencintai sesama orang yang juga mencintai Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم
  15. Penyebab terbukanya pintu hidayah bagi orang yang mengucapkan Sholawat. Bahkan hatinya menjadi hidup, peka (sensitif) terhadap hal-hal yang baik.
  16. Termasuk mengucapkan dan menyebutkan nama orang yang membacakan Sholawat itu sendiri.
  17. Merupakan ucapan dari rasa syukur karena Allooh سبحانه وتعالى memberikan kepada kita sehat wal afiyat, kesempatan, rizqy dan seterusnya; yang mana Allooh سبحانه وتعالى memerintahkan kita untuk ber-Sholawat atas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم
  18. Mengandung ingatan, rasa terimakasih, dan pengakuan bahwa Allooh سبحانه وتعالى memberi kenikmatan anugerah kepada hamba-Nya dengan cara Allooh سبحانه وتعالى mengutus Rosuul-Nya صلى الله عليه وسلم. Dengan diutusnya Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, maka kita ber-Sholawatdan akhirnya kita pun mendapatkan berbagai kebaikan.
  19. Sholawat kepada Rosuulullooh  صلى الله عليه وسلم merupakan do’a dari hamba kepada Allooh سبحانه وتعالى. Do’a yang merupakan permintaan dan do’a yang merupakan ibadah.
.
Mudah-mudahan setelah penjelasan diatas, kita terbangkit untuk selalu mengucapkan Sholawatatas Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Adapun Redaksi Sholawat, mana yang shohiih dan mana yang tidak, insya Allooh akan dibahas pada pertemuan yang akan datang.
.
Alhamdulillah, kiranya cukup sekian dulu bahasan kita kali ini, mudah-mudahan bermanfaat. Kita akhiri dengan Do’a Kafaratul Majlis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Jakarta, Senin malam, 7 Jumadil Awwal 1432 H  –  11 Maret 2011

 

.

Oleh:  Ust. Achmad  Rofi’i, Lc.
Sumber: ustadzrofii.wordpress.com

Inilah 18 Fadhilah Sholawat yang Luar Biasa


Keajaiban Sholawat – Rahasia Sholawat – Majelis Sholawat – Yuk sholawat ! Inilah 18 Fadhilah Sholawat yang Luar Biasa.

Pengertian dari membaca sholawat yaitu memberi keberkahan, kemuliaan, kesejahteraan dan rahmat pada nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan pengikutnya, dimana tujuan kita agar mendapatkan pahala dan kebaikan selama didunia dan dihari kiamat kelak. Tetapi Sholawat juga berarti berdoa memberi kemuliaan dan memuji nama yang maha sempurna Allah SWT agar kita selalu dekat dengannya sehingga ketika kita membutuhkan bantuannya dalam keadaan terdesak maka tak akan ada yang mustahil baginya untuk dapat menolong kita.

Nabi Muhammad SAW bersabda : “Apabila salah satu diantara kamu (manusia) membaca sholawat, sebaiknya diawali dengan mengagungkan nama Allah ta’ala dan memujinya , setelah itu barulah membaca sholawat kepada nabi , setelah itu barulah dapat berdoa sesuai doa yang dinginkan ( HR.Ahmad, Abu dawud dan tirmidzi)”

Fakta dari fadhilah sholawat

Berikut adalah beberapa fakta mengenai fadhilah sholawat :

1. Membaca sholawat dapat menggantikan shadaqah bagi orang orang yang hidup dalam garis kemiskinan dan tidak mampu bershadaqah.

2. Dimudahkan jalan menuju kematian yang baik dan tidak menderita kesusahan atau ketika sakaratul maut (Sholawat dibaca sebanyak 10 kali setelah sholat maghrib)

3. Terhindar dari rasa gelisah, kekhawatiran, kepanikan, kecurigaan dan rasa kebingungan akibat masalah yang sedang dihadapi

4. Dapat dibukakan pintu rejeki seluas luasnya dan dilapangkan segala urusan dunia tanpa ada masalah (Membaca sholawat dibaca sebanyak banyaknya setiap hari )

5. Dapat menghapus dosa dosa kecil yang disengaja atupun tidaak sengaja yang telah berlangsung lama atau baru ( sholawat dibaca 80 kali pada hari jumat setelah sholat ashar)

6. Dapat terhindar dari tipu muslihat dan godaaan setan atau jin kafir yang hanya menggiring kita pada perbuatan dosa yang nantinya akan merugikan pihak lain

7. Dapat terhindar dari hasutan, gunjingan buruk atau fitnah dari orang orang yang memiliki fikiran jahat yang didalam hati mereka dipenuhi rasa iri, dengki dan amarah (Sholawat dapat dibaca sebanyak 1000 kali). (baca : fitnah dalam islam)

8. Dapat diberikan keselamatan oleh Allah SWT terhadap bencana alam atau bencana lain yang dihasilkan dari perbuatan jahat manusia ( sholawat dapat dibaca sehabis shalat fardhu sebanyak 3 kali)

9. Dapat mendatangkan rahmat dan hidayah bagi orang orang yang membaca sholawat dengan hati yang ikhlas dan tidak terburu buru ( sholawat dapat dibaca 10 kali setiap hari)

10. Dapat mendapatkan jodoh yang baik dan cepat aats ketetapan daan ketentuan dari Allah SWT ( sholawat dapat dibaca 100 kali setiap hari )

11. Dapat menyembuhkan penyakit ringan dan penyakit menular (sholawat dibaca sebanyak 7 kali setiap hari setelah menjalankan sholat 5 waktu)

12. Diterangkan pikiran, ditenangkan hati dan dicarikan jalan keluar pada setiap masalah yang sedang dihadapi (sholawat dibaca 3 kali setelah menjalankan sholat 5 waktu)

13. Agar memiliki cara berfikir yang cerdas, sabar dan penuh ide baru yang bermanfaat bagi banyak orang ( sholawat dibaca sebanyak 1000 kali )

14. Agar dipandang baik oleh umum misalnya lebih dihargai, dihormati dan disayangi banyak orang (sholawat dibaca sebanyak 11 kali setiap sholat lima waktu)

15. Mendapat pertolongan dari Allah SWT disaat kesusahan yang terdesak atau pada saat tidak ada (sholawat dibaca sebanyak banyaknya diberbagai kesempatan)

16. Apa yang dilakukan dan direncanakan agar berakhir dengan keberhasilan asalkan yang dilakukan sesuai dengan kaidah islam dan tidajk merugikan pihak manapun.

17. Akan diberikan berbagai macam kesenangan, kebahagiaan dan ketenangan hati didunia dan akhirat (sholawat dibaca sebanyak 1000 kali pada malam jumat )

18. Terhindar dari penyakit hati yang menimbulkan dosa misalnya sifat dendam, iri dan menyebarkan keburukan orang lain dan lain lain (sholawat dibaca sebanyak 41 kali setiap hari setelah sholat 5 waktu).

Anjuran Membaca Doa diawali Dengan Sholawat
Bagaimana jika berdoa dengan memuji nama Allah SWT tetapi tidak membaca sholawat pada Nabi Muhammad SAW ?

Agar doa atau sholawat diterima dan dikabulkn oleh Allah SWT hendaknya memanjatkan doanya dengan tata cara yang santun dan sesuai dengan kaidah islam yakni memulainya dengan memuji nama Allah SWT kemudian melanjutkan dengan membaca sholawat dengan hati ikhlas dan tidak terburu buru.

Doa yang dilakukan dengan memuji nama Allah SWT namun tidaak mermbaca sholawat untuk kemuliaan nabi Muhammad SAW, dianggap orang yang sedang berdoa tersebut terburu buru dan tidak benar benar dalam kondisi yang konsentrasi.

Dengan kata lain orang tersebut lebih mengutamakan keinginan duniawinya daripada mendekatkaan diri pada Allah dan Rasullulah SAW. Kejadian yang sangat disayangkan tersebut sesuai dengan pernyataan Rasullah SAW bahwa; ” dia mendengar ada seseorang yang sedang berdoa memuji nama allah namun tanpa membaca sholawat , maka nabi mengatakaan bahwa orang itu terburu buru.”

Inilah sabda nabi Muhammad tentang sholawat “Bagi siapa yang membaca sholawat kepadaku walau cuma satu kali maka allah SWT akan membalas kebaikan kepadamu sepuluh kali dan sepuluh derajat ” ( HR. Muslim : 408 dan pernah dinyatakan oleh Imam bukhori dalam adabul Mufrad , Ibnu abu syaibah, Ismaili dan sanad ma’lul)”

Maka dari itu ada hadist yang menunjukkan keutamaan bersholawat kepada nabi Muhammad SAW dan anjuran untuk memperbanyak membaca sholawat tersebut. Karena itulah mengapa Allah ta’ala turunlah sebuah rahmat , sebuah pengampunan, pahala yang besar bagi siapa saja yang membaca sholawat.

Inilah hadistnya : “Sesungguhnya Allah dan malaikat malaikatnya bersholawat untuk nabi. Hai orang orang yang beriman bersholawatlah selalu untuk nabi Muhammad dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al- ahzab 33:56 )”

Sholawat untuk memuliakan Nabi terakhir Muhammad SAW agar seluruh umat muslim selalu ingat bahwa dialah nabi terakhir yang wajib dimuliakan sampai akhir jaman. Membaca sholawat ternyata sangat berperan besar dihari kiamat nanti, karena membaca sholawat merupakan sebuah doa yang berjalan pada kebaikan dan kebenaran yang sebenarnya untuk mengingatkan pada semua muslim didunia bahwa allah satu satunya tuhan tuhan pencipta alam dan Rasullullah adalah utusan allah SWT yang terakhir hingga hari kiamat tiba. Sosoknya wajib kita muliakan dan kita beri rahmat melalui sholawat agar menjadi sauri tauladan bagi seluruh umat manusia khususnya kaun muslim.

Masih ada kejadian diluar nalar yang perlu diwaspadai yaitu munculnya aliran sesat yang mengaku sebagai tuhan alam semesta yang menjelma menjadi manusia , ada juga yang mengaku jelmaan nabi setelah nabi muhammad SAW. maka dari itu membaca sholawat adalah jalan terbaik untuk mengukuhkan dan memperkuat keimanan seseorang terhadap kepercayaan adanya allh SWT yang sebenarnya nyata seta percaya dengan hadist hadist nabi bahwa Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir sampai akhir jaman.

Hari Jumat Penuh Berkah untuk Bersholawat

Membaca sholawat bisa dilakukan kapan saja dan hari apa saja karena didalam islam semua hari adalah baik dan diciptakan allh SWT dengan memiliki keistimewaannya sendiri sendiri. Jika ada perintah Allah untuk manusia bersholawat pada hari jumat itu dikarenakan sudah ketetapannya dan kita tidaklah bisa mengubahnya, dialah yang maha tinggi dengan segala yang dikehendakinya dan pada dasarnya Ketetapan allah SWT adalah ketetapan dari baginda Rasullulah SAW juga .

Rasullulah bersabda bahwa ” perbanyaklah sholawat kepadaku pada setiap hari jumat, karena pada hari itulah sholawat umatku akan diperlihatkan dengahn jelas padaku pada setiap hari jumat , dan barang sipa yang banyak bersholawat kepadaku maka dialah yang paling dekat denganku ketika hari kiamat tiba.” (HR. Baihaqi didalam sunan al- kibro)”

Inilah yang termasuk sholawat nabi yang bisa diamalkan dan dibaca sesuai dengan keinginan kita tetapi tetap pada tujuan untuk mermuliakan dan mensejahterakan nabi Muhammad SAW, keluarga beserta pengikut setianya , Membaca sholawat juga mempunyai tujuan agar senantiasa memperkuat keimanan kita dan mendapatkan berkah, pahala serta kebaikan dari Allah SWT.

  1. Sholawat Jibril
  2. Sholawat Nariyyah
  3. Sholawat An-Nabiyyul Ummi
  4. Sholawatb Al-Qadril Azhim
  5. Sholawaat Rau’ufurahhim
  6. Sholawat Sa’adatud – Darain
  7. Sholawat Kamaliyah
  8. Sholawat Basyairul khairat
  9. Sholawat Ibrahimiyah
  10. Sholawat Badawiyah
  11. Sholawat Munjiyat dan lain lain.
  12. Sholawat Khusus yang didapat dari Guru

Membaca sholawat dengan sungguh sungguh, dengan hati yang ikhlas dan tidak terburu buru serta semata mata hanya mengharapkan ridho , pengampunan, berkah dan pahala dari Allah SWT, maka apa yang kita inginkan akan menjadi prioritas utama Oleh allah SWT untuk segera dikabulkan.

Memahami tentang Sholawat lebih baik ketika usia dini

  • Alangkah besar manfaat yang akan didapat jika tentang pengertian sholawat di ketahui dan dipahami oleh anak anak usia dini. Diusia dewasanya nanti tentang sholawat bukan tidak mungkin sudah mendarah daging dalam keimannanya dan bisa menjadi kebiasaan yang terpuji untuk selalu membaca sholawat dihari hari kehidupan yang sedang dijalaninya.
  • Memberi pemahaman dan pengertian yang benar tentang sholawat pada anak anak diusia dini sebaiknya ditempat ibadah misalnya saat ada pengajian dan mempraktekan kalimah kalimah doa sholawat setelah melakukan sholat 5 waktu atau ketika disekolah sedang ada pelajaran Agama Islam.
  • Membentuk kepercayaan dan memperkuat keimanan terhadap kaidah islam sejak usia dini lebih manjur untuk menciptakan pribadi seseorang menjadi lebih baik dan mandiri selama apa yang diajarkan adalah kebenaran dan kebaikan, misalnya memberi pemahaman tentang manfaat sholawat dan membiasakan diri untuk selalau membaca kalimat tersebut dalam keadaan apapun.

Sumber: dalamislam.com